Title : The Last Time Memory ch 1
Main
cast :
Soo-Hyun and Kyuhyun
Author : Kim Soo Kyu
Rate
: M
warning : gaje, OOC, dll
Happy
Reading ^^
“
kau harus melakukan nya seperti ini” seorang namja dengan sabar menunjukkan
kepada sang dongsaeng cara mengupas buah jeruk yang menjadi favorit adik nya
itu.
Sang dongsaeng pun dengan
semangat memperhatikan apa yang sang hyung tunjukkan pada nya, dengan mata bulat
lucu nya itu sang dongsaeng terus memperhatikan apa yang hyungnya lakukan. Dan
setelah buah itu besih dari kulit yang membungkusnya sang namja cilik itu
bersorak gembira seraya bertepuk tangan heboh setelah sang hyung menyelesaikan
apa yang tadi dilakukannya.
“sebelum kau memakan ini, kau
harus mencuci tangan mu hingga bersih dulu supaya cacing kotor tak ikut masuk
ke dalam perut mu.”
Dengan anggukan penuh semangat
sang dongsaeng berlari ke arah wastafel yang tak jauh dari tempat mereka duduk
saat ini. tak butuh waktu lama untuk namja cilik itu mencuci kedua tangan
mungilnya dan kini bocah itu tampak melahap buah favoritnya dengan penuh
semangat.
Sementara sang hyung hanya
memperhatikan sodaranya dengan heran tapi senyum kagum tak lepas dari wajahnya.
Ia tak pernah menyangka adik kecilnya kini sudah mulai tumbuh besar, padahal ia
merasa baru kemarin ibunya melahirkan si bungsu dan sekarang anak itu kini
sudah menjadi sebesar ini.
Merasa dirinya diperhatikan
namja cilik itu menoleh pada sang hyung yang memang tengah memperhatikan nya.
“ wae hyung?” tanyanya seraya
mengunyah potongan terakhir buah yang ada di tangan nya.
Tapi sang hyung hanya
tersenyum menanggapi pertanyaan dongsaengnya, hingga membuat bocah itu merengut
lucu. Melihat itu sang hyung kemudian mengacak surai ikal sang domgsaeng dengan
sayang lalu membawa tubuh mungil bocah itu ke pangkuannya.
Meski awalnya menolak tapi
akhirnya namja cilik itu justru mencari posisi nyaman dalam pangkuan sang
hyung. Ya namja cilik itu sangat menyukai apa yang selalu di lakukan oleh sang
hyung jika dia sudah mulai melakukan kebiasaan buruknya yaitu merajuk.
Kalau sudah seperti itu
keduanya pasti betah berlama-lama dengan posisi mereka, hingga kedua orangtua
mereka memanggil barulah namja cilik itu lepas dari sang hyung meski tidak rela
keluar dari kehangatan yang ia dapat dari sang hyung.
Flashback
end
“
Kyu, kau melamun lagi ya?” Tanya Leeteuk seraya menepuk bahu Kyuhyun pelan
namun Kyuhyun hanya diam tak merespon panggilan itu.
Leeteuk
tampak menghela napas lelah saat panggilan nya lagi-lagi tak direspon.
Memang ini
bukanlah yang pertama bagi Leeteuk mendapati Kyuhyun yang seperti orang linglung.
Tapi aneh nya saat Kyuhyun berkumpul bersama ayah dan ibu nya namja itu tampak
selalu tersenyum ceria tapi jika ia sudah berada di luar rumahnya seperti ini
lah yang selalu dilakukan nya.
Ya,
Leeteuk tahu itu setelah apa yang terjadi di keluarga Kim beberapa bulan lalu,
tepat nya setelah kepergian Soo Hyun yang di bawa oleh ayah kandung nya ke
Jepang untuk melakukan pengobatan penyakit jantung nya.
Pada awalnya semua tampak normal dan baik-baik
saja,
tapi sejak Soo Hyun dan Tuam Bae tak memberi mereka kabar apapun membuat
seluruh keluarga Kim menjadi cemas akan keberadaan ayah dan anak itu.
Utamanya
Kyuhyun dan juga Yeon Ra sang Oemma, bahkan Kangin yang mencoba menyusul mereka
ke Jepang pun tak bisa menemukan keberadaan Soo Hyun dan juga Young Jun.
Hal
itu sempat membuat Kangin berpikir kalau
Young Jun mencoba mengingkari apa yang sudah mereka sepakati sebelumnya.
Tapi
Kangin mencoba untuk tetap berpikir positif meski pun rasa cemas ia rasakan
tapi karena ia tak ingin membuat Yeon Ra bertambah sedih Kangin mencoba
menghubungi Young Jun sekali lagi.
“
kapan kau kembali ke Seoul hyung?” gumaman itu kembali terlontar dari bibir
namja yang kini tengah berbaring di sebuah kamar dengan nuansa biru langit.
“
apa kau sudah lupa dengan janji mu pada kami?” gumamnya lagi.
“ kenapa tak memberi kabar apapun pada kami? Apa kau
sudah lupa dengan kami semua di sini?”
Itu
lah yang di lakukan nya selama tiga bulan terakhir ini, tepatnya setelah tak
ada lagi kabar yang dia dapat dari sang hyung.
Setiap
kali ia teringat akan hyung nya Kyuhyun selalu pergi ke kamar Soo Hyun yang ada
di sebelah kamarnya dan ia pasti akan meracau sendiri seraya memandangi foto
Soo Hyun yang ada di atas nakas tempat tidur namja itu.
Meskipun
ia menutupi itu dari kedua orang tuanya tapi Kyuhyun tak pernah tau kalau sang
Oemma sebenarnya sering melihatnya yang diam-diam pergi ke kamar hyungnya.
Seperti
hari ini misalnya, saat Yeon Ra akan mengantarkan kopi untuk sang suami tanpa
sengaja ia melihat putra bungsungya itu masuk ke dalam kamar si sulung.
Setiap
kali melihat itu rasa sedih yang coba ia pendam selama ini kembali muncul, apa
lagi saat tanpa sengaja Yeon Ra mendengar apa yang selalu Kyuhyun ucapkan jika sudah berada di dalam kamar sang hyung.
Setiap melihat apa yang dilakukan Kyuhyun di kamar Soo
Hyun rasanya
ingin sekali Yeon Ra berlari dan memeluk putra nya itu, tapi ia sadar Kyuhyun yang selalu diam-diam pergi ke kamar sang hyung
pasti tidak ingin membuatnya sedih dan khawatir.
Maka itu seraya mengamati putra nya dengan diam-diamYeon
Ra selalu berdoa agar putra nya selalu dalam keadaan baik-baik saja, meskipun
sulit karena tak adanya kabar dari Young Jun ataupun Soo Hyun akhir-akhir ini Yeon
Ra percaya kalau putranya dalam keadaan sehat.
Some
where
“
detak jantung nya mulai melemah.”
“
tekanan darah juga menurun drastis.”
“
berikan suntikan untuk menaikkan tekanan darahnya.”
Suara
itu saling bersahutan di dalam sebuah ruang operasi di sebuah rumah sakit, para
dokter terus berusaha menyelamatkan seorang pasien yang kini tengah mereka tangani
saat ini.
Dan
ini adalah operasi terlama yang pernah mereka lakukan meskipun begitu misi
penyelamatan ini adalah yang paling menguras tenaga dan konsentrasi mereka.
Meski
ini bukan yang pertama untuk mereka tapi operasi kali ini benar-benar membuat
mereka merasakan sebuah ketegangan yang tidak seperti biasanya, utamanya untuk
seorang dokter muda yang kini tengah memimpin operasi ini.
Dengan
lihainya tangan sang dokter muda itu memainkan pisau operasi di kedua tangan
nya. Meskipun terlihat tenang sebenarnya detak jantungnya tak keruan saat ia
mengetahui pasien yang ia tangani saat ini adalah putra seorang yang sangat
berpengaruh di daerah tempat dia berasal dan dokter itu juga sangat mengenal
baik keluarga sang pasien.
Saat
jam menunjukkan pukul 5 dini hari waktu setempat akhirnya operasi yang ia
pimpin pun selesai, meskipun begitu tak
lantas ia merasa lega karena masih ada satu tahapan operasi lagi untuk bisa
menyelamatkan hidup pasien nya ini.
Setelah
semua dokter yang membantunya keluar dari ruang operasi kini tinggal dirinya
dan dokter anastesi di dalam ruang itu, setelah menyerahkan pasien pada dokter
anastesi ia pun berjalan keluar dari ruang operasi menyusul yang lain untuk
menemui keluarga sang pasien yang tengah menunggu kabar yang ia bawa.
Dan
benar saja saat dokter muda itu keluar dari dalam ruang operasi seorang pria
paruh baya datang menghampirinya dengan wajah penuh kekhawatiran yang amat
sangat.
“
bagaimana keadaan putra ku?” Tanya pria itu dengan suara yang penuh ketegangan.
“
kami sudah berusaha semampu kami, Tuan” katanya dengan penuh ketenangan “ tapi
kami akan terus berusaha menyelamatkan putra anda.”
Pria
paruh baya itu hanya bisa menghela napas setelah mendengar penjelasan sang
dokter, ia hanya bisa pasrah dan terus berdoa untuk keselamatan sang putra yang
kini tengah berjuang untuk mempertahan kan hidupnya.
To Be Countineu
taraaa akhirnya bisa publish juga ini ff semoga tidak mengecewakan (*bow)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar