Title : I
Miss U, My Brother ch 1
Author : Kim Soo
Kyu
Main Cast : Kyuhyun,
Minho, Changmin, and other
Genre : family,
Brothership
Rated : G
(general)
Leght :
Chaptered (*May Be)
Warning : OOC, gaje,
miss typo, dan kawan2 nya :P
Summary : meskipun
kita terlahir dari wanita yang berbeda tapi bagiku kita tetaplah satu keluarga
karena kita memiliki ayah yang sama, meskipun keberadaan mu sempat tak
diingikan olehnya.
Note : main
cast adalah milik Tuhan dan juga keluarga mereka, cerita jelas punya saya
karena keluar dari otak absurd saya, kalo ada kemiripan atw pun yang lain itu
karena memang cerita ini lumayan pasaran ide nya hehehehe.
Hahay aku bikin ff baru lagi (*padahal yang kemaren belum ada yang kelar)
dan ini pertama kalinya aku mengusung mereka sebagai main cast * nunjuk
KyuMinHo ^^ semoga kalian tidak bosan dengan tema pasaran ini (* dilempar
gayung kerena kebanyakan ngomong) ok langsung aja deh g perlu ita-itu lagi ^^
Happy Reading....
Suara gelegar halilintar malam itu seolah memberi selamat pada sosok mungil
yang baru saja melihat dunia, tangis nya yang keras seakan beradu dengan suara
riuh hujan yang tengah mengguyur kota Seoul malam itu.
Tangis haru dan senyum bahagia pun tak lepas dari bibir namja yang sejak
tadi menunggu dengan cemas di depan ruang bersalin di salah satu rumah sakit di
Seoul.
Jika ada yang bertanya apa namja itu ayah sang jabang bayi yang baru
terlahir itu, maka dengan lantang aku akan menjawab nya bukan. Dan nyatanya nya
memang dia bukan lah ayah dari bayi itu, namja itu adalah paman dari sang bayi
lalu dimana kah ayah nya?
Sayang sekali tak ada yang tahu dengan pasti dimana keberadaan pria itu
selain ibu dari sang bayi, ya hanya wanita itulah yang tahu dimana keberadaan
suami dan juga ayah dari bayi yang baru saja dilahirkannya.
“ keluarga Park in Young?” seru seorang ganhosa yang baru saja keluar dari
ruang bersalin.
Mendengar seruan itu namja yang tadi duduk di bangku tunggu di depan
ruangan itu langsung berlari menghampiri ganhosa yang kini tampak berdiri di
depan pintu ruang itu.
“ saya, saya keluarga nya!?” serunya seraya berjalan tergesa mendekati
ganhosa yang tadi memanggilnya.
“ bagaimana keadaan noona ku dan juga bayinya?”
“ sebelumnya saya ucapkan selamat atas kelahiran putra kalian” katanya
dengan senyum tersungging di bibir sang ganhosa.
“ tapi... dengan sangat menyesal kami tidak bisa menyelamatkan ibu dari
putra anda tuan!?” wajah ganhosa itu tampak sedih setelah ia menyelesaikan
kalimat terakhirnya itu.
Betapa terkejutnya namja itu sebut saja Jung Soo, setelah mendengar kabar
yang baru saja di sampaikan oleh ganhosa itu padanya. Ini pasti salah noonanya
tidak mungkin meninggalkannya tanpa mengucapkan apapun.
Tapi saat manic nya menatap sang ganhosa, ia tahu itu bukanlah kebohongan
tapi tetap saja Jung Soo tak bisa percaya begitu saja. Saat ia akan bertanya
lagi dokter yang tadi membantu noona nya terlihat keluar dari ruangan yang sama
dengan sang ganhosa.
Dan lagi-lagi Jung Soo hanya bisa menelan ludah kecut saat manic nya
bertemu dengan sepasang manic teduh di depan nya, tatapan rasa iba itu
membuatnya tak bisa lagi untuk bertanya karena ia tahu dengan jelas jawaban apa
yang akan keluar dari bibir itu jika ia bertanya tentang keadaan noona nya.
Jung Soo hanya bisa menundukkan kepalanya kian dalam saat sang dokter
tampak berjalan mendekatinya.
“ kami sudah berusaha semampu kami, Jung Soo- ah” katanya seraya menepuk
bahu Jung Soo dengan lembut.
“ temanilah noona mu, mungkin ini adalah waktu terakhir yang bisa kalian
lewati” lanjutnya
Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir Jung Soo, tapi perlahan
namja itu mulai melangkahkan kaki nya memasuki ruangan yang ada di depan nya
dimana noona nya kini tengah berbaring tak berdaya.
Setelah sampai di dalam Jung Soo benar-benar tak sanggup lagi menahan air
mata yang sejak tadi mendesak di kedua pelupuk mata teduhnya. Apalagi saat ia
melihat noona nya yang kini terbaring dengan aneka macam alat medis yang
terpasang di tubuhnya untuk membantunya agar tetap bisa bertahan selama proses
kelahiran putra nya.
Seraya berjalan mendekati tempat tidur noona nya Jung Soo tampak membekap
mulut dengan kedua tangan nya agar suara tangis nya tak terdengar oleh noona
nya. Tapi semua itu tak berguna karena wanita itu tahu ada orang lain yang kini
berada bersama dengan nya.
“ Jung... Soo... ah,” panggilan lirih itu kian membuat air mata Jung Soo
mengalir deras.
“ ye... noona” dengan kasar Jung Soo menghapus air mata nya saat ia hampir
mendekati ranjang In Young agar kakak nya tak curiga.
“ a.. apa kau sudah melihat malaikat ku?” tanya nya dengan susah payah.
“ hmm,” hanya itu jawaban yang keluar dari bibir Jung Soo
“ hei... apa kau menangis...!?” In Young tampak terkejut saat ia bisa
melihat wajah adik semata wayang nya itu tampak memerah karena menagis.
Jung Soo hanya mengeleng dengan air mata yang semakin deras mengalir
membasahi wajahnya, ia benar-benar tak kuasa melihat semua ini meskipun senyum
tampak menghiasi wajah noona nya tapi Jung Soo tahu noona nya kini pasti
merasakan sakit yang teramat sangat di seluruh tubuhnya.
“ Soo-ah... “ Jung Soo kian melebarkar kan langkah nya saat melihat In
Young mengulurkan tangan nya.
Dan dengan cepat Jung Soo meraih tangan kurus itu dengan gemetar, lalu
menggenggamnya dengan erat.
“ mendekalah....” dengan patuh Jung Soo mendekatkan telingan ke bibir In
Young.
“ bisakah... noona titip uri baby padamu?” tanyanya dengan suara yang mulai
melemah.
Jung Soo hanya menjawab dengan anggukan.
“ tolong... kau jaga dia untuk ku... ne!?”
“ ani... kau dan aku yang akan menjaga nya noona, kau pasti bisa”
In Young hanya tersenyum lemah menanggapi ucapan adiknya itu, karena dia
tahu waktunya sudah tidak lama lagi, maka nya dia berusaha bertahan dengan
kekuatan terakhirnya sebelum ia benar-benar meninggalkan sang putra.
“ bisa... kah...a.. ku... melihat... pu... tra... ku?”
Mendengar kalimat yang mulai tak jelas itu membuat Jung Soo semakin takut,
dan saat Jung Soo menegakkan badan nya
ia melihat Dokter yang tadi berbicara dengannya tampak berdiri di ambang pintu
dengan bungkusan - tepatnya bayi - di dalam gendongan nya.
Dan In Young berusaha menggerakkan kepalanya saat ekor mata nya menangkap
bayangan dokter Tan yang berdiri tak jauh dari ranjangnya.
Senyum terulas di bibir pucat dan kering milik In Young, saat dokter Tan
mengangurkan bungkusan yang tadi di bawanya ke sisi ranjang In Young. Sementara
Jung Soo hanya bisa melihat semua itu dengan pandangan penuh tangis.
Meski agak susah akhirnya In Young berhasil memeluk buah hatinya dengan
dibantu Dokter Tan dan lagi-lagi Jung Soo hanya bisa melihat seperti orang
bodoh tanpa bisa melakukan apapun.
Sementara itu dokter dengan nama lengkap Tan Hangeng itu hanya memandang
iba pada Jung Soo, ia bisa merasakan apa yang kini di alami oleh sahabatnya
itu. Kesedihan yang begitu terlihat jelas hingga membuat Jung Soo seperti orang
linglung.
Air mata Jung Soo kian mengalir deras saat telingan nya menangkap suara
samar nyanyian yang terlantun dari bibir noonanya, nyanyian yang ditujukan
untuk sang buah hati yang kini tampak tertidur dalam pelukan sang ibu. Pelukan
yang mungkin tak akan pernah dirasakan anak itu setelah ini.
Dengan tangis yang terus menghiasi wajahnya, akhirnya Jung Soo mendekati
ranjang In Young bermaksud melihat ibu dan anak itu, tapi bersamaan dengan itu
terdengar bunyi lengkingan panjang dan konstan dari alat pendeteksi detak
jantung yang terpasang di sisi tempat tidur In Young.
Dan setelah itu semua terlihat kabur di mata Jung Soo karena tertutup
tangis yang semakin membuat matanya perih, dan ia langsung membekap mulutnya
dengan tangan saat para ganhosa itu mulai melepas alat-alat medis dari tubuh
kakaknya.
Sepertinya sang bayi pun dapat merasakan jika ibu yang baru saja melahirnya
pergi meninggalkan nya, nyatanya tak lama setelah semua alat medis itu lepas
dari tubuh In Young bayi munggil yang kini ada di gendongan salah satu ganhosa
itu tiba-tiba menangis dengan sangat kencang.
Seperti ada yang menuntunnya Jung Soo berjalan menghampiri ganhosa itu dan
berniat untuk menggendong si bayi, meski sedikit tak yakin akhirnya ganhosa itu
mengangsurkan si bayi pada Jung Soo. Dan apa yang terjadi setelahnya membuat
semua orang di ruangan itu dibuat terkejut.
Mulanya si bayi terus menangis dengan sangat keras tapi saat Jung Soo mulai
mendekapnya di dada bidang nya seketika itu juga si bayi langsung terdiam
meskipun isakan masih terdengar tapi tak terlalu keras seperti tadi.
Dan bayi itu kian tenang saat Jung Soo mulai membisikkan sesuatu ketelinga
mungil itu.
Satu tahun kemudian...
“ Appa pulang!?” seru seorang namja begitu ia memasuki pintu rumah
sederhananya yang ia tempati dengan tiga buah hatinya.
Mendengar itu seketika membuat duo bocah yang tadi tengah asyik bermain
langsung berlari menghampiri sang Appa dengan suara gaduh mereka.
“ asyik Appa pulang... Appa pulang...” seru si kembar tepatnya sih satu
dari duo kembar yang selalu heboh itu.
“ Appa... Appa bawa oleh-oleh apa untuk, Hae?” tanya si kecil Donghae dengan gaya manjanya.
“ ck, kebiasaan!” seru yang satunya lagi dengan nada tak suka, dan
tanggapan itu sukses membuat senyum di wajah Donghae berganti dengan rengutan
sebal.
“ sudah lah Hyukie, ini Appa bawa makanan kesukaan kalian.” Kata namja itu
seraya mengangsurkan plastik berisi makanan yang tadi di bawanya.
Setelah menerima itu duo kembar itupun langsung melesat ke dalam tanpa
berkata apapun lagi. Melihat tingkah kedua jagoannya itu membuat Jung Soo hanya
bisa menggelengkan kepalanya.
Dan senyum itu kian lebar saat ia melihat si kecil tengah asyik bermain di
depan ruang keluarga yang juga merangkap ruang makan rumah mungilnya itu.
“ aigo... aigo... uri Kyunie bermain sendiri, eoh?!”
Balita yang di panggil Kyunie itu langsung menoleh saat telinag kecilnya
mendengar suara yang sangat dikenalnya.
“ Pa.. Appa.. pa...” serunya seraya merentangkan lengan mungilnya pada Jung
Soo
Senyum Jung Soo kian lebar melihat itu, dan itu adalah isyarat buat nya dan
tanpa menunggu bibir munggil itu memanggilanya lagi Jung Soo langsung meraih
Kyuhyun dan menggendong bocah itu.
“ Pa... Pa... Cipo...”
“ nado bogoshippo, uri Kyunie” Kyuhyun kecil langsung tertawa mendengar
kalimat Jung Soo.
Wajah yang tadi penuh dengan senyum itu kian meredup saat manic teduh Jung Soo menatap wajah polos dalam
gendongan nya. Kenapa ini terulang lagi
di keluarganya, kehilangan sandaran untuk yang kedua kali dalam hidupnya.
Meski begitu ia masih beruntung kedua putranya masih bisa meniknati
kebersamaan mereka dengan sang Umma meskipun sebentar tapi tidak dengan
keponakan nya yang malang ini. Hati Jung Soo kian miris saat teringat tragedi
satu tahun yang lalu.
Tapi ia harus bisa kuat untuk kedua buah hatinya dan juga Kyuhyun, setiap
bibir mungil itu memanggilnya dengan sebutan Appa rasa haru bercampur sedih
tanpa peringatan menguar dalam dadanya hingga terasa sesak tapi rasa bahagia
tetap tak mengalahkan semua itu.
“ hik... hik.. hik... Pa... Pa..”
Suara isakan lirih itu seketika menyadarkan Jung Soo dari lamunannya,
Kyuhyun seolah bisa merasakan perasaan sedih yang Jung Soo rasakan.
“ cup... cup... mianhae chagi,” Jung Soo kembali menggoyang-goyangkan badan
nya agar Kyuhyun tak lagi menangis. Tapi saat tangan mungil itu terulur ke arah
lehernya Jung Soo langsung mendekapnya dengan erat.
“ Pa... Pa... u.. i.. ma”
Kata-kata itu mungkin memang tidak jelas tapi Jung Soo tahu, Kyuhyun tak
ingin melihatnya menangis, tapi justru karena itu air mata Jung Soo makin
mengalir deras. Andai saja noona nya masih hidup dan melihat putranya, alangkah
bahagianya dia.
“apa kau melihatnya noona, putra mu,
malaikat keindahanmu. dia benar-benar sangat pandai, aku yakin kelak Kyuhyun mu
pasti membuatmu bangga. Dia sangat mirip dengan mu kau tahu,”
“ Appa, Hae ngantuk...” rengekan itu sukses menarik Jung Soo ke alam
nyatanya kembali dan ia baru menyadari kalau bocah dalam dekapan nya itu pun
kini tengah tertidur.
“ ah, baiklah ini juga sudah waktunya Kyunie untuk tidur,” katanya seraya
menggandeng tangan Donghae.
Jung Soo tampak heran saat mendapati Hyukie masih duduk di meja makan.
“ kau juga harus pergi tidur, Hyukie-ah!” serunya pada putra tertua 10
menitnya
“ apa kita akan tidur berempat lagi, Appa?” tanyanya seraya mengekor di
sebelah kembaranya yang sudah tampak sangat mengantuk itu.
“ nde, tentu saja bukankah setiap hari juga begitu?”
“ tapi aku tak mau tidur dekat Hae, Appa”
“ kalau begitu kau tidur di sebelah Kyunie malam ini”
“ baiklah, aku akan bantu Appa menyiapkan kasur untuk kita!” seru Hyukie
atau Hyukjae seraya berlari menuju ke satau-satunya kamar yang ada di rumah
mungil itu.
Melihat tingkah putranya membuat senyum Jung Soo kembali telukis, meskipun
awalnya berat tapi kini semua itu dapat ia nikmati dalam hatinya ia terus
berdoa semoga kebahagian serta kebersamaan mereka akan selalu terjaga.
“In Young Noona, Soora-ah, tolong
jaga kami dari surga.aku tahu kalian selalu mengawasi kami. Noona, jika saat
itu tiba aku janji akan memberitahukan semuanya pada Kyuhyun. Tentang siapa
orang tua kandungnya. Doakan aku agar aku bisa melalui semua itu dengan baik
noona” itulah doa yang selalu Jung Soo minta setiap malam.
Kuat kah ia kelak jika saat itu tiba, melihat kedekatan dan ikatan batin
antara Kyuhyun dan dirinya yang begitu kuat. Jung Soo benar-benar tak benari
untuk membayangkan itu sekarang. Biarlah saat ini menjadi saat ini yang akan
terjadi nanti semua itu ia serahkan pada yang di atas.
“ jjaljayo Hyukie, Hae, Kyuhyunie” setelah memberi kecupan selamat malam
pada tiga jagoan nya Jung Soo pun ikut membaringkan tubuhnya diantara Kyuhyun
dan Donghae menyusul ketiganya ke alam mimpi.
To Be Continue.....
yang susah masuk ke aff ataupun ffn da beberapa yang bisa kalian buka selain di sini juga bisa ke WP ku ^^