Secret
Title :
Secret ch 01
Main cast : - Kim soo hyun, Cho kyuhyun
And other.
Leght : chaptered
Warning : typo, ooc,
Rate : T (bisa berubah sesuai kemauan saya
^-^)
Don’t like don’t
read
Halaman yang luas
dan sejuk, membuat siapa pun yang tinggal di tempat yang seperti itu pasti
merasa nyaman, namun itu sepertinya tak berlaku untuk sosok yang kini tengah
asyik dengan acara melamunnya. Namja 15 tahunan itu tanpak tak menikmati apa
yang ada di depan nya, meskipun ia sudah tinggal lama di tempat ini tapi itu
seperti tak berarti baginya.
Ia tahu
kedatangannya ke tempat ini bukan murni atas keinginan nya sendiri tapi ia
dipaksa untuk tinggal disini. Yang membuatnya membenci tempat ini karena orang
itu, orang yang dulu begitu ia sayangi, orang yang begitu berarti untuknya.
Tapi apa yang terjadi setelahnya, ia di bawa oleh orang itu ke tempat ini
dengan alasan yang membuatnya begitu membenci orang itu.
Namja itu tak
pernah menyangka orang itu tega membuangnya padahal ia masih begitu kecil saat
itu, awalnya ia masih percaya kalau suatu hari orang itu akan kembali dan
membawanya. Tapi harapan itu akhirnya harus ia kubur dalam-dalam, karena hingga
saat ini pun orang itu tak pernah memperlihatkan wajahnya. Meskipun Kepala
biara begitu menyayanginya tapi itu terasa berdeba, pernah terbersit keinginan
untuk meninggalkan tempat ini tapi saat ia melihat wajah teduh Kepala biara
niat itu pun seketika luntur dan berganti dengan rasa bersalah.
Ia bertahan hingga
saat ini hal itu semata-mata demi Kepala biara yang sudah begitu baik merawat
dan melimpahi nya dengan kasih sayang yang memang sangat ia butuhkan. Dan
lamunan itu pun buyar saat dia merasakan sebuah tepukan lembut mendarat di
bahunya.
“ternyata kau di
sini?” Tanya sosok itu seraya memperlihatkan senyum malaikatnya.
Bukan nya menjawab
sang namja hanya menoleh sebentar lalu kembali melanjutkan kegiatan nya yang
sempat terganggu.
“ternyata masih
belum berubah ya?” sosok itu bergumam “ sampai kapan kau akan seperti ini
Soo-ah?”
Lagi-lagi sosok yang di panggil Soo tak menjawab meski
hanya sekedar gumaman,
“apa keberadaan ku
di sini masih belum cukup untuk mu?” suara lembut itu makin terdengar lirih dan
sedih.
“hyung, dan juga
yang lain nya sangat menyayangimu.” Lanjutnya “ dan juga ada Suster Kepala dan
yang lain nya akan selalu menyayangimu”
“apakah kau masih
tidak mau membuka hatimu untuk kami?”
Sesaat suasana
menjadi hening, hanya suara angin yang mengisi jeda panjang itu. Namja yang
tadi di panggil Soo perlahan mengalihkan pandangan nya dan menatap sosok yang
masih berdiri di dekatnya, Soo bisa melihat gurat lelah yang tampak di wajah
tampan sang hyung. Soo tahu jika hanya orang inilah yang bersedia mengajaknya
bicara seperti ini.
Dan hanya pada
namja di sampingnya inilah Soo mau sedikit membuka hatinya meski tak jarang
hanya orang ini lah yang berbicara sementara dia hanya diam mendengarkan. Tapi Soo salut
dengan orang ada di samping nya ini, namja itu tak pernah bosan mengajaknya
bicara padahal tak jarang Soo hanya mendiamkan nya tanpa merespon sedikitpun.
Bahkan di saat
pertemuan pertama mereka Soo begitu membenci namja ini, itu karena Soo merasa
iri dengan senyum yang selalu menghiasi wajah malaikat itu. Ditambah lagi sikap
yang selalu di perlihatkan pada Soo yang terkesan sok akrab dan sok baik itu.
“kenapa hyung
begitu baik padaku?” kata itu meluncur
begitu saja dari bibir merah Soo
Dan setelahnya
rasa sesal itu datang, kenapa harus pertanyaan itu yang keluar dari bibirnya?
Sosok itu tak
lantas menjawab pertanyaan yang terontar dari bibir Soo, dipandanginya wajah
Soo dan seketika senyum lembut itu terukir di bibir sang hyung, rasa senang
begitu terlihat jelas di wajah tampan sang hyung. Dan Soo semakin merasa malu di
pandangi dengan begitu intens seperti itu, sementara sang hyung begitu
menikmati perubahan ekspresi yang jarang sekali di perlihatkan oleh dongsaeng
kesayangannya dipanti ini.
Sementara itu di
sebuah rumah minimalis yang terletak di daerah Seoul tengah terjadi perdebatan
sengit, perdebatan yang sudah sering terjadi sebenarnya dan yang menjadi
penyebabnya pun masih tetap tak burubah dari sepuluh tahun lalu. Ya, masalah
keturunan yang hingga saat ini masih belum bisa mereka dapatkan. Meski pun sang
suami tak terlalu mempermasalahkan hal itu tapi tidak dengan orang tua mereka.
“sampai kapan
yeobo?!” seru sang istri yang mulai kesal pada suaminya yang selalu menganggap
enteng setiap masalah ini kembali diperdebatkan.
“aku juga tau, apa
yang aku inginkan” sang suami menjelaskan dengan sabarnya “Kangin pun pasti
juga ingin segera memiliki keturunan sebagai penerus keluarga Kim”
“tapi…..” belum
sempat sang istri melanjutkan argumennya namja yang tadi di panggil Kangin
tiba-tiba menyela perdebatan suami-istri itu.
“aku sudah
memutuskan untuk mengadopsi anak dari panti asuhan, dan aku tidak mau ada yang
menentang keputusan ini” kata Kangin mantab seraya menatap kedua orang tuanya.
Dan bisa ia lihat
wajah penuh keterkejutan Nyonya kim. Tapi tidak dengan Tuan Kim, karena Kangin
memang sudah membicarakan keputusan nya ini dengan sang ayah. Karena kedua nya tahu kalau sampai ibu Kangin
ikut dalam pembicaraan itu pasti masalah adopsi itu akan berujung seperti
sekarang ini.
Sementara itu Yeon
Ra hanya menunduk pasrah mendengar suara mertuanya yang tak henti menghujatnya,
tapi beruntung tangan Kangin tak lepas dan terus menggenggam nya dengan sangat
erat.
“mwo?
Adopsi?!”seru Nyonya Kim semakin berang “andwe! Oemma tidak setuju. Kalau kau
sampai melakukan itu Oemma tidak akan pernah mau mengakui anak itu sebagai cucu
Oemma!” setelah itu Nyonya Kim pergi meninggalkan rumah anak sulungnya dengan
penuh kemarahan.
Sementara itu Tuan
Kim hanya tersenyum miris melihat kelakuan istrinya, merasa tak enak dengan hal
itu, melihat Yeon Ra membuat Tuan Kim merutuki kelakuan istrinya, kenapa ia tidak bisa mencegak tindakan
istrinya yang begitu frontal tadi.
“ kenapa kau masih
di sini Soo Hyun-ah?” Tanya suster Jang saat melihat Soo Hyun tengah asyik
duduk di taman yang menjadi favoritnya untuk menyendiri.
Bukannya menjawab
Soo Hyun hanya melirik sekilas kemudian melajutkan kegiatan mari melamun yang
terganggu oleh pertanyaan suster Jang.
Sementara itu sang
hyung yang ternyata adalah Leeteuk tengah sibuk mencari keberadaan Soo Hyun diantar barisan anak-anak yang tengah di
kumpulkan di aula oleh suster kepala.
Leeteuk pun mulai
cemas saat tak mendapati apa yang ia cari, tapi saat pandangannya bertemu
dengan Yunho dan Yesung ia tahu harus mencari Soo Hyun kemana.
Setelah memberi
kode pada kedua teman nya Leeteuk pun segera berlari keluar untuk mencari Soo
Hyun. Dan benar saja saat Leeteuk sampai di taman samping gereja ia melihat Soo
Hyun tengah asyik dengan kegiatan rutin nya yaitu melamun.
“Soo-ah!” seruan
itu seketika membuat Soo Hyun menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Tapi itu
tak berlangsung lama, karena setelah nya Soo Hyun semakin menarik dirinya
menjauh meski bukan dengan arti yang sebenarnya.
Tapi itulah
mengapa Leeteuk semakin ingin mendekatkan diri pada Soo Hyun, ia bisa merasakan
rasa kesepian dan tak percaya yang terlihat jelas dari sorot mata Soo Hyun.
Karena Soo Hyun memngingatkan nya pada sahabatnya Heechul.
Selalu berlagak
sok kuat padahal lemah, tapi Soo Hyun berbeda dengan Heechul, Soo Hyun itu
benar-benar lemah bukan dari fisik tapi psikis. Akibat perlakuan yang telah ia
terima dari orang yang begitu ia saying dan percaya.
Leeteuk tahu semua
itu dari ibu Kepala biara, karena memang di panti itu Leeteuk termasuk yang
palimh tua dan lama yang menjadi penghuni panti. Dan bisa di bilang Leeteuk
tumbuh besar di tempat itu. Dan ketika Soo Hyun dating ke panti itu, dia sudah
terkesan dengan bocah itu.
“kenapa tidak ikut
berkumpul di aula?” tanyanya “kau tau, kau pasti tau kan kenapa kita semua di
kumpulkan seperti itu?” lajutnya seraya duduk di sebelah Soo Hyun
“bukan kah hari
seperti ini yang selalu kau tunggu-tunggu dari dulu?” meski tak di respon
Leeteuk tetap melanjutkan pertanyaan nya “mungkin saja kali ini orang tua
kandung mu datang untuk menjemput mu, Soo”
Soo Hyun hanya
menggeleng lemah menanggapi pertanyaan itu, ia sudah tak berkeinginan untuk
bertemu lagi dengan mereka, karena rasa kecewa yang selalu ia rasa kan ketika
harapan itu muncul. Tapi tak bisa dipungkiri juga kalau di dalam hati kecil
nya, Soo Hyun masih menyimpan sedikit harapan akan hal itu.
Kangin heran
ketika melihat istrinya yang tampak melamun seraya memandang pada satu titik
yang di yakin itu adalah taman yang ada di samping gereja yang ada di halaman
samping panti yang meraka datangi kali ini. Dan hal ini tak terjadi ketika
mereka mendatang beberapa panti dalam beberapa minggu ini.
Mereka hanya
sebentar dan kemudian langsung pergi, seakan tak ada yang berkenan di hati sang
istri, padahal Yeon Ra termasuk tipe wanita yang sangat menyukai anak-anak.
Tapi sepertinya hati seorang Yeon Ra terambat pada sosok yang kini ada di salah
satusudut taman panti ini. Dan benar saja, melihat gelagat sang istri Kangin
segera menelusiri arah pandangan sang istri. Senyum pun terkembang di bibir
Kangin. Dalam hati ia berdoa semoga pilihan nya kali ini tidak akan salah.
Te Be Ce
PS: hasil kebut seharian kemaren, padahal yang satunya belum kelar malah dah bikin yang lain lagi ^^
3 komentar:
banyak typo tapi dimaklumi soalnya kilat...
udah komentku itu aja.. ini udah kali ke 10 ngetik komentar tapi gak masuk juga :(
sepertinya ini berbeda dengan. yang di fb ne nyak?
okee next~
keep fighting :)
ini versi full nya mak kan kemaren cuma prolog
Posting Komentar