Sabtu, 29 Maret 2014

FF SECRET


Title            : Secret ch 05
Main cast     : Kim soo hyun, Cho kyuhyun, Leeteuk, Yesung
And other.
Leght           : chaptered
Warning      : typo, ooc, gaje, dan mungkin membosankan >///<
Rate             : T (bisa berubah sesuai kemauan saya ^-^)

Don’t like don’t read

Kyuhyun hanya  terpaku, saat melihat Soo Hyun di hajar di depan matanya. Entah bagaimana kejadian nya yang jelas saat ia akan keluar dari gerbang sekolah, ada beberapa orang tak di kenal menghampirinya. Saat salah satu dari mereka akan melayangkan pukulan ke arah nya tiba-tiba Soo Hyun datang dan berdiri di depan nya.
Kyuhyun tak tahu kapan hyung nya itu datang dan tiba-tiba ada di depannya. padahal Kyuhyun tak begitu peduli dengan hyung nya akhir-akhir ini, tapi Soo Hyun masih mau melindunginya. Tindakan itu semakin membuat Kyuhyun malu sekaligus merasa bersalah.
Meskipun hyung nya bisa beladiri tapi dengan lawan yang tak seimbang dan ditambah jelas saja Soo Hyun menjadi bulan-bulanan orang-orang itu, tapi apa yang dilakukan Kyuhyu, anak itu hanya bisa diam dan melihat saja, benar-benar pecundang.
Saat melihat lawan nya tak berdaya maka orang-orang itu pun meninggalkan Soo hyun dan Kyuhyun begitu saja.

“Kyu…Hyun-ah,” panggilan itu terdengar sangat pelan dan serak “kau… tidak… apa-apa…. Kan?” Soo Hyun berusaha untuk bangun tapi tiba-tiba rasa nyeri menghantam dada kirinya. Spontan ia mencengkaram nya dengan sangat kuat mencoba untuk mengurangi nya tapi rasa sesak itu kian bertambah saja dan hampir-hampir ia tak sanggup menahan nya lebih lama lagi.
Dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki Soo Hyun mencoba untuk meraih kaki Kyuhyun yang masih diam terpaku di tempatnya.
“Kyuhyunie,” sekali lagi Soo Hyun berusaha memanggil adiknya,tapi sepertinya itu masih belum membuat Kyuhyun keluar dari lamunan nya. Barulah saat Soo Hyun meraih kaki namja itu, Kyuhyun seketika terjingkat dan melihat Soo Hyun yang kini tergeletak di bawahnya dengan keadaan yang sangat menghawatirkan.
“Hyunie hyung…” hanya itu yang bisa keluar dari bibir pucat Kyuhyun. Dan setelah itu Soo hyun tak tahu apa yang terjadi setelahnya karena pandangan nya berubah menjadi gelap. Dan dia pingsan, tapi sebelum itu Soo Hyun masih bisa mendengar suara Kyuhyun yang berteriak memanggil namanya berberapa kali.



“kerja yang bagus,” kata sosok namja paruh baya pada seorang namja yang ada dihadapannya.
“aku ingin tahu bagaimana reaksi mereka setelah ini.” Namja itu tampak tersenyum puas atas kerja anak buahnya.
“ye, Sajangnim.” Jawab sang bawahan seraya membungkuk hormat.
“baiklah kau boleh kembali ke pekerjaan mu sekarang.”
“ye, Sajangnim.” Setelah membungkuk sang suruhan pun pergi meninggalkan sang tuan yang tengah menikmati wine di tangannya.
“mianhae, jeongmal mianhae” batin nya dengan sorot mata yang seketika berubah sedih.
Setelah menaruh gelas yang tadi di pegang nya pria paruh baya itu duduk di kursi kerjanya. Perlahan ia membuka laci meja kerjanya dan mengambil sebuah bingkai foto yang selalu ia simpan di tempat itu. Pria itu memandang dengan sedih sosok yang ada di dalam foto itu.
“akhirnya, setelah sekian lama Appa menemukan mu.” Pria itu begumam seraya terus memandang bingkai yang ada di tangan nya.
“Appa bersyukur karena kau berada di tempat yang tepat.” Pria itu tersenyum simpul ketika tadi ia mendengar kabar perkembangan tentang pencarian yang sekian lama ia lakukan membuahkan hasil yang sangat bagus.
Tak sia-sia ia membayar mahal detektif untuk mencari kebaradaan putra semata wayangnya. Tapi pandangan itu berubah saat ia ingat penyebab ia harus kehilangan buah hatinya. Wanita itu, wanita yang sudah tega membuang darah dagingnya dan membuat nya terpisah dan tak bisa melihat putranya.
Rasa marah itu kian menjadi saat ia ingat kata-kata istrinya saat pertemuan nya kembali beberapa waktu lalu. Ia berjanji dalam hati kalau sampai terjadi sesuatu pada putranya, ia akan membalas dua kali lipat atas apa yang dialami oleh putra semata wayangnya.



Kangin langsung meninggalkan ruang rapat saat ia mendapat telpon dari Yeon Ra kalau Soo Hyun dan Kyuhyun saat ini ada di Rumah Sakit Seoul. Berbagai pikiran buruk terus berkelebat di benaknya. Apa lagi saat ia mendengar suara istrinya yang serak saat tadi menelpon sudah bisa di pastikan kalau sudah terjadi hal buruk dengan kedua anaknya.
Setelah memarkir mobilnya, Kangin langsung berlari menuju ruang informasi untuk menanyakan keberadaan sang putra saat ini. Kangin benar-benar tak peduli jika dia sebenarnya tak boleh berlari di ruang UGD tapi Kangin tak mau membuang waktu nya untuk bisa bertemu dan melihat kondisi Soo Hyun serta istrinya dan juga Kyuhyun.
“Yeon Ra,” panggilnya setelah ia melihat istrinya tengah duduk di kursi ruang  tunggu di depan UGD dan di sebelahnya tampak si bungsu yang terus menunduk dengan bahu yang tampak gemetar.
Kangin bergegas menghampiri keduanya, Yeon Ra langsung menghambur ke dalam pelukan suaminya saat melihat Kangin berjalan mendekat ke arahnya. Dengan tangis yang kembali terdengar Yeon Ra menceritakan apa yang tadi di sampaikan oleh Dokter sebelum membawa Soo Hyun ke dalam ruang Operasi.
Kangin dengan sabar mengusap punggung istrinya, meskipun ia juga sedih tapi Kangin berusaha untuk tetap tenang. Dan saat manic Kangin menangkap sosok putra bungsunya rasa sakit itu kembali ia rasakan. Dapat ia lihat putra nya pasti sangat merasa bersalah atas kejadian ini. Setelah istrinya tenang, Kangin pun mendekati putra bungsunya.
“Kyuhyun-ah,” panggilnya pelan. Tak ada jawaban apapun dari bibir Kyuhyun atas panggilan ayahnya, melainkan suara isakan lirih yang menjawab panggilan itu. Demi apapun Kangin langsung meraih Kyuhyun ke dalam pelukan nya. Dan saat itu lah tangis Kyuhyun semakin jadi.
“Hyunie hyung…..” hanya itu yang keluar dari bibir Kyuhyun, bahkan saat tadi sang ibu datang pun Kyuhyun hanya memanggil-manggil sang hyung.
“ssstt, hyung mu pasti baik-baik saja Kyu,” Kangin mencoba menghibur anaknya yang tak hentinya memanggil sang hyung. “Soo Hyun adalah anak yang kuat, Appa yakin dia tidak akan menyerah begitu saja.”
“Kyunie…… Kyunie….. melihat mereka memukuli Hyunie hyung, Appa,” adu nya dengan diiringi air mata yang masih mengalir membasahi wajah pucatnya.
“semua pasti baik-baik saja, Kyuhyun harus yakin dan terus berdoa agar Hyunie hyung bisa bertahan” Yeon Ra berkata seraya ikut memeluk putra bungsunya yang tampak sangat terpukul itu.
“ini semua gara-gara Kyunie, kalau saja Kyunie membantu. Hyunie hyung tidak akan seperti ini.” Tangis Kyuhyun malah semakin menjadi. Kyuhyun merasa sangat bersalah karena sudah membuat hyungnya terluka seperti itu.
Bayangan Soo Hyun beberapa saat yang lalu membuat Kyuhyun semakin takut kalau hyung nya itu benar-benar pergi meninggalkannya. Wajah yang penuh rasa sakit itu seakan menohok hati Kyuhyun karena telah bersikap acuh saat hyungnya meminta maaf. Kyuhyun tak pernah menyangka akan ada kejadian tadi. Apa harus dengan cara seperti ini ia harus kehilangan sosok yang sangat berarti baginya, sosok yang sudah menemani dan menyayanginya tanpa mempedulikan dirinya sendiri dari tekanan sang nenek yang tak menginginkan keberadaannya.


Waktu serasa berjalan begitu lambat, dan pintu ruang Operasi itu tak juga terbuka meski uisa dan ganhosa keluar masuk tapi tak ada satupun dari mereka yang memberitahu Kangin tentang keadaan putra sulungnya. Sementara itu Yeon Ra tampak tertidur meski kecemasan masih terlihat jelas di wajah cantik wanita itu. Sedangkan Kyuhyun bocah itu juga tertidur karena lelah menangis.
Kangin sendiri, meski kantuk menderanya tapi ia jelas tak bisa tidur karena rasa cemas yang menekan kuat batinnya. Ia teringat dengan pembicaraan nya dengan Tuan Kim kemaren, Kangin tak pernah menyangka kalau kebencian Nyonya Kim pada Soo Hyun hingga seperti itu. Apa mungkin ini adalah perbuatan ibunya? Tapi Kangin tak ingin mempercayai itu.ibu nya tak mungkin melakukan hal keji seperti ini.

Flashback….
“yeoboseo… Appa?”
“….”
“ye? Mwo? Itu tidak mungkin Appa?”
“….”
Kangin tampak tegang saat mendengarkan sang penelpon yang ternyata adalah Tuan Kim yang memberitahu nya kalau Nyonya Kim menemukan surat perjanjian yang pernah mereka buat untuk Soo Hyun. Dalam hati Kangin berdoa semoga Oemmanya tak menemukan surat yang lainnya lagi. Kalau tidak maka nasib Soo Hyun pasti lebih susah lagi jika Nyonya Kim sudah melampiaskan kemarahan nya pada putranya itu.
“Appa jangan khawatir soal Soo Hyun, aku tak akan membiarkan Oemma melakukan itu.” Kangin mencoba meyakinkan ayahnya “bagaimanapun Soo Hyun sudah menjadi bagian dari keluarga kita. Dan ia adalah anak sulung dan cucu laki-laki keluarga Kim.”
“….”
“guraeyo Appa, Kangin tahu apa yang harus di lakukan.” Kangin menghela napas lega “nde, aku juga yakin Yeon Ra pasti tidak rela jika Soo Hyun pergi dari rumah kami. Nde, anyeong.” Kangin memandangi posel nya dengan perasaan campur aduk, dalam hati ia bertekat akan terus melindungi dan mempertahan kan Soo Hyun apapun yang terjadi meski ia harus melawan Nyonya Kim ia tak peduli.
Flashback end


Panti Asuhan Seoul
Leeteuk dan Yesung yang baru saja pulang, di kejutkan dengan kedatangan seorang wanita yang tengah marah-marah pada suster Jang dan Suster Kepala panti. Keduanya semakin terkejut saat tahu kalau wanita itu menyebut-nyebut nama Soo Hyun.
“ada apa ini”? Tanya Leeteuk seraya mendekati mereka
“ini bukan urusan mu anak muda,” wanita itu ketus
Yesung dan Leeteuk langsung mengernyit mendengar itu, kalau saja wanita itu bukan tamu. Leeteuk langsung mencengkeram lengan Yesung saat namja itu hendak merangsek diantara suster Jang dan wanita itu.
“maaf  kalau kami tidak bisa memberitahu anda dengan siapa dan dimana sekarang ini Soo Hyun tinggal.” Suster Kepala dengan gaya khas nya menjawab pertanyaan wanita itu, dan senyum tak pernah lepas dari bibirnya meski sang lawan bicara bersikap kasar dan tampak tak sabaran.
“lagi pula bukankah dulu anda yang meninggalkan Soo Hyun kecil di depan pintu panti ini,” jelasnya lagi dengan kalem “ bahkan tanpa satu kata pun anda meninggalkan anak malang itu begitu saja.”
“padahal Soo Hyun begitu mengharapkan kedatangan anda setiap ada yang datang ke tempat ini.” Suster Jang ikut bicara “anak itu begitu berharap suatu hari anda datang dan menjemputnya. Tapi apa yang anda lakukan selama ini?”
“aku rasa kedatangan anda sudah terlambat, saya tidak yakin kalau Soo Hyun masih mengharapkan kedatangan anda ini.” Lanjutnya dengan enggan
“bagaimana mungki dia tidak mengharapkan kedatangan ku.” Wanita itu berseru penih emosi “bagaimana pun juga aku adalah ibu kandungnya, dia pasti masih mengharapkan kedatangan ku.” Wanita itu masih teguh dengan keyakinan nya
Tapi Suster Jang dan Suster kepala hanya tersenyum menanggapi hal itu. Sementara itu Leeteuk dan Yesung masih mencerna apa yang tengah mereka perdebatkan itu. Hingga Leeteuk teringat dengan foto yang kemaren di temukan Yesung diantar barang-barang milik Soo Hyun.
Ia terbelalak saat menyadari kalau wanita itu sama dengan yang ada di dalam foto milik Soo Hyun yang ia lihat kemaren, jadi ini kah ibu Soo Hyun? Leeteuk tak menyangka wanita secantik ini tega membuang darah dagingnya hingga begitu lama. Padahal wajah itu terlihat seperti orang baik-baik tapi dia berdarah dingin. Leeteuk kembali teringat saat Soo Hyun menceritakan tentang ibunya.

Flashback
“kau tahu hyung, sampai saat ini aku masih berharap nae oemma datang dan menjemput ” cerita Soo Hyun saat mereka tengah duduk di taman samping gereja
“hyung harap keinginan mu untuk bisa bertemu dengan ahjuma bisa segera terwujud, saeng” Leeteuk menepuk bahu Soo Hyun menyemangati
“tapi kadang aku juga meragukan itu. Seandainya dia datang di saat yang sudah terlambat, aku tidak yakin bisa menemuinya lagi.” Soo Hyun tampak sedih saat mengucapkan itu. Leeteuk bisa mengerti itu ia sendiri kadang berharap bisa ertemu dan berkumpul lagi dengan kedua orang tua dan adiknya tapi itu jelas sangat mustahil karena ia tahu benar dimana sekarang keluarganya. Ya, mereka sudah tinggal dan tenang di alam keabadian.
Flashback off

Seandainya kau masih ada di sini, mungkin apa yang dulu kau harapkan akan terwujud saeng. Batin Leeteuk miris saat ia ingat harapan Soo Hyun saat itu. Yesung hanya bisa diam melihat apa yang ada di hadapan nya saat ini, dan lagi saat ia melihat ekspresi sedih hyungnya.
Leeteuk yang hendak bertanya pada Suster Jang, di kagetkan dengan getaran ponsel di saku celananya, namja itu tak langsung mengangkat panggilan itu karena nomor yang ada di layar ponselnya tak ia kenal tapi setelah beberapa detik kemudian ia menjawab panggilan itu.
“yeoboseyo….” Leeteuk menjawab seraya berjalan menjauh dari tempat itu, Yesung karena penasaran namja itu pun mengikuti Leeteuk.
“……”
Entah apa yang sudah di dengar oleh Leeteuk dari sang penelpon tiba-tiba Leeteuk menjadi tegang dengan wajah yang tak bisa dijelaskan. Yesung pun mendekati hyungnya mencoba untuk mencari tahu tapi belum sempat Yesung bertanya Leeteuk langsung berlari keluar.
Yesung tahu pasti sudah terjadi sesuatu, tapi apa itu Yesung masih ragu. Tapi melihat reaksi Leeteuk yang sampai seperti ini hanya ada satu kemungkinan yang terjadi. Yesung terus mengikuti kemana Leeteuk berlari dan ia semakin yakin saat melihat Leeteuk berlari ke tempat ia tadi memarkirkan mobil Audi putih milik hyungnya.
Setelah berada di dalam mobil Yesung terus memperhatikan Leeteuk yang terlihat panic dan cemas luar biasa, Yesung langsung ingat kejadian yang hampir mirip dengan ini dan Yesung langsung tahu apa yang bisa membuat Leeteuk seperti ini, ya dan hal ini pasti ada hubungan nya dengan anak itu, Soo Hyun.
Saat Leeteuk hendak menstarter mobilnya, Yesung meraih tangan yang terlihat gemetaran itu hingga Leeteuk menoleh ke arah Yesung. Begitu kedua maniknya bertemu dengan tatapan tajam Yesung, air mata Leeteuk langsung menetes tanpa bisa ia kendalikan.
“Soo Hyun-ah..” Yesung sudah menduga nya, tak akan ada hal lain yang mampu membuat hyung nya jadi seperti ini kecuali anak itu.
“biar aku yang membawa mobil nya, Teukie hyung!” Leeteuk hanya bisa menurut saat Yesung sudah berkata seperti itu, ia juga tahu disaat panic dan cemas seperti ini ia tidak akan bisa membawa mobil dengan benar.

Setelah Leeteuk pindah ke kursi penumpang dan Yesung duduk di balik kemudi, namja itu segera melajukan mobil  ke tempat yang tadi disebutkan oleh si penelpon. Sepanjang jalan itu Leeteuk tak hentinya menggumamkan nama Soo Hyun.
Leeteuk benar-benar marasakan ketakutan yang tak seperti biasa nya, setelah kejadian dulu itu. Leeteuk tak ingin kehilangan orang yang ia sayangi lagi, cukup sekali saja ia kehilangan Dongsaeng dan orang-orang yang ia sayangi, kali ini jangan sampai hal buruk itu terulang lagi.
“Soo Hyun-ah…. Hyung mohon bertahanlah” gumaman itu terus terucap dari bibir Leeteuk “hyung tidak mau kalau harus kehilangan lagi, sudah cukup aku kehilangan Hae. Soo Hyun-ah…. Hyung mohon, bertahanlah demi hyung dan keluargamu.”
Dalam hati Yesung pun terus berdoa agar dongsaengnya itu dalam keadaan baik-baik saja. Yesung memang belum tahu pasti dengan apa yang terjadi dengan Soo Hyun tapi melihat Leeteuk, namja itu yakin  pasti sudah terjadi hal buruk dengan soo Hyun.


TeBeCe


Selasa, 25 Maret 2014


Secret

Title            : Secret ch 04
Main cast     : - Kim soo hyun, Cho kyuhyun, Leeteuk, Yesung
And other.
Leght                    : chaptered
Warning      : typo, ooc, gaje, dan mungkin membosankan >///<
Rate            : T (bisa berubah sesuai kemauan saya ^-^)

Don’t like don’t read

Kangin hanya diam, ini belum saat nya Soo Hyun mengetahui rahasia yang ia sembunyikan dari putra nya. Meski pun suatu saat nanti Soo Hyun akan mengetahuinya juga tapi untuk sekarang ini cukup ia dan Tuan Kim saja yang tahu masalah yang sebenarnya tetang siapa  yang tadi menemui Soo Hyun.
Ini benar-benar diluar dugaan nya. Padahal di dalam perjanjian yang pernah mereka lakukan dulu kalau Soo Hyun belum dewasa orang-orang itu tidak akan menemui putra nya. Kangin benar-benar tak mengira kalau mereka telah memulai aksi nya.
Kesepakatan yang sempat membuat dirinya dan Yeon Ra bertengkar meski akhirnya sang istri mau mengalah, tapi Kangin tahu ini semua sebenarnya adalah siasat Nyonya Kim untuk menyingkirkan Soo Hyun secara perlahan.
Keheningan itu membuat Soo Hyun merasa tak enak pada ayahnya, setelah beberapa detik berlalu Soo Hyun mencoba mencairkan suasana yang membuatnya jengah itu dengan bertanya pada sang ayah tentang Kyuhyun.
Mengalihkan perhatian, Kangin mengerti itu. Soo Hyun memang selalu seperti itu. Dan itu di ketahui oleh Kangin setelah hampir satu tahun saat Kangin membawa Soo Hyun dari panti asuhan tempatnya di besarkan.


Lagi-lagi Yesung memergoki hyung nya yang tengah berkutat dengan berkas yang terlihat berserakan di meja yang ada di hadapan namja yang sudah bersamanya hampir 26 tahun ini. Meskipun kedekatan mereka mulai terjalin saat mereka sama-sama menghuni sebuah panti yang sama dengan Soo Hyun.
“hyung… “ panggilnya, namun yang ia panggil tak langsung menjawab karena dia tengah asyik dengan tumpukan berkas yang ada di hadapan nya “ Teuki hyung!” panggilnya lagi dengan agak keras, tapi agi-lagi tak ada jawaban dari namja yang ternyata adalah Leeteuk itu.
“aku menemukan ini di lemari pakaian Soo Hyun, yang ada dipanti!” Yesung meletakkan selembar kertas yang ternyata adalah foto seorang anak kecil dan seorang wanita, Yesung tahu kalau anak kecil yang ada di dalam foto itu pastilah Soo Hyun sedangkan yang wanita Yesung menduga itu adalah ibu Soo Hyun.
“Sungie-ah?” Leeteuk langsung meraih apa yang tadi di sodorkan yesung di depan nya, bergantian ia pandangi foto yang ada di tangannya dan Yesung yang berdiri di sampingnya. “kau…. Bagaimana… bisa kau mendapatkan ini?” Leeteuk tak pernah menyangka dengan apa yang di temukan oleh Yesung. Mungkin ini bisa dia jadikan petunjuk.
“ye?” Yesung agak bingung ketika Leeteuk bertanya tentang bagaimana ia bisa mendapatkan foto itu. Yesung sendiri juga heran saat ia menemukan itu di antara barang-barang yang tak di bawa oleh Soo Hyun, padahal setahu mereka foto ini tak pernah sekalipun keluar dari dalam saku Soo Hyun.
Dan semakin heran lah keduanya karena hasil temuan yang tak terduga itu. Entah Soo Hyun lupa atau memang sengaja meninggalkan nya saat ia di bawa oleh keluarga barunya. Mungkin kah Soo Hyun benar-benar tak ingin bertemu dengan orang tua kandungnya? Pertanyaan itu terus berputar di benak Leeteuk. Benarkah Soo Hyun ingin melepaskan semua kepahitan masa lalunya? Tapi mungkin kah ia bisa lepas dari takdirnya?




Somewhere…..
“apa kau menemukan orang yang benar?” Tanya sosok yang tengah duduk di balik sebuah meja marmer yang terletak di sebuah ruangan minimalis tapi terlihat mewah karena perabotan yang ada di dalam ruangan itu.
“aku sangat yakin,” jawabnya seraya menghisap batang rokok yang sedari tadi ada di tangannya. “bahkan aku mengenali tanda lahir yang mungkin tak diketahui oleh bocah malang itu.” Sentum licik terukir di bibir pria itu.
“tapi…. Apa bocah itu tahu kalau itu kau?”
Sang pria tampak terdiam sejenak dan mengingat-ingat pertemuan pertamanya dengan Soo Hyun. Dan dengan senyum menyebalkan pria itu meyakinkan temannya kalau Soo Hyun tak akan mengenalinya.
Dan keduanya pun tertawa karena rencana yang mereka susun selama ini, tinggal menunggu hasil. Membuat Kim Grup beralih ke tangan mereka, dan membuat klan Kim membayar apa yang telah membuat mereka menderita selama ini. Dan lagi-lagi Soo Hyun akan dijadikan senjata untuk melancarkan aksi biadab mereka.




Setelah kejadian waktu itu tampaknya Kyuhyun masih belum mau menegur Soo Hyun padahal Soo Hyun sudah tak mempermasalahkan apa yang membuat adiknya itu marah. Tapi sepertinya itu tak terjadi pada Kyuhyun, bocah itu masih betah mendiamkan sang hyung. Tak jarang pula Kyuhyun tak mempedulikan Soo Hyun yang datang untuk menjempuynya di sekolah. Meskipun begitu tak membuat Soo Hyun menghentikan rutinitas nya itu.
Dan ini sudah hari ke 10 Kyuhyun tak menegur sang hyung meski tak menolak jika Soo Hyun menjemputnya di sekolah, karena sudah merasa jengah dengan sikap diam Kyuhyun akhirnya Soo Hyun memberanikan diri untuk bertanya pada adiknya itu.
“Kyu,” panggilnya saat mendapati Kyuhyun tengah asyik bermain psp di ruang santai. “bisakah kita bicara sebentar?”
Kyuhyun hanya diam tanpa merespon apapun dengan permintaan sang hyung. Soo Hyun mencoba mendekati Kyuhyundan duduk di samping dongsaeng nya yang tengah asyik dengan dunianya itu.
“apa kau masih marah dengan hyung?” Tanya nya langsung, mendengar pertanyaan itu seketika jari Kyuhyun yang tadi dengan lincah memainkan psp langsung berhenti. “hyung minta maaf kalau sikap hyung kemaren membuatmu tak suka,”
Kenapa kau minta maaf padaku hyung. Batin Kyuhyun. Kyuhyun semakin merasa bersalah pada Soo Hyun karena permintaan maaf itu, tidak seharusnya hyung nya itu meminta maaf atas kesalahan yang tidak dia lakukan. Yang harusnya meminta maaf itu aku Hyunie hyung. Iner Kyuhyun.
“hyung benar-benar tidak bermaksud seperti itu, hanya saja….” Soo Hyun tampak engan untuk melanjutkan kalimat yang kini sudah ada di ujung lidahnya, membuat Kyuhyun kini berubah tegang, meski tak ingin memperlihatkan perubahan sikapnya tapi namja itu kini sepenuhnya menunggu apa yang akan Soo Hyun katakan setelah ini.
Tapi sepertinya keingintahuan Kyuhyun tak akan bisa terjawab karena Soo Hyun tampak tak berkeinginan untuk membuka apa yang tadi ingin dia utarakan pada adiknya.
“kau membuang waktu ku hyung,” Kyuhyun langsung beranjak pergi meninggalkan Soo Hyun yang hanya bisa terdiam mendengar nada tak suka dari suara adiknya.
Sementara itu Kyuhyun langsung mengutuk dirinya dalam hati karena kata-kata yang tadi terlontar begitu saja dari bibirnya. Padahal bukan itu yang ia maksudkan tapi entah kenapa melihat Soo Hyun yang tak jadi menjelaskan maksud perkataan nya tadi membuat Kyuhyun kembali marah atas ketidak pekaan nya.
Sedangkan Soo Hyun masih termangu di kursi yang tadi ia pakai duduk bersama Kyuhyun. Soo Hyun mulai merasa kalau tak seharusnya ia memberitahu Kyuhyun tentang ini, tapi ia juga ingin adiknya itu tahu siapa dirinya yang sebenarnya. Soo Hyun tak ingin Kyuhyun tahu dari orang lain. Walaupun sang ayah sudah berpesan kalau dia tak perlu memberitahu Kyuhyun tentang hal ini.
Tapi suatu saat Kyuhyun pasti tahu tentang kebenaran akan jati diri nya, siapa Soo Hyun dan dari mana asalnya. Yang tak ingin Soo Hyun lihat adalah reaksi Kyuhyun saat ia tahu kalau hyung yang begitu ia sayangi selama ini bukanlah hyung  kadungnya tapi hanya orang lain yang datang dari sebuah panti di salah satu sudut kota Seoul.
Soo Hyun bisa membayangkan kekecewaan yang akan Kyuhyun rasa kan saat rahasia itu terbongkar. Mungkin ini saat nya untuk Soo Hyun untuk menyiapkan hati nya jika suatu saat rahasianya terbongkar.
Sebelum beranjak kembali ke kamarnya, Soo Hyun telah memikirkan apa yang nanti akan ia sampaikan pada ayah dan ibunya tentang rencana yang terlintas di benaknya, seandainya dia harus pergi meninggalkan keluarga nya ini dan akan kemana nantinya setelah dia keluar dari rumah ini. Dan untuk Kyuhyun, Soo hyun akan membuat anak itu bisa lepas dari nya meski pun ia harus membuat dongsaenya itu membencinya.

Soo Hyun tak menyadari jika sebenarnya Kyuhyun tak benar-benar pergi dari situ. Namja itu sedari tadi melihat apa yang dilakukan oleh hyung nya. Ada rasa sakit yang menjalar di dadanya saat ia melihat hyung nya yang hanya termangu seorang diri saat tadi dia meninggalkan hyung nya itu.
Melihat wajah sang hyung yang seperti itu membuat Kyuhyun semakin merasa jahat karena mendiamkan hyung nya. Padahal soo Hyun tak melakukan apapun tapi entah kenapa melihat sikap hyung nya yang tak mau jujur itu membuat Kyuhyun gemas. Padahal kalau hyung nya itu mau sekali saja berkata jujur tentang apa yang kini dirasakannya Kyuhyun akan langsung memaafkannya, walaupun sebenarnya Kyuhyun tak membenci hyung nya itu. Tapi sepertinya Kyuhyun juga tengah menyembunyikan satu hal penting dari sang hyung.
Maafkan Kyunie hyung, sebenarnya Kyunie tahu apa yang tadi ingin Sungie hyung katakan. Kyuhyun membatin seraya maniknya tak lepas dari bayangan Soo Hyun yang perlahan meninggalkan ruang tengah dan masuk kedalam kamarnya.
Sampai kapan kau akan menyembunyikan ini dari ku hyung? Sampai kapan? Kyuhyun hanya bisa bertanya dalam hati. Meskipun ia tinggal bersama tapi Kyuhyun merasa tak mengenal siapa sebenarnya hyung nya itu. Meski tinggal lam satu rumah tapu Kyuhyun merasa kalau Soo Hyun kini kian jauh untuk ia dekati seperti dulu saat ia masih balita.
Dalam hati Kyuhyun bertekat untuk mencari tahu tentang apa yang di sembunyikan oleh hyung nya itu. Dan orang yang pasti tahu adalah ayahnya, baiklah Kyuhyun pasti akan mencari tahu hal itu dari ayahnya, meski mungkin itu agak sulit tapi ia bertekat tak akan mundur sebelum ia mendapatkan apa yang ingin ia tahu.





“ini tidak mungkin!” suara itu seketika menghentikan aktifitas Tuan Kim yang tengah asyik membaca Koran sore nya di ruang keluarga.
“yeobo, apa maksudnya ini!” teriak Nyonya Kim seraya menghampiri suaminya, “ini… ini apa yang telah kalian lakukan di belakang ku!”
Tuan Kim dengan santai melipat Koran yang tadi di bacanya dan menaruhnya kembali ke atas meja di depan nya. Dirainya kertas yang tadi di bawa oleh Nyonya Kim dan membacanya. Tuan Kim agak terkejut saat manic nya melihat isi kertas yang ada di tangan nya tapi dengan pandai Tuan Kim menyembunyikan itu dari sang istri agar Nyonya Kim tak curiga.
“kenapa kau hanya diam saja! Apa maksud isi kertas itu yeobo?!”
“memangnya kenapa dengan isi surat ini?” dengan santai Tuan Kim menjawab “ini kan hanya surat biasa dan tak ada yang salah dengan isinya.”
“kau bilang tak ada yang salah? Lantas kenapa ada nama anak itu di sini?” Tanya Nyonya Kim seraya menunjuk nama Soo Hyun yang  tercantum  di dalam kertas yang di pegang oleh suaminya itu.
“aku tak mau tahu. Yang jelas saat kertas ini ada di meja kerja ku lagi, nama anak itu harus diganti” ancam Nyonya Kim “kalau sampai itu masih tetap ada, maka aku tak akan segan untuk mengusir anak itu dari rumah anak ku.”
Tuan Kim tak member respon apapun atas kelakuan istrinya itu. Karena pria itu tahu kapan ia hanrus mengambil tindakan dan kapan dia harus diam. Setelah kepergian istrinya Tuan Kim segera menghubungi Kangin untuk membahas masalah ini.

Seperti biasa nya jika tak ada jam kuliah, Soo Hyun selalu menghabiskan waktunya di perpustakaan. Hari ini tak ada satu mata kuliahpun yang bisa ia pahami, masalahnya dengan Kyuhyun masih belum juga dapat terselesaikan meskipun sang ayah sudah membantunya dan sikap diam Kyuhyun semakin menjadi saja. Bahkan bujukan ibunya pun hanya seperti angin lalu bagi Kyuhyun.
Soo Hyun benar-benar tak habis piker dengan adik nya itu. Meskipun tadi saat ia mengantarnya ke sekolah seperti biasa tapi Soo Hyun tahu kalau sebenarnya Kyuhyun masih marah padanya. Haruskah ia memberitahu rahasianya pada Kyuhyun sekarang? Tapi itu tidak mungkin, ia bisa habis oleh ayahnya jika ia buka mulut sekarang. Baiklah Soo Hyun memutuskan bolos dijam kuliah terakhir hari ini, ia harus bicara dengan adiknya.
Soo Hyun beruntung saat ia sampai di depan gerbang sekolah Kyuhyun bertepatan dengan jam pulang sekolah, seperti biasa Soo Hyun menunggu adiknya keluar di samping gerbang tempat biasa ia menunggu. Namun setelah beberapa menit Soo Hyun tak juga melihat sosok Kyuhyun, akhirnya Soo Hyun bertanya pada salah satu murid yang kebetulan melintas di depan nya.
“em, apa kau kenal dengan Kyuhyun?” Tanya Soo Hyun ramah.
“Kyuhyun?” namja itu agak bingung saat Soo Hyun bertanya.
“eh maksud ku Kim Kyuhyun, dia murid sekolah ini juga”
“oh Kim Kyuhyun, maksud mu anak itu?” kata namja itu seraya menunjuk ke sudut sekolah dimana Kyuhyun tengah di kerumuni oleh beberapa orang anak yang lebih tua dari nya.
Seketika Soo Hyun membelalak kaget saat kedua manic tajam nya menemukan pemandangan yang di tunjuk oleh namja yang tadi ia tanyai tentang keberadaan Kyuhyun, dan tanpa menunggu lagi Soo Hyun berlari menghampiri adik nya.
Kejadian itu begitu cepat hingga membuat Soo Hyun tak tahu apa yang tengah terjadi, hanya saja saat seseorang menghantankan pukulan ke arah Kyuhyun dia langsung berdiri di depan tubuh adiknya itu. Dan sedetik kemudian Soo Hyun merasakan dada sebelah kirinya terasa seperti dicengkram dengan sangat kuat dan terasa nyeri yang membuatnya kesulitan bernapas.
TeBeCe













 nb akhirnya lanjut juga ff ini meski mungkin cuma beberapa ja yang mau membacanya aku tetep berterimakasih buat kalian yang sudah mau meluangkan waktu untuk tetap membaca ff absurd ku ini :P semoga masih mau untuk terus ngikutin ff ini ya *dilempar lemari sama yang baca karena kebanyakan ngomong 

Selasa, 18 Maret 2014



Secret




Title            : Secret ch 03
Main cast     : Kim soo hyun, Cho kyuhyun, Leeteuk, Yesung
And other.
Leght           : chaptered
Warning      : typo, ooc, gaje, dan mungkin membosankan >///<
Rate             : T (bisa berubah sesuai kemauan saya ^-^)



Don’t like don’t read



“aku ingin dia kembali pada ku apapun yang terjadi!” seru seseorang yang ada di sebuah ruangan remang-remang di salah satu bangunan yang bisa di bilang mewah itu.
“tapi bukankah kau sudah membuangnya, Noona?” sang lawan bicara mencoba berargumen.
“aku tahu, tapi apakah kau pernah berpikir bahwa dia bisa kita manfaatkan untuk membuat Kim Grup bisa beralih ke tangan kita” senyum licik terlihat setelah perempuan itu mengatakan tujuan busuknya.
Sang lawan bicara tampak berpikir setelah mendengar jawaban itu, benar juga bukan kah ini adalah tujuan yang mereka rencanakan selama hampir tiga tahun ini. Dendam yang tersimpan karena rasa tak terima atas apa yang pernah ia dapatkan dari perlakuan yang sangat tidak pantas dari sang pemilik Kim Grup.
“aku sudah lama sekali menunggu kesempatan bagus seperti ini,” katanya lagi “kau tau gara-gara siapa Noona jadi seperti ini?”
“kalau saja nenek tua itu tidak berbuat curang mungkin, aku masih bisa bersama dengan anak ku saa ini.” Suara wanita itu berubah ketika ia kembali mengingat masa lalu yang membuatnya berbuat tega kepada darah daging nya sendiri.
Meskipun rasa sesal itu kadang datang, tapi seolah dia tidak merasakan hal itu, karena hati nya seperti telah mendingin dan beku. Tapi meski bagaimanapun hati seorang ibu tak pernah bisa berdusta kalau dia juga merindukan anaknya.





“apa yang kau dapatkan kali ini hyung?” Tanya seorang namja pada orang yang tadi ia panggil hyung yang tengah asyik berkutat dengan berkas yang ada di tangannya.
“eemm, tidak banyak” sang namja menjawab seraya terus memperhatikan kertas yang ia pegang. “ini masih kurang untuk di jadikan bukti, aku harus memperluas daerah pencarian kita.”
“apa perlu kita meminta bantuan teman hyung yang ada di daerah selatan?”
“itu masih belum perlu, Sungie-ah” namja yang di panggil Sungie hanya mengangguk mengiyakan sang hyung.
“heem,” sang namja yang tadi dipanggil hyung tampak menghela napas lelah, ini mungkin adalah kasus tersulit yang ia tangani, meskipun hampir sesulit  apapun kasus yang ia kerjakan selalu berhasil tapi yang kali ini seolah semua jalan untuk nya bisa menemukan sang pelaku seperti tertutup rapat oleh kabut tebal yang membentang di depan nya.
Setelah itu hanya sunyi yang terjadi diantara keduanya, kedua namja itu tampak larut dengan pikiran mereka masing-masing. Hingga beberapa detik kemudian namja yang tadi di panggil Sungie atau Yesung itu bertanya pada sang hyung.
“hyung, kira-kira sekarang ini bagaimana kabar Soo Hyun, ya?” pertanyaan Yesung seketika membuat sang hyung tersenyum,
“kau benar juga, sudah lama juga kita tidak bertemu dengan nya lagi setelah acara natal kemaren,saat dia dan keluarganya berkujung ke panti” sang hyung kembali terlamun saat mengingat acara pertemuan akhir tahun itu.
Senyum yang tadi telihat di wajah teduh sang hyung tiba-tiba berubah muram ketika ia teringat sesuatu yang membuatnya tak tenang akhir-akhir ini. Dan itu terlihat jelas oleh Yesung, namja itu tahu kalau sang hyung sebenarnya tengah memikirkan masalah lain hingga membuat nya tak bisa konsen pada kasus yang kini sedang mereka tangani.
Tapi Yesung tak bisa mengorek hal itu karena sang hyung tak pernah mau bercerita tentang apa yang sedang ia pikirkan selain kasus  yang sedang mereka tangani saat ini. Sempat terpikir oleh Yesung kalau hal itu ada sangkut pautnya dengan dongsaeng mereka Soo Hyun, tapi bukan kah sekarang anak itu sudah nyaman dengan keluarga barunya?
Entah lah itu hanyalah dugaan Yesung saja tapi, terbersit niat untuk namja itu mencari tahu sendiri tanpa ia bilang pada sang hyung.





Waktu pun begitu cepat berlalu tanpa terasa dan kini Kyuhyun semakin tumbuh menjadi anak yang pintar dan tampan. Begitupun dengan Soo Hyun, meskipun masih duduk di elementary school Kyuhyun seperti tak menunjukkan hal itu, begitupun dengan sang hyung di usianya yang terbilang masih muda ia sudah di percaya sang ayah untuk membantu di perusahaan yang di pegang sang ayah. Meskipun masih dengan cara sembunyi-sembunyi tapi Soo Hyun dan Kangin sangat menikmati hal itu.
Soo Hyun hanya akan ke kantor kalau sang ayah membutuhkan nya, meski tak jarang Soo Hyun membantu ayahnya dari rumah ataupun dari Kampusnya. Itu mereka lakukan agar sang nenek tak menaruh curiga.
Dan yang tahu tentang taktik ini hanyalah Tuan Kim karena ide ini adalah hasil pemikiran beliau. Karena Tuan Kim tahu kalau Soo Hyun memiliki jiwa sebagai seorang pemimpin yang Soo Hyun sendiri tak menyadarinya.
Dan satu orang lagi yang tahu tentang ide gila Tuan Kim tersebut dia adalah Han Yeon Ra istri kesayangan dan juga menantu kebanggaan Tuan Kim. Meski awalnya Yeon Ra menentang hal itu tapi akhirnya ia menuruti saja apa yang menjadi keinginan ayah mertuanya itu.




Meskipun begitu ada sebuah rasa sesal mendalam yang kini dirasakan oleh Soo Hyun. Ya, selama ini siapa Soo Hyun sebenarnya tak ada yang tahu selain orang tua dan juga Nyonya dan Tuan Kim. Kyuhyun? Bocah itu tak pernah tahu kalau sebenarnya hyung yang sangat ia kagumi bukan lah hyung kandungnya, karena memang Kangin dan Yeon Ra tak pernah mengungkit-ungkit tentang jati diri Soo Hyun di depan Kyuhyun.
Itu terjadi setelah Yeon Ra mengandung Kyuhyun, dan Karena perlakuan Nyonya Kim pada Soo Hyun setelah tahu kalau dia akan memiliki penerus dan bakal calon pewaris yang akan meneruskan nama keluarga Kim.
Apa yang akan terjadi nanti seandainya  Nyonya Besar itu membuka rahasia ini di depan cucu kesayangannya, maka itulah kenapa Soo Hyun tidak berani terang-terangan membantu di perusahaan ayahnya. Karena salah satu kesepakatan yang di buat Nyonya Kim agar dia mau menutup mulutnya adalah Soo Hyun tidak pernah di ijinkan untuk ikut campur dalam mengurusi perusahaannya.
Karena bagi sang Nyonya besar yang berhak atas semua asset Kim Grup hanyalah orang-orang yang ia masukkan dan diakui di dalam silsilah keluarga besarnya. Dan Nyonya Kim menganggap Soo Hyun hanyalah orang luar yang tak memiliki andil apapun.
Sangat miris memang, meskipun begitu Soo Hyun masih merasa beruntung karena Kangin dan Yeon Ra serta Tuan Kim masih memberinya kepercayaan atas dirinya di perusahaan ayahnya itu.




Hari itu langit tiba-tiba mendung, dan angin bertiup sangat  kencang. padahal pagi nya matahari begitu cerah bersinar. Entahlah, ini seperti sebuat firasat. Soo Hyun yang saat itu baru selesai dengan kuliahnya segera bergegas untuk pulang dan menjemput Kyuhyun di sekolahnya.
Soo Hyun agak mempercepat jalannya ketika ia sampai di belokkan terakhir sebelum sekolah Kyuhyun. Namun langkah namja itu terhenti ketika ada sesosok pria dengan pakaian serba hitam menghalangi jalan nya.
“ mau kemana kau anak muda?” pria dengan setelan serba hitam dan kacamata hitam yang menutupi sebagian wajahnya itu tampak menyeringai.
“nu… nuguya?” Soo Hyun sedikit gugup saat dia bertanya.
Pria yang ada di depan Soo Hyun hanya tersenyum licik, dengan lagak sok nya pria itu berjalan mendekati Soo Hyun. Dengan posisi yang tak menguntungkan Soo Hyun hanya bisa pasrah saat pria itu menghimpitnya di antara tembok pembatas yang ada di belakangnya.
Wajah pria itu seolah mengingatkan Soo Hyun pada seseorang, tapi saat ia mencoba mengingatnya bayangan itu terlihat kabur dan tak jelas. Tapi sosok yang ada di depan nya ini seperti tak asing untuk nya. Soo Hyun seperti merasakan ada kedekatan yang aneh dengan pria di depan nya ini.
Semakin ia mencoba mengingatnya ada rasa ketakutan yang tiba-tiba hadir dalam batin nya. Soo Hyun seolah bisa merasakan akan terjadi hal buruk setelah ini. Tapi itu segera ia tepis jauh-jauh dari hati nya, ini mungkin hanya kebetulan. Dan Soo Hyun tak ingin memikirkan apapun selain cara bagaiman ia bisa lepas dari pria aneh ini.
Dan dengan cepat otak nya berpikir mencari jalan untuk meloloskan diri. Akhirnya celah itu pun ia dapatkan saat sang pria aneh itu kehilangan sedikit fokusnya saat ponsel dalam kantong jas nya berdering. Dengan agak kesal dia menjawab telepon yang mengganggu kesenangannya itu. Dan itu tak disia-siakan oleh Soo Hyun.




 Kyuhyun heran saat ia melihat Soo Hyun datang dengan napas terengah-engah dan peluh membasahi wajahnya. Apa hyung nya itu habis marathon dari kampusnya untuk sampai di sekolahnya ini?
Padahal kyuhyun tak menyuruhnya untuk cepat-cepat menjemputnya, dan Kyuhyun semakin mengerutkan keningnya saat mendapati wajah hyung nya terlihat pucat.
“Hyunie hyung, gwenchanayo?” Tanya nya penuh kecemasan.
“nan gwenchanayo, saeng” meskipun senyum terukir di wajah manis Soo Hyun tak lantas membuat Kyuhyun tersenyum lega.
Kyuhyun malah semakin curiga hingga reflek tangan nya menyentuh dahi sang hyung untuk memastikan kecurigaan nya. Tak ada yang aneh, tapi kenapa wajah hyungnya tampak begitu pucat, Kyuhyun hendak bertanya tapi Soo Hyun langsung mengelendeng adik nya itu untuk segera pergi dari tempat itu.
“hyung…” panggilan itu hanya dibalas Soo Hyun dengan gumaman
“heem” tanpa menoleh Soo Hyun merespon panggilan Kyuhyun.
“Hyunie hyung….!” Serunya lagi seraya mengibaskan genggaman tangan sang hyung.
“waeyo, saeng?” Tanya Soo Hyun dengan wajah penuh keheranan melihat keanehan Kyuhyun itu.
“kenapa kau tak pernah mau jujur pada Kyunie?” semakin heranlah Soo Hyun mendengar pertanyyan yang menurutnya tak masuk akal itu. Tak biasanya Kyuhyun seperti ini, marah tanpa alasan. Padahal meskipun Soo Hyun kadang tak terlalu merespon baik apa yang di tanyakan oleh adik nya itu.
“apa Hyunie hyung sudah tak sayang lagi sama Kyunie?” wajah memelas itu seketika membuat Soo hyun menghentikan langkahnya dan berbalik.
“kenapa kau bertanya seperti itu, saeng?” Soo Hyun semakin heran saja ada apa sebenarnya dengan adiknya itu, “apa ada yang mengganggumu tadi di sekolah?”
Kyuhyun hanya menggeleng pelan, tanpa mengangkat kepalanya yang kian menunduk. Dan itu membuat rasa cemas Soo Hyun kian bertambah, apa pria tadi mendatangi Kyuhyun? Tapi bagaimana mungkin, sementara Soo Hyun sendiri baru bertemu dengan pria aneh itu tadi. Tidak mungkin, pria itu tidak mungkin tau kalau Kyuhyun adalah dongsaengnya.


Sepanjang jalan itu pikiran Soo Hyun terus tertuju pada sosok pria yang tadi di temuinya. Siapa dia sebenarnya? Dan ada urusan apa hingga pria itu menghadangnya? Pikiran Soo Hyun terus berkutat dengan itu, di tambah lagi dengan sikap Kyuhyun yang mendadak berubah.
Kepala Soo Hyun semakin terasa berat saja, hingga sesampainya dia dan Kyuhyun di rumah setelah mengucapkan salam pada sang Oemma, soo Hyun langsung pergi ke kamarnya tanpa menghiraukan panggilan sang Oemmanya.
Sedangkan Kyuhyun, bocah itu semakin merasa bersalah pada sang hyung atas apa yang tadi ia lakukan. Apa karena pertanyaan bodonya tadi yang membuat Soo Hyun hyung nya seperti itu? Tadi sesaat sebelun hyung nya pergi ke kamar, Kyuhyun bisa melihat kalau sang hyung tampak tak sehat dan wajahnya juga pucat. Tapi karena ego yang masih bercokol di dadanya dia enggan untuk mengalah kali ini.

Sementara itu Kangin dan Yeon Ra hanya bisa saling bertukar pandang melihat gelagat aneh kedua putra nya itu. Hal ini baru kali ini mereka lihat, meskipun kadang kedua nya saling bertengkar tak pernah sampai seperti ini. Dan ini benar-benar membuat keduanya curiga. Apa terjadi sesuatu yang mereka tak tahu?
Kerena Soo Hyun tak kunjung turun dari kamarnya, akhirnya Kangin memutuskan untuk melihat Soo Hyun ke kamarnya. Dan apa yang Kangin dapati saat ia masuk ke kamar putra sulungnya membuatnya harus menghela napas. Pasti sudah terjadi sesuatu hingga membuat putra sulungnya seperti itu. Meski pikiran buruk sempat melintas di benaknya tapi dengan cepat Kangin menepis itu jauh-jauh.
Untuk sejenak Kangin hanya berdiri di dekat pintu kamar Soo Hyun, sebelum menghampiri Soo Hyun, Kangin mengunci pintu kamar itu agar tak ada yang masuk saat ia mencoba berbicara dengan putra sulungnya.
“Soo-ah” panggilnya seraya menghampiri Soo hyun yang tengah melamun seraya memgang sesuatu di tangan nya.
Tak ada tanggapan apapun, Kangin memberanikan diri untuk duduk di samping Soo Hyun yang duduk di lantai tanpa alas apapun itu.
“apa….. tadi…. kau bertemu dengan orang itu?” pertanyaan itu sukses membawa Soo Hyun kembali kealam nyata dan saat namja itu menolehkan pandangan nya, Kangin reflek memejamkan matanya dan seketika itu juga rasa nyeri seakan meremas  dadanya.
Melihat reaksi Kangin menambah rasa bingung Soo Hyun dengan sosok pria yang tadi di temuinya. Apa ayah nya mengenal pria aneh itu, tapi ada hubungan apa sebenarnya antar dirinya dan pria misterius itu dan juga apa hungungan semua itu dengan keluarga ayahnya. Apa mungkin ini semua ada hubungan nya dengan masa lalu yang ingin ia lupakannya? Soo Hyun benar-benar tak tahu akan hal itu, tapi melihat reaksi ayah nya tadi sepertinya ini memang ada hubungan nya dengan masa lalunya dan itu semakin membuat rasa takut yang ia rasakan belakangan ini semakin bercokol di hatinya.

TeBeCe



nb:mungkin ini ff  terpanjang yang pernah aku tulis, dan mungkin ke absurd an nya juga kian bertambah semoga itu tidak membuat kalian bosan untuk terus mengikuti ataupun membacanya. aku ucapkan terima kasih atas kesediaan readerdeul sekalian yang sudah mau meluangkan waktu kalian untuk membaca karya ku ini dan sekali lagi jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian di kolom komen blog ini #bow bareng SooKyu



CHO KYUHYUN ^_^




 senyum yang menenangkan

 suara yang sangat mengagumkan

 sikap yang kadang tak terduga

 ketenangan yang mengagumkan

 sikap dewasa nya 

 tingkah lucu yang menggemaskan

semua yang ada pada sosok ini begitu membuat ku kagum, tak pernah sebelumnya aku menyukai sesuatu seperti ini. semakin aku mengenal sosok nya semakin aku di buat kagum oleh nya, meski kini konsenku sedikit terbagi tapi lagi-lagi aku selslu memalingkan pandangaku pada sosok nya yang kian hari kian bertambah cemerlang sinarnya.
semoga ras ini akan selalu hadir dan singgah meski ada sosok lain yang menarik perhatian ku tapi karena mereka berada di line yang sama itu semakin membuat ku tertarik untuk lebih mengenal mereka ^_^