Title : Secret ch 05
Main cast : Kim soo hyun, Cho kyuhyun, Leeteuk,
Yesung
And other.
Leght : chaptered
Warning : typo, ooc, gaje, dan mungkin membosankan
>///<
Rate : T (bisa berubah sesuai kemauan saya
^-^)
Don’t like don’t
read
Kyuhyun hanya terpaku, saat melihat Soo Hyun di hajar di
depan matanya. Entah bagaimana kejadian nya yang jelas saat ia akan keluar dari
gerbang sekolah, ada beberapa orang tak di kenal menghampirinya. Saat salah
satu dari mereka akan melayangkan pukulan ke arah nya tiba-tiba Soo Hyun datang
dan berdiri di depan nya.
Kyuhyun tak tahu
kapan hyung nya itu datang dan tiba-tiba ada di depannya. padahal Kyuhyun tak
begitu peduli dengan hyung nya akhir-akhir ini, tapi Soo Hyun masih mau
melindunginya. Tindakan itu semakin membuat Kyuhyun malu sekaligus merasa bersalah.
Meskipun hyung nya
bisa beladiri tapi dengan lawan yang tak seimbang dan ditambah jelas saja Soo
Hyun menjadi bulan-bulanan orang-orang itu, tapi apa yang dilakukan Kyuhyu,
anak itu hanya bisa diam dan melihat saja, benar-benar pecundang.
Saat melihat lawan
nya tak berdaya maka orang-orang itu pun meninggalkan Soo hyun dan Kyuhyun
begitu saja.
“Kyu…Hyun-ah,”
panggilan itu terdengar sangat pelan dan serak “kau… tidak… apa-apa…. Kan?” Soo
Hyun berusaha untuk bangun tapi tiba-tiba rasa nyeri menghantam dada kirinya.
Spontan ia mencengkaram nya dengan sangat kuat mencoba untuk mengurangi nya
tapi rasa sesak itu kian bertambah saja dan hampir-hampir ia tak sanggup
menahan nya lebih lama lagi.
Dengan sisa-sisa
tenaga yang ia miliki Soo Hyun mencoba untuk meraih kaki Kyuhyun yang masih
diam terpaku di tempatnya.
“Kyuhyunie,”
sekali lagi Soo Hyun berusaha memanggil adiknya,tapi sepertinya itu masih belum
membuat Kyuhyun keluar dari lamunan nya. Barulah saat Soo Hyun meraih kaki
namja itu, Kyuhyun seketika terjingkat dan melihat Soo Hyun yang kini
tergeletak di bawahnya dengan keadaan yang sangat menghawatirkan.
“Hyunie hyung…”
hanya itu yang bisa keluar dari bibir pucat Kyuhyun. Dan setelah itu Soo hyun
tak tahu apa yang terjadi setelahnya karena pandangan nya berubah menjadi
gelap. Dan dia pingsan, tapi sebelum itu Soo Hyun masih bisa mendengar suara
Kyuhyun yang berteriak memanggil namanya berberapa kali.
“kerja yang
bagus,” kata sosok namja paruh baya pada seorang namja yang ada dihadapannya.
“aku ingin tahu
bagaimana reaksi mereka setelah ini.” Namja itu tampak tersenyum puas atas
kerja anak buahnya.
“ye, Sajangnim.”
Jawab sang bawahan seraya membungkuk hormat.
“baiklah kau boleh
kembali ke pekerjaan mu sekarang.”
“ye, Sajangnim.”
Setelah membungkuk sang suruhan pun pergi meninggalkan sang tuan yang tengah
menikmati wine di tangannya.
“mianhae, jeongmal
mianhae” batin nya dengan sorot mata yang seketika berubah sedih.
Setelah menaruh
gelas yang tadi di pegang nya pria paruh baya itu duduk di kursi kerjanya.
Perlahan ia membuka laci meja kerjanya dan mengambil sebuah bingkai foto yang
selalu ia simpan di tempat itu. Pria itu memandang dengan sedih sosok yang ada
di dalam foto itu.
“akhirnya, setelah
sekian lama Appa menemukan mu.” Pria itu begumam seraya terus memandang bingkai
yang ada di tangan nya.
“Appa bersyukur
karena kau berada di tempat yang tepat.” Pria itu tersenyum simpul ketika tadi
ia mendengar kabar perkembangan tentang pencarian yang sekian lama ia lakukan
membuahkan hasil yang sangat bagus.
Tak sia-sia ia
membayar mahal detektif untuk mencari kebaradaan putra semata wayangnya. Tapi
pandangan itu berubah saat ia ingat penyebab ia harus kehilangan buah hatinya.
Wanita itu, wanita yang sudah tega membuang darah dagingnya dan membuat nya
terpisah dan tak bisa melihat putranya.
Rasa marah itu
kian menjadi saat ia ingat kata-kata istrinya saat pertemuan nya kembali
beberapa waktu lalu. Ia berjanji dalam hati kalau sampai terjadi sesuatu pada
putranya, ia akan membalas dua kali lipat atas apa yang dialami oleh putra
semata wayangnya.
Kangin langsung
meninggalkan ruang rapat saat ia mendapat telpon dari Yeon Ra kalau Soo Hyun
dan Kyuhyun saat ini ada di Rumah Sakit Seoul. Berbagai pikiran buruk terus
berkelebat di benaknya. Apa lagi saat ia mendengar suara istrinya yang serak
saat tadi menelpon sudah bisa di pastikan kalau sudah terjadi hal buruk dengan
kedua anaknya.
Setelah memarkir
mobilnya, Kangin langsung berlari menuju ruang informasi untuk menanyakan
keberadaan sang putra saat ini. Kangin benar-benar tak peduli jika dia
sebenarnya tak boleh berlari di ruang UGD tapi Kangin tak mau membuang waktu
nya untuk bisa bertemu dan melihat kondisi Soo Hyun serta istrinya dan juga
Kyuhyun.
“Yeon Ra,”
panggilnya setelah ia melihat istrinya tengah duduk di kursi ruang tunggu di depan UGD dan di sebelahnya tampak
si bungsu yang terus menunduk dengan bahu yang tampak gemetar.
Kangin bergegas
menghampiri keduanya, Yeon Ra langsung menghambur ke dalam pelukan suaminya
saat melihat Kangin berjalan mendekat ke arahnya. Dengan tangis yang kembali
terdengar Yeon Ra menceritakan apa yang tadi di sampaikan oleh Dokter sebelum
membawa Soo Hyun ke dalam ruang Operasi.
Kangin dengan
sabar mengusap punggung istrinya, meskipun ia juga sedih tapi Kangin berusaha
untuk tetap tenang. Dan saat manic Kangin menangkap sosok putra bungsunya rasa
sakit itu kembali ia rasakan. Dapat ia lihat putra nya pasti sangat merasa
bersalah atas kejadian ini. Setelah istrinya tenang, Kangin pun mendekati putra
bungsunya.
“Kyuhyun-ah,”
panggilnya pelan. Tak ada jawaban apapun dari bibir Kyuhyun atas panggilan
ayahnya, melainkan suara isakan lirih yang menjawab panggilan itu. Demi apapun
Kangin langsung meraih Kyuhyun ke dalam pelukan nya. Dan saat itu lah tangis
Kyuhyun semakin jadi.
“Hyunie hyung…..”
hanya itu yang keluar dari bibir Kyuhyun, bahkan saat tadi sang ibu datang pun
Kyuhyun hanya memanggil-manggil sang hyung.
“ssstt, hyung mu
pasti baik-baik saja Kyu,” Kangin mencoba menghibur anaknya yang tak hentinya
memanggil sang hyung. “Soo Hyun adalah anak yang kuat, Appa yakin dia tidak
akan menyerah begitu saja.”
“Kyunie……
Kyunie….. melihat mereka memukuli Hyunie hyung, Appa,” adu nya dengan diiringi
air mata yang masih mengalir membasahi wajah pucatnya.
“semua pasti
baik-baik saja, Kyuhyun harus yakin dan terus berdoa agar Hyunie hyung bisa
bertahan” Yeon Ra berkata seraya ikut memeluk putra bungsunya yang tampak
sangat terpukul itu.
“ini semua
gara-gara Kyunie, kalau saja Kyunie membantu. Hyunie hyung tidak akan seperti
ini.” Tangis Kyuhyun malah semakin menjadi. Kyuhyun merasa sangat bersalah
karena sudah membuat hyungnya terluka seperti itu.
Bayangan Soo Hyun
beberapa saat yang lalu membuat Kyuhyun semakin takut kalau hyung nya itu
benar-benar pergi meninggalkannya. Wajah yang penuh rasa sakit itu seakan
menohok hati Kyuhyun karena telah bersikap acuh saat hyungnya meminta maaf.
Kyuhyun tak pernah menyangka akan ada kejadian tadi. Apa harus dengan cara
seperti ini ia harus kehilangan sosok yang sangat berarti baginya, sosok yang
sudah menemani dan menyayanginya tanpa mempedulikan dirinya sendiri dari
tekanan sang nenek yang tak menginginkan keberadaannya.
Waktu serasa berjalan
begitu lambat, dan pintu ruang Operasi itu tak juga terbuka meski uisa dan
ganhosa keluar masuk tapi tak ada satupun dari mereka yang memberitahu Kangin
tentang keadaan putra sulungnya. Sementara itu Yeon Ra tampak tertidur meski
kecemasan masih terlihat jelas di wajah cantik wanita itu. Sedangkan Kyuhyun
bocah itu juga tertidur karena lelah menangis.
Kangin sendiri,
meski kantuk menderanya tapi ia jelas tak bisa tidur karena rasa cemas yang
menekan kuat batinnya. Ia teringat dengan pembicaraan nya dengan Tuan Kim
kemaren, Kangin tak pernah menyangka kalau kebencian Nyonya Kim pada Soo Hyun
hingga seperti itu. Apa mungkin ini adalah perbuatan ibunya? Tapi Kangin tak
ingin mempercayai itu.ibu nya tak mungkin melakukan hal keji seperti ini.
Flashback….
“yeoboseo… Appa?”
“….”
“ye? Mwo? Itu
tidak mungkin Appa?”
“….”
Kangin tampak
tegang saat mendengarkan sang penelpon yang ternyata adalah Tuan Kim yang
memberitahu nya kalau Nyonya Kim menemukan surat perjanjian yang pernah mereka
buat untuk Soo Hyun. Dalam hati Kangin berdoa semoga Oemmanya tak menemukan
surat yang lainnya lagi. Kalau tidak maka nasib Soo Hyun pasti lebih susah lagi
jika Nyonya Kim sudah melampiaskan kemarahan nya pada putranya itu.
“Appa jangan
khawatir soal Soo Hyun, aku tak akan membiarkan Oemma melakukan itu.” Kangin
mencoba meyakinkan ayahnya “bagaimanapun Soo Hyun sudah menjadi bagian dari
keluarga kita. Dan ia adalah anak sulung dan cucu laki-laki keluarga Kim.”
“….”
“guraeyo Appa,
Kangin tahu apa yang harus di lakukan.” Kangin menghela napas lega “nde, aku
juga yakin Yeon Ra pasti tidak rela jika Soo Hyun pergi dari rumah kami. Nde,
anyeong.” Kangin memandangi posel nya dengan perasaan campur aduk, dalam hati
ia bertekat akan terus melindungi dan mempertahan kan Soo Hyun apapun yang
terjadi meski ia harus melawan Nyonya Kim ia tak peduli.
Flashback end
Panti Asuhan Seoul
Leeteuk dan Yesung
yang baru saja pulang, di kejutkan dengan kedatangan seorang wanita yang tengah
marah-marah pada suster Jang dan Suster Kepala panti. Keduanya semakin terkejut
saat tahu kalau wanita itu menyebut-nyebut nama Soo Hyun.
“ada apa ini”?
Tanya Leeteuk seraya mendekati mereka
“ini bukan urusan
mu anak muda,” wanita itu ketus
Yesung dan Leeteuk
langsung mengernyit mendengar itu, kalau saja wanita itu bukan tamu. Leeteuk
langsung mencengkeram lengan Yesung saat namja itu hendak merangsek diantara
suster Jang dan wanita itu.
“maaf kalau kami tidak bisa memberitahu anda dengan
siapa dan dimana sekarang ini Soo Hyun tinggal.” Suster Kepala dengan gaya khas
nya menjawab pertanyaan wanita itu, dan senyum tak pernah lepas dari bibirnya
meski sang lawan bicara bersikap kasar dan tampak tak sabaran.
“lagi pula
bukankah dulu anda yang meninggalkan Soo Hyun kecil di depan pintu panti ini,”
jelasnya lagi dengan kalem “ bahkan tanpa satu kata pun anda meninggalkan anak
malang itu begitu saja.”
“padahal Soo Hyun
begitu mengharapkan kedatangan anda setiap ada yang datang ke tempat ini.”
Suster Jang ikut bicara “anak itu begitu berharap suatu hari anda datang dan
menjemputnya. Tapi apa yang anda lakukan selama ini?”
“aku rasa
kedatangan anda sudah terlambat, saya tidak yakin kalau Soo Hyun masih mengharapkan
kedatangan anda ini.” Lanjutnya dengan enggan
“bagaimana mungki
dia tidak mengharapkan kedatangan ku.” Wanita itu berseru penih emosi
“bagaimana pun juga aku adalah ibu kandungnya, dia pasti masih mengharapkan
kedatangan ku.” Wanita itu masih teguh dengan keyakinan nya
Tapi Suster Jang
dan Suster kepala hanya tersenyum menanggapi hal itu. Sementara itu Leeteuk dan
Yesung masih mencerna apa yang tengah mereka perdebatkan itu. Hingga Leeteuk
teringat dengan foto yang kemaren di temukan Yesung diantar barang-barang milik
Soo Hyun.
Ia terbelalak saat
menyadari kalau wanita itu sama dengan yang ada di dalam foto milik Soo Hyun
yang ia lihat kemaren, jadi ini kah ibu Soo Hyun? Leeteuk tak menyangka wanita
secantik ini tega membuang darah dagingnya hingga begitu lama. Padahal wajah
itu terlihat seperti orang baik-baik tapi dia berdarah dingin. Leeteuk kembali
teringat saat Soo Hyun menceritakan tentang ibunya.
Flashback
“kau tahu hyung,
sampai saat ini aku masih berharap nae oemma datang dan menjemput ” cerita Soo
Hyun saat mereka tengah duduk di taman samping gereja
“hyung harap
keinginan mu untuk bisa bertemu dengan ahjuma bisa segera terwujud, saeng”
Leeteuk menepuk bahu Soo Hyun menyemangati
“tapi kadang aku
juga meragukan itu. Seandainya dia datang di saat yang sudah terlambat, aku
tidak yakin bisa menemuinya lagi.” Soo Hyun tampak sedih saat mengucapkan itu.
Leeteuk bisa mengerti itu ia sendiri kadang berharap bisa ertemu dan berkumpul
lagi dengan kedua orang tua dan adiknya tapi itu jelas sangat mustahil karena
ia tahu benar dimana sekarang keluarganya. Ya, mereka sudah tinggal dan tenang
di alam keabadian.
Flashback off
Seandainya kau
masih ada di sini, mungkin apa yang dulu kau harapkan akan terwujud saeng.
Batin Leeteuk miris saat ia ingat harapan Soo Hyun saat itu. Yesung hanya bisa
diam melihat apa yang ada di hadapan nya saat ini, dan lagi saat ia melihat
ekspresi sedih hyungnya.
Leeteuk yang
hendak bertanya pada Suster Jang, di kagetkan dengan getaran ponsel di saku
celananya, namja itu tak langsung mengangkat panggilan itu karena nomor yang
ada di layar ponselnya tak ia kenal tapi setelah beberapa detik kemudian ia
menjawab panggilan itu.
“yeoboseyo….”
Leeteuk menjawab seraya berjalan menjauh dari tempat itu, Yesung karena
penasaran namja itu pun mengikuti Leeteuk.
“……”
Entah apa yang
sudah di dengar oleh Leeteuk dari sang penelpon tiba-tiba Leeteuk menjadi
tegang dengan wajah yang tak bisa dijelaskan. Yesung pun mendekati hyungnya
mencoba untuk mencari tahu tapi belum sempat Yesung bertanya Leeteuk langsung
berlari keluar.
Yesung tahu pasti
sudah terjadi sesuatu, tapi apa itu Yesung masih ragu. Tapi melihat reaksi
Leeteuk yang sampai seperti ini hanya ada satu kemungkinan yang terjadi. Yesung
terus mengikuti kemana Leeteuk berlari dan ia semakin yakin saat melihat
Leeteuk berlari ke tempat ia tadi memarkirkan mobil Audi putih milik hyungnya.
Setelah berada di
dalam mobil Yesung terus memperhatikan Leeteuk yang terlihat panic dan cemas
luar biasa, Yesung langsung ingat kejadian yang hampir mirip dengan ini dan
Yesung langsung tahu apa yang bisa membuat Leeteuk seperti ini, ya dan hal ini
pasti ada hubungan nya dengan anak itu, Soo Hyun.
Saat Leeteuk
hendak menstarter mobilnya, Yesung meraih tangan yang terlihat gemetaran itu
hingga Leeteuk menoleh ke arah Yesung. Begitu kedua maniknya bertemu dengan
tatapan tajam Yesung, air mata Leeteuk langsung menetes tanpa bisa ia
kendalikan.
“Soo Hyun-ah..”
Yesung sudah menduga nya, tak akan ada hal lain yang mampu membuat hyung nya
jadi seperti ini kecuali anak itu.
“biar aku yang
membawa mobil nya, Teukie hyung!” Leeteuk hanya bisa menurut saat Yesung sudah
berkata seperti itu, ia juga tahu disaat panic dan cemas seperti ini ia tidak
akan bisa membawa mobil dengan benar.
Setelah Leeteuk pindah
ke kursi penumpang dan Yesung duduk di balik kemudi, namja itu segera melajukan
mobil ke tempat yang tadi disebutkan
oleh si penelpon. Sepanjang jalan itu Leeteuk tak hentinya menggumamkan nama Soo
Hyun.
Leeteuk benar-benar
marasakan ketakutan yang tak seperti biasa nya, setelah kejadian dulu itu. Leeteuk
tak ingin kehilangan orang yang ia sayangi lagi, cukup sekali saja ia
kehilangan Dongsaeng dan orang-orang yang ia sayangi, kali ini jangan sampai
hal buruk itu terulang lagi.
“Soo Hyun-ah…. Hyung
mohon bertahanlah” gumaman itu terus terucap dari bibir Leeteuk “hyung tidak
mau kalau harus kehilangan lagi, sudah cukup aku kehilangan Hae. Soo Hyun-ah…. Hyung
mohon, bertahanlah demi hyung dan keluargamu.”
Dalam hati Yesung
pun terus berdoa agar dongsaengnya itu dalam keadaan baik-baik saja. Yesung memang
belum tahu pasti dengan apa yang terjadi dengan Soo Hyun tapi melihat Leeteuk,
namja itu yakin pasti sudah terjadi hal
buruk dengan soo Hyun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar