Secret
Title : Secret ch 03
Main cast : Kim soo hyun, Cho kyuhyun, Leeteuk,
Yesung
And other.
Leght : chaptered
Warning : typo, ooc, gaje, dan mungkin membosankan
>///<
Rate : T (bisa berubah sesuai kemauan saya
^-^)
Don’t like don’t
read
“aku ingin dia
kembali pada ku apapun yang terjadi!” seru seseorang yang ada di sebuah ruangan
remang-remang di salah satu bangunan yang bisa di bilang mewah itu.
“tapi bukankah kau
sudah membuangnya, Noona?” sang lawan bicara mencoba berargumen.
“aku tahu, tapi
apakah kau pernah berpikir bahwa dia bisa kita manfaatkan untuk membuat Kim
Grup bisa beralih ke tangan kita” senyum licik terlihat setelah perempuan itu
mengatakan tujuan busuknya.
Sang lawan bicara
tampak berpikir setelah mendengar jawaban itu, benar juga bukan kah ini adalah
tujuan yang mereka rencanakan selama hampir tiga tahun ini. Dendam yang
tersimpan karena rasa tak terima atas apa yang pernah ia dapatkan dari
perlakuan yang sangat tidak pantas dari sang pemilik Kim Grup.
“aku sudah lama
sekali menunggu kesempatan bagus seperti ini,” katanya lagi “kau tau gara-gara
siapa Noona jadi seperti ini?”
“kalau saja nenek
tua itu tidak berbuat curang mungkin, aku masih bisa bersama dengan anak ku saa
ini.” Suara wanita itu berubah ketika ia kembali mengingat masa lalu yang
membuatnya berbuat tega kepada darah daging nya sendiri.
Meskipun rasa
sesal itu kadang datang, tapi seolah dia tidak merasakan hal itu, karena hati
nya seperti telah mendingin dan beku. Tapi meski bagaimanapun hati seorang ibu
tak pernah bisa berdusta kalau dia juga merindukan anaknya.
“apa yang kau
dapatkan kali ini hyung?” Tanya seorang namja pada orang yang tadi ia panggil
hyung yang tengah asyik berkutat dengan berkas yang ada di tangannya.
“eemm, tidak
banyak” sang namja menjawab seraya terus memperhatikan kertas yang ia pegang.
“ini masih kurang untuk di jadikan bukti, aku harus memperluas daerah pencarian
kita.”
“apa perlu kita
meminta bantuan teman hyung yang ada di daerah selatan?”
“itu masih belum
perlu, Sungie-ah” namja yang di panggil Sungie hanya mengangguk mengiyakan sang
hyung.
“heem,” sang namja
yang tadi dipanggil hyung tampak menghela napas lelah, ini mungkin adalah kasus
tersulit yang ia tangani, meskipun hampir sesulit apapun kasus yang ia kerjakan selalu berhasil
tapi yang kali ini seolah semua jalan untuk nya bisa menemukan sang pelaku
seperti tertutup rapat oleh kabut tebal yang membentang di depan nya.
Setelah itu hanya
sunyi yang terjadi diantara keduanya, kedua namja itu tampak larut dengan
pikiran mereka masing-masing. Hingga beberapa detik kemudian namja yang tadi di
panggil Sungie atau Yesung itu bertanya pada sang hyung.
“hyung, kira-kira
sekarang ini bagaimana kabar Soo Hyun, ya?” pertanyaan Yesung seketika membuat
sang hyung tersenyum,
“kau benar juga,
sudah lama juga kita tidak bertemu dengan nya lagi setelah acara natal kemaren,saat
dia dan keluarganya berkujung ke panti” sang hyung kembali terlamun saat
mengingat acara pertemuan akhir tahun itu.
Senyum yang tadi
telihat di wajah teduh sang hyung tiba-tiba berubah muram ketika ia teringat
sesuatu yang membuatnya tak tenang akhir-akhir ini. Dan itu terlihat jelas oleh
Yesung, namja itu tahu kalau sang hyung sebenarnya tengah memikirkan masalah
lain hingga membuat nya tak bisa konsen pada kasus yang kini sedang mereka
tangani.
Tapi Yesung tak
bisa mengorek hal itu karena sang hyung tak pernah mau bercerita tentang apa
yang sedang ia pikirkan selain kasus yang sedang mereka tangani saat ini. Sempat
terpikir oleh Yesung kalau hal itu ada sangkut pautnya dengan dongsaeng mereka
Soo Hyun, tapi bukan kah sekarang anak itu sudah nyaman dengan keluarga
barunya?
Entah lah itu
hanyalah dugaan Yesung saja tapi, terbersit niat untuk namja itu mencari tahu sendiri
tanpa ia bilang pada sang hyung.
Waktu pun begitu
cepat berlalu tanpa terasa dan kini Kyuhyun semakin tumbuh menjadi anak yang
pintar dan tampan. Begitupun dengan Soo Hyun, meskipun masih duduk di
elementary school Kyuhyun seperti tak menunjukkan hal itu, begitupun dengan
sang hyung di usianya yang terbilang masih muda ia sudah di percaya sang ayah
untuk membantu di perusahaan yang di pegang sang ayah. Meskipun masih dengan
cara sembunyi-sembunyi tapi Soo Hyun dan Kangin sangat menikmati hal itu.
Soo Hyun hanya
akan ke kantor kalau sang ayah membutuhkan nya, meski tak jarang Soo Hyun
membantu ayahnya dari rumah ataupun dari Kampusnya. Itu mereka lakukan agar
sang nenek tak menaruh curiga.
Dan yang tahu
tentang taktik ini hanyalah Tuan Kim karena ide ini adalah hasil pemikiran
beliau. Karena Tuan Kim tahu kalau Soo Hyun memiliki jiwa sebagai seorang
pemimpin yang Soo Hyun sendiri tak menyadarinya.
Dan satu orang
lagi yang tahu tentang ide gila Tuan Kim tersebut dia adalah Han Yeon Ra istri
kesayangan dan juga menantu kebanggaan Tuan Kim. Meski awalnya Yeon Ra
menentang hal itu tapi akhirnya ia menuruti saja apa yang menjadi keinginan
ayah mertuanya itu.
Meskipun begitu
ada sebuah rasa sesal mendalam yang kini dirasakan oleh Soo Hyun. Ya, selama
ini siapa Soo Hyun sebenarnya tak ada yang tahu selain orang tua dan juga
Nyonya dan Tuan Kim. Kyuhyun? Bocah itu tak pernah tahu kalau sebenarnya hyung
yang sangat ia kagumi bukan lah hyung kandungnya, karena memang Kangin dan Yeon
Ra tak pernah mengungkit-ungkit tentang jati diri Soo Hyun di depan Kyuhyun.
Itu terjadi
setelah Yeon Ra mengandung Kyuhyun, dan Karena perlakuan Nyonya Kim pada Soo
Hyun setelah tahu kalau dia akan memiliki penerus dan bakal calon pewaris yang
akan meneruskan nama keluarga Kim.
Apa yang akan
terjadi nanti seandainya Nyonya Besar
itu membuka rahasia ini di depan cucu kesayangannya, maka itulah kenapa Soo
Hyun tidak berani terang-terangan membantu di perusahaan ayahnya. Karena salah
satu kesepakatan yang di buat Nyonya Kim agar dia mau menutup mulutnya adalah
Soo Hyun tidak pernah di ijinkan untuk ikut campur dalam mengurusi
perusahaannya.
Karena bagi sang
Nyonya besar yang berhak atas semua asset Kim Grup hanyalah orang-orang yang ia
masukkan dan diakui di dalam silsilah keluarga besarnya. Dan Nyonya Kim
menganggap Soo Hyun hanyalah orang luar yang tak memiliki andil apapun.
Sangat miris
memang, meskipun begitu Soo Hyun masih merasa beruntung karena Kangin dan Yeon
Ra serta Tuan Kim masih memberinya kepercayaan atas dirinya di perusahaan
ayahnya itu.
Hari itu langit tiba-tiba
mendung, dan angin bertiup sangat kencang. padahal pagi nya matahari begitu
cerah bersinar. Entahlah, ini seperti sebuat firasat. Soo Hyun yang saat itu
baru selesai dengan kuliahnya segera bergegas untuk pulang dan menjemput
Kyuhyun di sekolahnya.
Soo Hyun agak
mempercepat jalannya ketika ia sampai di belokkan terakhir sebelum sekolah
Kyuhyun. Namun langkah namja itu terhenti ketika ada sesosok pria dengan
pakaian serba hitam menghalangi jalan nya.
“ mau kemana kau
anak muda?” pria dengan setelan serba hitam dan kacamata hitam yang menutupi
sebagian wajahnya itu tampak menyeringai.
“nu… nuguya?” Soo
Hyun sedikit gugup saat dia bertanya.
Pria yang ada di
depan Soo Hyun hanya tersenyum licik, dengan lagak sok nya pria itu berjalan
mendekati Soo Hyun. Dengan posisi yang tak menguntungkan Soo Hyun hanya bisa
pasrah saat pria itu menghimpitnya di antara tembok pembatas yang ada di
belakangnya.
Wajah pria itu
seolah mengingatkan Soo Hyun pada seseorang, tapi saat ia mencoba mengingatnya
bayangan itu terlihat kabur dan tak jelas. Tapi sosok yang ada di depan nya ini
seperti tak asing untuk nya. Soo Hyun seperti merasakan ada kedekatan yang aneh
dengan pria di depan nya ini.
Semakin ia mencoba
mengingatnya ada rasa ketakutan yang tiba-tiba hadir dalam batin nya. Soo Hyun
seolah bisa merasakan akan terjadi hal buruk setelah ini. Tapi itu segera ia
tepis jauh-jauh dari hati nya, ini mungkin hanya kebetulan. Dan Soo Hyun tak
ingin memikirkan apapun selain cara bagaiman ia bisa lepas dari pria aneh ini.
Dan dengan cepat
otak nya berpikir mencari jalan untuk meloloskan diri. Akhirnya celah itu pun
ia dapatkan saat sang pria aneh itu kehilangan sedikit fokusnya saat ponsel
dalam kantong jas nya berdering. Dengan agak kesal dia menjawab telepon yang
mengganggu kesenangannya itu. Dan itu tak disia-siakan oleh Soo Hyun.
Kyuhyun heran saat ia melihat Soo Hyun datang
dengan napas terengah-engah dan peluh membasahi wajahnya. Apa hyung nya itu
habis marathon dari kampusnya untuk sampai di sekolahnya ini?
Padahal kyuhyun
tak menyuruhnya untuk cepat-cepat menjemputnya, dan Kyuhyun semakin mengerutkan
keningnya saat mendapati wajah hyung nya terlihat pucat.
“Hyunie hyung,
gwenchanayo?” Tanya nya penuh kecemasan.
“nan gwenchanayo,
saeng” meskipun senyum terukir di wajah manis Soo Hyun tak lantas membuat
Kyuhyun tersenyum lega.
Kyuhyun malah
semakin curiga hingga reflek tangan nya menyentuh dahi sang hyung untuk
memastikan kecurigaan nya. Tak ada yang aneh, tapi kenapa wajah hyungnya tampak
begitu pucat, Kyuhyun hendak bertanya tapi Soo Hyun langsung mengelendeng adik
nya itu untuk segera pergi dari tempat itu.
“hyung…” panggilan
itu hanya dibalas Soo Hyun dengan gumaman
“heem” tanpa
menoleh Soo Hyun merespon panggilan Kyuhyun.
“Hyunie hyung….!”
Serunya lagi seraya mengibaskan genggaman tangan sang hyung.
“waeyo, saeng?”
Tanya Soo Hyun dengan wajah penuh keheranan melihat keanehan Kyuhyun itu.
“kenapa kau tak
pernah mau jujur pada Kyunie?” semakin heranlah Soo Hyun mendengar pertanyyan
yang menurutnya tak masuk akal itu. Tak biasanya Kyuhyun seperti ini, marah
tanpa alasan. Padahal meskipun Soo Hyun kadang tak terlalu merespon baik apa
yang di tanyakan oleh adik nya itu.
“apa Hyunie hyung
sudah tak sayang lagi sama Kyunie?” wajah memelas itu seketika membuat Soo hyun
menghentikan langkahnya dan berbalik.
“kenapa kau
bertanya seperti itu, saeng?” Soo Hyun semakin heran saja ada apa sebenarnya
dengan adiknya itu, “apa ada yang mengganggumu tadi di sekolah?”
Kyuhyun hanya
menggeleng pelan, tanpa mengangkat kepalanya yang kian menunduk. Dan itu
membuat rasa cemas Soo Hyun kian bertambah, apa pria tadi mendatangi Kyuhyun?
Tapi bagaimana mungkin, sementara Soo Hyun sendiri baru bertemu dengan pria
aneh itu tadi. Tidak mungkin, pria itu tidak mungkin tau kalau Kyuhyun adalah
dongsaengnya.
Sepanjang jalan
itu pikiran Soo Hyun terus tertuju pada sosok pria yang tadi di temuinya. Siapa
dia sebenarnya? Dan ada urusan apa hingga pria itu menghadangnya? Pikiran Soo
Hyun terus berkutat dengan itu, di tambah lagi dengan sikap Kyuhyun yang mendadak
berubah.
Kepala Soo Hyun
semakin terasa berat saja, hingga sesampainya dia dan Kyuhyun di rumah setelah
mengucapkan salam pada sang Oemma, soo Hyun langsung pergi ke kamarnya tanpa
menghiraukan panggilan sang Oemmanya.
Sedangkan Kyuhyun,
bocah itu semakin merasa bersalah pada sang hyung atas apa yang tadi ia
lakukan. Apa karena pertanyaan bodonya tadi yang membuat Soo Hyun hyung nya
seperti itu? Tadi sesaat sebelun hyung nya pergi ke kamar, Kyuhyun bisa melihat
kalau sang hyung tampak tak sehat dan wajahnya juga pucat. Tapi karena ego yang
masih bercokol di dadanya dia enggan untuk mengalah kali ini.
Sementara itu
Kangin dan Yeon Ra hanya bisa saling bertukar pandang melihat gelagat aneh
kedua putra nya itu. Hal ini baru kali ini mereka lihat, meskipun kadang kedua
nya saling bertengkar tak pernah sampai seperti ini. Dan ini benar-benar
membuat keduanya curiga. Apa terjadi sesuatu yang mereka tak tahu?
Kerena Soo Hyun
tak kunjung turun dari kamarnya, akhirnya Kangin memutuskan untuk melihat Soo
Hyun ke kamarnya. Dan apa yang Kangin dapati saat ia masuk ke kamar putra
sulungnya membuatnya harus menghela napas. Pasti sudah terjadi sesuatu hingga
membuat putra sulungnya seperti itu. Meski pikiran buruk sempat melintas di
benaknya tapi dengan cepat Kangin menepis itu jauh-jauh.
Untuk sejenak
Kangin hanya berdiri di dekat pintu kamar Soo Hyun, sebelum menghampiri Soo
Hyun, Kangin mengunci pintu kamar itu agar tak ada yang masuk saat ia mencoba
berbicara dengan putra sulungnya.
“Soo-ah”
panggilnya seraya menghampiri Soo hyun yang tengah melamun seraya memgang
sesuatu di tangan nya.
Tak ada tanggapan
apapun, Kangin memberanikan diri untuk duduk di samping Soo Hyun yang duduk di
lantai tanpa alas apapun itu.
“apa….. tadi…. kau
bertemu dengan orang itu?” pertanyaan itu sukses membawa Soo Hyun kembali kealam
nyata dan saat namja itu menolehkan pandangan nya, Kangin reflek memejamkan
matanya dan seketika itu juga rasa nyeri seakan meremas dadanya.
Melihat reaksi
Kangin menambah rasa bingung Soo Hyun dengan sosok pria yang tadi di temuinya.
Apa ayah nya mengenal pria aneh itu, tapi ada hubungan apa sebenarnya antar
dirinya dan pria misterius itu dan juga apa hungungan semua itu dengan keluarga
ayahnya. Apa mungkin ini semua ada hubungan nya dengan masa lalu yang ingin ia
lupakannya? Soo Hyun benar-benar tak tahu akan hal itu, tapi melihat reaksi
ayah nya tadi sepertinya ini memang ada hubungan nya dengan masa lalunya dan
itu semakin membuat rasa takut yang ia rasakan belakangan ini semakin bercokol
di hatinya.
TeBeCe
nb:mungkin ini ff terpanjang yang pernah aku tulis, dan mungkin ke absurd an nya juga kian bertambah semoga itu tidak membuat kalian bosan untuk terus mengikuti ataupun membacanya. aku ucapkan terima kasih atas kesediaan readerdeul sekalian yang sudah mau meluangkan waktu kalian untuk membaca karya ku ini dan sekali lagi jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian di kolom komen blog ini #bow bareng SooKyu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar