Jumat, 18 April 2014

FF SECRET CH 07 END


Title            : Secret ch 07
Main cast     : Kim soo hyun, Cho kyuhyun, Leeteuk, Yesung
And other.
Leght                    : chaptered
Warning      : typo, ooc, gaje, dan mungkin membosankan >///<
Rate            : T (bisa berubah sesuai kemauan saya ^-^)

Akhirnya ff ini memasuki babak akhir, mungkin ini adalah ff ku yang pertama dengan akhir yang menyedihkan tapi bisa juga berakhir dengan menggantung karena memang aku sengaja ingin membuatnya seperti itu. Semoga akhir dari ff ini tidak membuat kalian semua kecewa tapi memang sudah dari awal aku merencanakan akhir yang tidak biasa di karya pertamaku. Tapi jika aku berminat mungkin aka nada sequel lanjutan nya, semoga saja kesibukan ku tak membuat ku kehabisan ide dengan ff ini karena kalu boleh jujur aku juga sebenarnya tak ingin ff ini berakhir seperti ini.

Don’t like don’t read
Setelah hampir satu bulan Soo Hyun di rawat di Seoul Hospital, akhirnya dia di ijinkan pulang oleh Uisa. Meskipun tetap harus melakukan chek-up untuk memantau kondisi jantung nya yang di nyatakan bermasalah.
Dan sebenarnya Soo Hyun tahu kalau jantung nya bermasalah sejak beberapa bulan terakhir tapi Soo Hyun hanya diam dan tak mau mengatakan itu pada orang tuanya, entah apa yang membuat nya enggan untuk jujur tentang penyakit nya.
Sesampainya mereka di rumah Soo Hyun merasa ada yang berbeda, dan memang benar, di rumah Kangin tampak penuh dengan orang. Disana sudah ada Tuan Kim serta Leeteuk dan Yesung juga ada tapi yang membuat Soo Hyun heran adalah keberadaan Nyonya Kim dan juga seorang laki-laki paruh baya yang belum pernah di lihat oleh Soo Hyun.
Sesaat keheningan mendominasi ruang tengah rumah Kangin, hingga akhirnya Kyuhyun yang baru pulang dari sekolahnya datang.
“Hyunie hyung,” Kyuhyun langsung berjalan mendekati Soo Hyun dan memeluk hyung nya “akhirnya kau pulang juga, oh ya ayo kita ke kamar hyung.” Tanpa mempedulikan orang-orang yang tengah menatapnya Kyuhyun dengan santai menggandeng tangan Soo Hyun dan membawa namja itu ke lantai atas di mana kamar keduan nya berada.
Saat keduanya hampir mencapai tangga Kyuhyun menoleh ke arah Yesung dan Leeteuk, memberi isyarat pada keduanya untuk ikut. Dan setelah itu Kyuhyun kembali melanjutkan tujuan awalnya.
“kau tahu hyung, selama kau menginap di rumah sakit kamar mu tetap terjaga rapi” kata Kyuhyun menjelaskan apa saja yang terjadi di rumah selama hyung nya itu tak ada. “karena aku selalu tidur di tempat tidur mu hyung,” lanjutnya dalam hati Kyuhyun tak hentinya menceritakan apa pun yang terjadi selama hyungnya itu tak ada tapi ada satu hal yang tak Kyuhyun ceritakan pada Soo Hyun.
Ya tentang perdebatan nya dengan sang nenek beberapa hari yang lalu, dan Kyuhyun benar-benar marah pada keluarganya saat itu.

Flashback
“apa karena ini halmoni ingin menyingkirkan Hyunie hyung?” Kyuhyun menunjukkan kertas yang tadi ia temukan di laci ruang kerja Nyonya Kim. “apa sebegitu buruknya dia di mata halmoni?” Kyuhun tak mengalihkan tatapan nya dari sang nenek ia benar-benar marah saat tadi tanpa sengaja ia menemukan kertas yang menyatakan kalau Soo Hyun bisa tetap ada di dalam daftar keluarga tapi dengan syarat tak ada yang harus melibatkan nya dalam urusan perusahaan Kim Grup atau apapun yang menyangkut masalah perusahaan dan anak cabangnya.
“yang nenek lakukan itu juga demi kebaikkan kamu Kyunie sayang” Nyonya Kim dengan santai menanggapi kemarahan cucunya itu.
“demi aku, apa itu bukan demi ambisi halmoni sendiri?” Kyuhyun makin emosi melihat tanggapan Nyonya Kim yang seperti merasa tak bersalah sama sekali.
“tega sekali kau menuduh halmoni mu seperti itu Kyu!”  Kyuhyun semakin jengah melihat kelakuan nenek nya yang terkesan di buat-buat itu.
Kyuhyun penasaran apakah Nyonya Kim masih setenang ini kalau dia tahu bahwa selama ini Soo Hyun lah yang sudah menjalankan pekerjaan sang Appa dan juga Tuan Kim. Kyuhyun ingin sekali mengatakan itu tapi entah kenapa ia masih menahan diri nya.
Padahal tujuan awalnya dia datang ke kantor nenek nya adalah untuk itu, tapi Kyuhyun masih mencoba untuk bersabar menghadapi kelakuan dan juga kebohongan yang dilakukan oleh Nyonya Kim.
Kyuhyun ingat apa yang tadi Appa nya katakan, ia harus menahan diri didepan Nyonya Kim terutama soal Soo Hyun yang selama ini membantu perusahaan secara diam-diam. Dan Kyuhyun juga menunggu waktu yang tepat untuk membuka semua ikan oleh nenek maupun orang tuannya tentang jati diri hyung nya itu.


“hyung, kau di sini dulu menemani Hyunie hyung ya?” seteah membantu Soo Hyun berbaring Kyuhyun bersiap keluar dari kamar sang hyung tapi saat dia akan beranjak menjauh dari tempat tidur Soo Hyun namja itu menahan lengan dongsaengnya.
“kau mau kemana?” Soo Hyun memandang penuh curiga pada Kyuhyun yang sepertinya menyembunyikan sesuatu dari nya
Melihat itu Kyuhyun langsung tersenyum. Kyuhyun kembali duduk di sisi tempat tidur hyungnya, namja itu balik menggenggam jemari hyung nya berusaha membuat sang hyung tenang.
Setelah ketengangan yang tadi tampak di wajah sang hyung mulai mereda Kyuhyun pun melepaskan genggaman nya dengan pelan.
“Kyunie, janji akan segera ke kembali ke sini lagi setelah menaruh tas dan ganti baju.”  Kyuhyun menunjuk tas yang tadi ia letakkan di dekat tempat tidur Soo Hyun hingga membuat hyung nya itu tersenyum malu begitu juga dengan Leeteuk dan Yesung yang baru saja masuk ke kamar itu.
“Teukie hyung aku tinggal sebentar ya” Kyuhyun berkata seraya menyandang tas nya di bahu “ aku titip jaga hyung ku sebentar, jangan biarkan dia turun ke bawah” Kyuhyun memelankan suaranya saat ia melanjutkan kalimat itu, dan Leeteuk tahu itu adalah kode untuk nya kalau rencana yang sudah mereka susun akan segera di jalan kan.
“cepatlah sana ganti baju mu anak manja” Leeteuk mencoba berkelakar saat ekor mata nya melihat Soo Hyun yang tampak akan bangun dari acara berbaring nya. “ kau bau tahu”
Kyuhyun langsung tertawa seraya berjalan pergi agar hyung nya tak bertambah curiga saat melihat gelagatnya barusan.



Sementara itu di ruang tengah di lantai bawah rumah Kangin, suasana kembali hening dan tegang. Kangin tahu ini adalah saat nya bagi mereka semua untuk mulai membicarakan hal yang kemarin ia bicarakan dengan sang ayah. Dan Tuan Kim pun terlihat sudah mempersiapkan diri untuk hal itu.
Dan tak lama setelah itu Kyuhyun muncul dari arah tangga dan bergabung bersama orang tua dan juga kakek nenek nya. Kyuhyun bisa melihat wajah-wajah tegang yang ada di depan nya saat ini, termasuk pria paruh baya yang duduk di depan kakek nya.
Setelah melihat Kyuhyun datang dan duduk di dekat orang tuanya, Tuan Kim mulai mengambil napas dan saat beliau akan berbicara tanpa mengurangi rasa hormatnya pada sang kakek Kyuhyun langsung menyelanya.
“ aku tau apa yang akan haraboji katakan” Kyuhyun memandang kearah Tuan Kim dengan pandangan menyesal karena sudah menyela sang kakek. “ ini tentang Soo Hyun hyung kan?”
Semuanya tampak terdiam setelah Kyuhyun melontarkan pertanyaan itu, Tuan Kim sudah menduga kalau Kyuhyun akan menanyakan kebenaran itu pada akhirnya karena memang bocah itu harus tahu. Dan ini memang sudah saat nya untuk mengungkapkan kebenaran yang sudah hampir 20 tahun ia sembunyikan.
“ apa yang ingin kau ketahui Kyu?” Tanya Tuan Kim dengan ketenangan yang membuat Kyuhyun kagum.
“aku hanya ingin mendengar kebenaran itu kakek,” Kyuhyun memandang Tuan Kim dan pria yang duduk di sebelah kakeknya secara bergantian.
“ bukan kah kau sudah mengetahui semuanya?” dengan bijak Tuan Kim bertanya balik pada cucu kesayangannya. “ apa lagi ,yang ingin kau ketahui tentang….” Tuan Kim memandang Young Jun sebentar sebelum melanjutkan kalimatnya.
“ tentang Young jun ahjushi?”
Kyuhyun menganguk pasti, meskipun ia juga sebenarnya tahu siapa itu Young Jun dan ada hubungan apa pria itu dengan hyung nya Soo Hyun. Kyuhyun hanya ingin memastikan saja agar semuanya menjadi jelas terutama untuk sang nenek yang entah karena apa begitu membenci Soo Hyun dan berniat untuk menyingkirkan nya.
Dan ini adalah untuk ke sekian kalinya buat Kyuhyun bertemu dengan Young Jun. dan yang membuat Kyuhyun kagum dengan sosok itu adalah pembawaan tenang Young Jun. betapa pandainya sosok itu menyembunyikan kedekatan mereka dan barang tentu kalau sampai Nyonya Kim mengetahui kenyataan ini, nenek tua itu pasti langsung terkena serangan jatung. Kyuhyun benar-benar tak sabar ingin segera melihat reaksi apa yang akan di tunjukkan oleh nenek nya itu.



Ternyata ketegangan bukan hanya terjadi di ruang keluarga tapi juga di kamar Soo Hyun, namja itu tahu kalau ada sesuatu yang di sembunyikan oleh dongsaeng dan hyung nya. Tapi Soo Hyun masih belum bisa memastikan apa yang sudah direncanakan oleh keduanya. Yang jelas pasti ada hubungan nya dengan pria yang tadi di temuinya di ruang keluarga.
Saat tadi Soo Hyun bertemu pandang dengan pria itu, Soo Hyun merasa pernah melihat sosok itu tapi Soo Hyun tak ingat kapan dan dimana mereka bertemu. Yang jelas ada perasaan lain saat pandangan keduanya bertemu meski tak terlalu lama, karena Kyuhyun langsung memeluknya dan membawa nya ke kamar. kalau saja bocah usil itu tak menariknya ke sini ia pasti akan bertanya pada sosok itu.
Dan ini adalah kesempatan nya untuk mengorek sang hyung, karena Soo Hyun yakin hyung nya yang satu ini pasti bisa menjelaskan dan memberinya jawaban yang ia inginkan.
“ apa yang kau rencana dengan Kyuhyun, Teukie hyung?” Soo Hyun bertanya dengan wajah penuh curiga pada Leeteuk yang duduk di sebelah Soo Hyun. “ aku tahu kalian pasti sedang merencanakan sesuatu kan?”
Leeteuk tak langsung memberi jawaban atas pertanyaan itu, namja itu hanya diam seraya memandang Soo Hyun dengan pandangan yang membuat Soo Hyun semakin penasaran, sedangkan Yesung dia hanya duduk diam di kursi meja belajar Soo Hyun. Meskipun sebenarnya Yesung juga tahu tentang rencana Leeteuk dan Kyuhyun tapi dia tak bisa ikut campur meskipun ingin tapi yesung tahu dia tak memiliki hak di dalamnya.
“ hyung!” seru Soo Hyun yang mulai tak sabar dengan sikap diam Leeteuk “jangan bilang kau dan Kyuhyun…..” Soo Hyun tak jadi melanjutkan pertanyaan yang sudah ada di ujung lidahnya saat maniknya bersitatap dengan manic lembut milik sang hyung.
Dengan gerakan slowmotion Leeteuk menatap Soo Hyun yang juga tengah menatapnya, meski sedikit enggan akhirnya Leeteuk menjawab pertanyaan Soo Hyun hanya dengan anggukan kepala dan itu sudah lebih dari cukup untuk Soo Hyun mengartikan jawaban sang hyung.
“ sejak kapan hyung?” pertanyaan itu terdengar pelan tapi Leeteuk bisa mendengarnya dengan sangat jelas “ sejak kapan anak itu tahu tentang kebenaran jati diri ku?”
“ apa mungkin dia sudah tahu hal itu dari dulu?”
“ tapi… tapi kenapa dia hanya diam saja?”
Soo Hyun terus bergumam sendirian dia seperti tak yakin dengan apa yang baru saja ia tahu tentang Kyuhyun yang ternyata sudah tahu tentang dia yang diadopsi oleh Kangin dan Yeon Ra ibunya.
Apakah mungkin Kyuhyun juga tahu tentang siapa orang tua kandung nya? Kalau adiknya itu memang sudah tahu, bagaimana bisa anak itu masih bisa bersikap seperti itu padanya, seperti seolah tak pernah terjadi apa-apa.
Lalu masalahnya dengan nenek nya apa Kyuhyun juga sudah tahu hal itu? Tidak… itu tidak mungkin, kalau Kyuhyun sampai tahu bocah itu pasti akan melakukan hal yang sangat nekat dan Soo Hyun tak ingin kalau dongsaeng nya itu melakukan tindakan yang bodoh dengan memusuhi sang nenek.
Saat menyadari itu Soo Hyun seketika bangun dari tempat tidurnya, Yesung dan Leeteuk yang tak menyangka hal itu hanya mampu menatap kepergian Soo Hyun dan setelah beberapa detik berlalu Yesung yang sudah mendapatkan kesadaran nya kembali langsung berlari mengejar Soo Hyun.
“Soo Hyun-ah, kau mau kemana?!” seru nya seraya berlari keluar kamar dengan Leeteuk yang mengekor di belakang nya.
“aku harus bicara dengan si bodoh itu hyung,”
“Soo-ah, jangan bodoh kau baru saja sembuh, kau harus istirahat di kamar mu sekarang” Leeteuk ikut berseru tapi Soo Hyun sepertinya tak menghiraukan itu. Dia semakin mempercepat langkahnya untuk bisa sampai di lantai bawah.
Bukan nya berhenti tapi Soo Hyun makin bergegas menuruni anak tangga yang kini ada di depan nya, tapi saat tinggal dua anak tangga lagi Soo Hyun langsung berhenti. Bukan karena apa tapi ia tampak tak mempercayai apa yang tertangkap oleh mata dan pendengarannya. Apa lagi saat Kyuhyun berteriak menyalahkan Nyonya Kim.
Begitu pun dengan Leeteuk dan Yesung yang tadinya berniat menyusul Soo Hyun, keduanya saling bertukar pandang selama beberapa saat sebelum akhirnya Leeteuk melangkah mendekati Soo Hyun yang masih berdiri di anak tangga.
“Soo Hyun-ah?!” panggilnya pelan, Leeteuk merasa kasihan melihat Soo Hyun yang tampak seperti itu.
Sementara itu perdebatan yang terjadi di ruang keluarga itu makin membuat Soo Hyun merasa bersalah, kalau saja dulu ia menolak mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi di dalam keluarga Kim. Tapi itu sudah terjadi dan bahkan dari awal kedatangan nya Soo Hyun memang tak pernah di anggap oleh Nyonya Kim.
Soo Hyun bertahan selama ini hanya karena Kangin dan Yeon Ra, demi membalas budi baik kedua orang tua angkatnyalah Soo Hyun rela tak di akui oleh sang nenek. Dan juga demi dongsaeng nya lah Soo Hyun selalu memasang senyum di wajahnya.


“jangan bilang kalau kau adalah……” ucapan yang akan di ucapkan oleh Nyonya Kim berlanjut karena Young Jun a.k.a Bae young Jun menjawab dengan mantap seraya memandang Soo Hyun yang masih berdiri di tangga yang tak jauh dari ruang keluarga.
“Soo Hyun memang anak kandung ku, dia adalah darah daging ku dengan ….” Young Jun menghentikan kalimatnya saat mata teduhnya melihat Soo Hyun yang menggelengkan kepala antara tak percaya dan kaget.
“dia adalah putra ku dengan  orang yang dulu sangat kau benci Immo,” seketika Nyonya Kim  membelalak kaget, meski Young Jun tak menyebutkan nama istrinya dengan gamblang tapi Nyonya Kim tahu siapa yang di maksud oleh keponakan nya itu. Karena hanya ada satu wanita yang dari dulu hingga saat ini yang tak akan pernah ia maafkan, ya dan wanita itu adalah Kang Heera istri Young Jun.
Tak ada yang tahu pasti apa yang membuat Nyonya Kim begitu membenci istri Young Jun. tapi sepertinya Young Jun tahu apa yang membuat sang Immo begitu membenci istrinya, hanya saja Young Jun tak mau terlalu ikut campur sebab Young Jun menyadari kalau akar dari permusuhan itu di sebabkan oleh Kang Heera.
Soo Hyun masih tak bisa mempercayai apa yang ia lihat dan dengar saat ini, kenyataan ini seperti tak mempu di cerna oleh otak nya. Pria itu adalah ayahnya? Ayah kandungnya? Dengan padangan yang mulai kabur karena air mata Soo Hyun terus mengarahkan pendengan nya pada sosok yang juga tengah melihat ke arahnya.
Saat Soo Hyun memandang tepat ke arah manic teduh namun tajam itu, Soo Hyun seperti merasa pernah melihat itu. Memang masih samar di ingatan Soo Hyun tapi mata itu mengingatkan nya pada sosok paman yang dulu sering datang ke panti asuhan tempatnya tinggal.
Dan apa yang tadi pria itu katakan benar-benar tak bisa dipercayai oleh Soo Hyun, pria itu mengatakan kalau dia adalah ayah kandungnya? Bagaimana itu bisa? Memang Soo Hyun belum pernah bertemu dengan ayahnya karena sejak ia lahir karena ibunya selalu mengatakan kalau ayahnya sudah meninggal.
Karena itu dia percaya apa yang ibunya bilang dan dia tak bertanya apapun tentang ayahnya meskipun sebenarnya Soo Hyun ingin tahu siapa dan bagaimana sosok sang ayah tapi ibunya akan langsung marah jika ia bertanya soal itu.
Dan dengan pelan Soo Hyun melangkahkan kakinya ke ruang tengah, meskipun ada rasa enggan tapi Soo Hyun hanya ingin memastikan apa yang tadi ia dengar dan lihat. Saat dia melihat dengan jelas apa yang ada diruang tengah itu tanpa bisa ditahan lagi air matanya langsung mengalir begitu saja apa lagi saat ia melihat sang ibu yang hanya bisa menangis di pelukan sang suami.
Soo Hyun tahu kalau sang ibu adalah orang yang begitu menyayangi nya dan wanita itu jugalah yang paling takut jika Soo Hyun meninggalkan nya. Sementara Kangin sang ayah meski berusaha untuk tenang tapi ketegangan di wajahnya tak bisa ditutupi. Lalu bagaimana dengan si bungsu, bocah itu hanya bisa diam dengan pandangan penuh kesedihan dan rasa sesal saat mendapati sang hyung yang kini juga tengah melihatnya dengan tatapan yang sangat Kyuhyun benci.
Meski begitu saat pandangan keduanya saling beradu untuk beberapa detik soo Hyun mencoba menyunggingkan senyum pada si bungsu dan itu membuat Kyuhyun langsung menundukkan kepalanya, bocah itu tak kuasa menahan kesedihan dan juga rasa bersalahnya karena tanpa seijin sang hyung dia membongkar dan mengorek kebenaran tentang siapa Soo Hyun.
Leeteuk dan Yesung hanya bisa diam di tempat mereka berdiri, keduanya tau ini masalah keluarga tapi melihat keadaan Soo Hyun dan juga Kyuhyun mereka merasa tak tega. Apalagi dengan kondisi Soo Hyun yang baru saja keluar dari Rumah Sakit.
Meski rencana nya dan Kyuhyun meleset tapi itu tak sepenuhnya meleset. Lagipula memang sudah seharusnya masalah ini di selesaikan, meski cara yang mereka lakukan sedikit frontal. Tapi ini sudah lebih baik daripada rencana awal yang di usulkan oleh Kyuhyun. Meskipun akhirnya jadi seperti apa yang kini Leeteuk lihat saat ini.


Soo Hyun akhirnya ingat dengan sosok yang tadi mengaku sebagai ayah kandung nya, mata itu, pandangan teduh itu, dan semua yang ada pada pria itu sama persis dengan sosok yang dulu sering menemaninya di panti. Sosok paman dermawan yang selalu memberinya permen coklat, sosok yang pernah di impikan oleh Soo Hyun untuk menjadi ayahnya. Dan nyata nya dia memang ayah kandungnya sendiri, sosok yang tak pernah di lihatnya hingga saat ini sosok yang ingin ditemuinya dulu, kini ada di depan matanya dan nyata.

Flashback
“Soo-ah, lihat apa yang ahjushi bawa untukmu?” kata seorang pria pada Soo Hyun kecil yang saat itu tengah asyik dengan buku tulis di depannya.
Senyum tersungging di bibir Soo Hyun saat ia melihat sosok yang kini duduk di
apa kau sedang belajar?” Tanya sang paman seraya mengangsurkan sebungkus besar permen coklat yang tadi ia bawa di depan Soo Hyun
“hem..” Soo Hyun menjawab dengan anggukan seraya menutup buku yang tadi dipakainya untuk mengerjakan PR yang di berikan oleh Suster Hwang. “ gumawo ahjushi”
sudahlah, bukan nya paman pernah berjanji padamu, setiap paman datang, paman akan bawakan kau permen coklat kalau kau mau menjadi anak yang baik dan rajin.”
Soo Hyun reflek menutup matanya saat tangan besar itu mengelus surai hitam di kepala mungilnya. Rasanya begitu hangat dan nyaman saat tangan itu menyentuh kepalanya, seperti inikah rasanya tangan ayah? Soo Hyun membatin seraya menikmati apa yang dilakukan oleh sang paman dermawan itu.
Sang paman yang melihat itu hanya tersenyum, sang paman pun nyatanya tengah membayangkan bila Soo Hyun adalah anak kandungnya. Saat sang paman pertama kali melihat Soo Hyun ia merasa seperti memiliki hubungan yang membuatnya tak paham padahal sebelumnya ia belum pernah bertemu dengan bocah itu tapi entah kenapa hati kecilnya merasakan kalau bocah itu ada ikatan batin yang kuat dengan nya, maka dari itu ia mulai sering datang ke panti itu hanya untuk sekedar melihat Soo Hyun dan membawakan nya permen coklat yang menjadi kesukaan si bocah.




Soo Hyun tak ingat apa yang terjadi setelah itu yang jelas beberapa detik setelah ia mendengar pengakuan dari pria itu, tiba-tiba dadanya terasa nyeri yang luar biasa reflek Soo Hyun mencengkram dada nya tapi rupanya rasa sakit itu kian menjadi hingga ia tak mampu lagi menahan berat tubuhnya hingga hampir jatuh, Untung Yesung dan Leeteuk dengan sigap menangkap tubuh Soo Hyun hingga tak sampai jatuh membentur lantai. Dan orang-orang yang ada di ruang itu seketika menghambur menghampiri Soo Hyun yang sudah tak sadarkan diri. Sementara itu Nyomya Kim hanya bisa melihat itu tanpa bisa berkata apapun karena kaget dan shock karena pengakuan Young Jun yang tak pernah ia sangka itu.
Selain itu rasa bersalah yang kini menghantuinya karena sudah membenci keponakan nya sendiri padahal ia tahu kalau bocah itu sebenarnya tak tahu menahu dengan masalah yang terjadi antara dirinya dengan  ibu bocah itu. Tapi entah kenapa saat Nyonya Kim melihat wajah Soo Hyun rasa benci yang ia rasa kan pada ibu sang bocah langsung meluap pada bocah itu.
Dan kini melihat keadaan Soo Hyun yang seperti itu Nyonya Kim benar-benar menyesal dengan tindakan bodoh nya selama ini pada Soo Hyun.
Kini yang ada di ruang keluarga itu hanya ada Nyonya dan Tuan Kim, karena yang lain pergi ke kamar Soo Hyun menunggu dan melihat keadaan bocah itu yang tengah di periksa oleh dokter Soo Man yang tadi langsung ditelpon oleh Kangin.
“ Soo Hyun baik-baik saja kan? Anak itu tidak akan mati kan?” racauan itu terus menerus keluar dari bibir Nyonya Kim yang tak hentinya gemetar.
“ ak…. Aku… aku tidak bermaksud seperti itu pada nya”
“ it… itu semua karena perempuan itu, kalau saja….. kalau saja dia  tidak menipu ku saat itu……”
Tuan Kim hanya diam mendengarkan itu, beliau tahu saat ini istrinya itu butuh teman untuk mencurahkan apa yang dia pendam selama ini. Tuan Kim juga tahu sekarang bukanlah saat nya untuk saling menyalahkan atas apa yang pernah terjadi dulu. Meski nyatanya tanpa itu pun Nyonya Kim sudah mendapatkan apa yang memang pantas ia dapatkan atas semua tindakannya pada Soo Hyun.
Tuan Kim terus memeluk istrinya yang tengah meracau, dengan sabar beliau berusaha menenangkan sang istri yang tengah larut dengan rasa bersalah pada sang cucu ponakan. Semoga setelah ini Nyonya Kim tak lagi menaruh kebencian nya pada Soo Hyun karena bocah itu memang tak seharus nya di benci karena kesalahan yang dilakukan oleh sang ibu.




Kangin langsung memberondong dokter Soo Man begitu beliau selesai memeriksa Soo Hyun, sementara itu Yeon Ra langsung menghampiri putranya yang masih tak sadarkan diri, dengan lembut Yeon Ra membelai surai sang putra. Dengan tangis yang membasahi wajahnya.
Kyuhyun tak menyangka kalau hyungnya akan melakukan hal itu, padahal ia sudah berusaha mengelabuhinya tapi perhitungan nya kali ini meleset dan membuat hyung nya jadi seperti ini, tapi mau bagaimana lagi toh pada akhirnya kenyataan ini pasti akan terbongkar juga suatu saat nanti.
Tapi bukan seperti ini yang dia harap kan, melihat hyung nya seperti ini membuatnya semakin merasa bersalah. Kalau tahu akhirnya begini lebih baik ia tak tahu saja tentang rahasia hyung nya itu. Tapi pada kenyataan nya meski Kyuhyun tak ingin mengetahui rahasia itu tapi nyatanya dia malah mengetahui semuanya.
“ ku mohon maafkan Kyunie, hyung” batin Kyuhyun, “ kalau saja… kalau saja saat itu Kyu tidak menemukan surat adopsi itu…” air mata yang sedari tadi di tahan nya kini akhirnya meluncur bebas membasahi wajah pucat Kyuhyun, bocah itu sampai tak menyadari jika sang hyung yang sudah sadar tengah memperhatikan dirinya.
Bahkan saat Yesung memanggilnya pun Kyuhyun tak bergeming dari tempatnya berdiri di sisi ranjang Soo Hyun. Sampai akhirnya Leeteuk meraih lengan nya, Kyuhyun baru menolehkan kepalanya pada namja yang sudah dianggapnya hyung itu.
“ semua nya sudah baik-baik saja sekarang,” dengan lembut Leeteuk memeluk Kyuhyun yang terlihat tak focus meski mata nya menatap Leeteuk. “ kau sudah malakukan apa yang kau bisa Kyu, lagi pula hyung mu  juga tak akan menyalahkan apa yang tadi kau lakukan.”
“ bahkan dia berterima kasih karena kau sudah membantunya untuk itu,” detik berikutnya setelah Leeteuk menyelesaikan kalimatnya itu, tangis Kyuhyun pun pecah karena rasa lega dan bersalah yang ia rasakan. Soo Hyun yang melihat itu hanya tersenyum lemah kepada Leeteuk yang terus memeluk Kyuhyun yang tengah menumpahkan perasaan nya.
Entah apa yang dibisikkan oleh Leeteuk di telinga Kyuhyun hingga anak itu seketika menolehkan kepalanya kearah  tempat tidur Soo Hyun, dan perlahan Kyuhyun melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur hyung nya. Dengan mata sembab dia menatap hyung nya yang juga tengah melihatnya, Kyuhyun berusaha memperlihatkan senyum nya pada sang hyung meski pun dengan wajah yang masih dipenuhi dengan sisa air mata tapi senyum itu kian merekah saat Soo Hyun membalasnya dengan senyum meski pun tampak seperti ringisan karena menahan sakit.
Kyuhyun kemudian duduk di sisi yang masih kosong ditempat tidur Soo Hyun, dengan lembut ia menggenggam tangan sang hyung memastikan kalau tangan itu masih hangat. Kyuhyun kemudian menempelkan tangan hyungnya ke sisi wajahnya, melihat kelakukan dongsaengnya  itu membuat Soo Hyun kembali tersenyum. Kebiasaan yang selalu Kyuhyun lakukan jika ia meresa bersalah pada hyung nya.
“ Soo-ah, jangan tinggalkan Oemma nde?” Yeon Ra langsung mendekap Soo Hyun ketika mendapati sang putra membuka mata.
“ nde, Oemma” meski terdengar lemah tapi Yeon Ra masih bisa mendengarnya dan itu membuat air  mata Yeon Ra kembali menetes
“ jangan tinggalkan Kyunie juga ya hyung, Kyunie janji akan selalu menuruti apa yang Soo hyung bilang, Kyunie janji tidak akan nakal lagi,  Kyunie mohon “
“ aku tidak akan pergi kemanapun, karena tempat ku adalah di sini di dekat kalian”
“ Soo Hyun-ah, putra Oemma”
“ hyungie…”
Yeon Ra dan Kyuhyun  bersamaan memeluk Soo Hyun meski tak terlalu erat karena mereka tahu kondisi Soo Hyun masih belum stabil dan karena itu mereka tak ingin membuat Soo Hyun sesak napas.


Kangin dan Young Jun hanya bisa saling pandang saat melihat adegan di dalam kamar Soo Hyun, meski kekhawatiran masih mereka rasakan tapi setidaknya melihat Soo Hyun yang sudah sadar sedikit membuat mereka lega.  Young Jun sendiri meski ingin lebih dekat lagi dengan sang putra tapi melihat kondisi Soo Hyun saat ini membuatnya harus menahan diri untuk itu. Meski Kangin sudah memberinya ijin tapi Young Jun tak ingi memaksakan keinginan nya itu. Sudah bisa melihat putranya lagi saja ia sudah merasa bersyukur.
“ Kangi-ah….!” Panggil Young Jun saat mereka hendak melihat keadaan Soo Hyun.
“ nde Hyung?”
Belum sempat Yeong Jun melanjutkan pertanyaan nya ponsel di dalam saku celananya berdering, betapa terkejutnya Young Jun saat melihat ID yang muncul di screen ponselnya. Kangin yang penasaran langsung menghampiri Young Jun, Kangin tahu pasti ada yang tidak beres saat pandangan keduanya bertemu. Tapi Kangin tak ingin menyela saat Young Jun menjawap panggilan itu.
apa kau sudah bertemu dengan anak mu, Tuan Bae?”  Tanya suara dari ujung line telepon Young Jun
“ kau? Apa yang kau ingin kan sebenarnya dari ku?"
Terdengar kekehan dari seberang yang membuat Young Jun hampir tak bisa mengendalikan rasa marahnya, saat ia mengenali sang penelpon. Dan itu membuat Kangin semakin penasaran dengan sosok yang kini tengah menelpon Young Jun, Kangin tahu ini pasti ada hubungan nya dengan masalah yang tengah terjadi di keluarganya saat ini. dengan perasaan was-was Kangin terus menyimak apa yang dibicarakan oleh Young Jun dan sang penelpon misterius itu.
Maka dengan isyarat Kangin memeberi tahu Young Jun untuk pindak ke ruang kerjanya yang aga jauh dari kamar kedua putra nya agar pembicaraan mereka tak terdengar oleh yang lain.
Begitu keduanya berada di dalam ruang, Kangin langsung mengunci pintu agar tak ada yang masuk. Dan Young Jun langsung meloudspaker pembicaraan nya agar Kangin bisa ikut mendengarkan.
aku harap kau bisa memanfaatkan kesempatan terakhirmu ini sebelum kau kehilangan putra mu untuk yang kedua kalinya Tuan Bae!”
kangin langsung menatap Young Jun yang juga menatapnya dengan pandangan yang meminta penjelasan tapi kedua nya berusaha untuk tetap focus pada sang penelpon.
hanya kali ini saja aku mau memberimu kesempatan, jadi manfaatkan lah itu dengan baik sebelum kau menyesal, Tuan Bae Young Jun?”
Mendengar itu Kangin langsung meluapkan emosi yang sedari tadi ditahannya, sementara itu Young Jun hanya terdiam seraya terus memandangi ponsel nya yang ada di atas meja kerja Kangin.
Sepertinya rasa lega yang tadi sempat mereka rasakan harus kembali tertelan oleh rasa khawatir, kenapa harus putra mereka yang menanggung semua beban itu, baik Kangin ataupun Young Jun benar-benar tak rela jika hal buruk ini terus menghampiri putra sulung mereka. Soo Hyun tak seharusnya mengalami hal buruk ini, karena itu keduanya berjanji dalam hati masing-masing akan melindungi Soo Hyun dengan cara apapun yang mereka bisa.

The End




nb: akhirnya ff ini the end juga mian kalo akhirnya jadi aneh begini, semoga ini tidak membuatkalian semua bosan dan ini adalah ff pertama ku yang bisa tamat meski agak aneh hehehehe

Selasa, 01 April 2014

FF SECRET CH 06



Title            : Secret ch 06
Main cast     : Kim soo hyun, Cho kyuhyun, Leeteuk, Yesung
And other.
Leght                    : chaptered
Warning      : typo, ooc, gaje, dan mungkin membosankan >///<
Rate            : T (bisa berubah sesuai kemauan saya ^-^)

Don’t like don’t read

flashback
“yeoboseo… nde” Leeteuk menjawab dengan ragu, karena yang nomor yang menelponnya tak ia kenali
“Leeteuk-goon?” Tanya orang di seberang telepon
“ye,…?”
“kau masih ingat aku?” Tanya sang penelpon “ini aku Kangin Appa”
“ouh, Kangin Ahjushi, nde waeyo ahjushi?”
“Soo Hyun….” Kangin agak ragu saat akan memberitahu Leeteuk tentang keadaan soo Hyun, Kangin tak ingin membuat namja yang sudah dianggap hyung oleh Soo hyun itu khawatir tapi Kangin tetap harus memberitahu Leeteuk tentang apa yang terjadi dengan Soo hyun.
“ye, ahjushi? Ada apa dengan Soo Hyun,  apa dia baik-baik saja?” ada nada khawatir saat Leeteuk bertanya Karena Kangin tak juga bicara.
“Teuk-ah, bisakah kau datang ke Seoul Hospital sekarang!?” akhirnya kata-kata itu keluar dari bibir Kangin. “Soo Hyun … dia… mengalami kecelakaan..” dengan terbata Kangin akhirnya memberitahu Leeteuk.
Tentu saja itu membuat Leeteuk panic dan cemas bukan kepalang tanpa babibu dia berlari ke parkiran tapi saat ia akan menyalakan mobil Yesung menahannya, karena rasa cemas ia pasti tak bisa menyetir dengan benar.
Flashback end
Bertepatan dengan ke datangan Leeteuk dan Yesung, pintu ruang operasi pun akhirnya terbuka. Bersamaan dengan Kangin, Leeteuk pun langsung menghampiri Uisa yang baru saja keluar dari ruangan itu.
“bagaimana keadaan putra ku Uisa?”
“bagaimana dengan Dongsaeng ku Uisa?”
Leeteuk dan Kangin bertanya hampir bersamaan, Uisa dengan tenang melepas masker yang tadi menutupi sebagian wajahnya sebelum akhirnya menjawab pertanyaan yang ditujukan padanya.
“apa anda keluarganya?” Tanya Uisa kepada Kangin dan Leeteuk
“saya ayahnya Uisa!” jawab Kangin
“sebaiknya kita bicara di ruangan saya saja” Uisa mengajak Kangin ke ruangan nya untuk membicarakan keadaan Soo Hyun, ini pasti sangat serius Leeteuk bisa menebak hal itu. Meski sebenarnya ia ingin ikut tapi Leeteuk tahu Uisa pasti tidak akan mengijinkannya, tapi sepertinya ia salah karena Kangin tiba-tiba mengajaknya serta saat pria itu melangkah di depan nya. Meski agak terkejut tapi akhirnya Leeteuk mengikuti di belakang Kangin.

Ruang Uisa
“luka luar yang diderita pasien sudah bisa kami atasi, tapi kami menemukan adanya kelainan pada jantung pasien,” kata Uisa to the point, “ kami masih belum yakin apa itu di dapat saat kejadian ataukah ini memang sudah ada sebelumnya.”
“kelainan jantung?” Kangin benar-benar tak mengerti dengan itu, padahal selama ini Soo Hyun tak pernah mengeluhkan hal itu. “bagaimana itu bisa, Uisa?”
“ tapi itu lah yang tadi saya temukan, tapi kami akan mengusahakan yang terbaik untuk putra anda”
“saya benar-benar memohon pada anda Uisa, tolong selamatkan putra saya, saya mohon”

Leeteuk sama sekali tak pernah mengira kalau Soo Hyun memiliki penyakit seperti itu, kenapa harus dengan penyakit yang sama. Dulu dongsaengnya juga di fonis dengan penyakit yang sama seperti Soo Hyun. Jantung.
Leeteuk benar-benar tak pernah mengira dengan hal ini, padahal selama mereka tinggal di panti tak pernah sekalipun dongsaeng nya itu mengeluhkan hal yang tadi di katakana Uisa. Kalaupun dari kecelakaan tadi, bagaimana bisa sampai seperti itu.
“kami akan tetap memantau pasien hingga 24 jam ke depan, semoga tidak ada hal yang membahayakan” Uisa yang bername tag Sooman Lee itu mengakhiri penjelasan nya.
“kamsahamnida Uisa-nim” Kangin yang sudah lebih dulu bisa mengendalikan dirinya berterimakasih pada Uisa dengan sedikit membungkuk di tempat duduk nya.
Sementara itu Leeteuk masih terpaku di tempatnya, namja itu masih belum bisa percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, haruskah ia kehilangan dongsaeng lagi kali ini. soo Hyun memang bukan adik kandungnya tapi Leeteuk sudah menganggapnya bagian dari dirinya sejak ia melihat pertama kali Soo Hyun di tinggal kan di depan pintu gerbang panti tempatnya di besarkan.
Meskipun Soo Hyun dulu nya tak pernah menganggapnya tapi dengan kesabarannya akhirnya Soo Hyun mau menerima uluran tangan nya. Dan saat itu lah Leeteuk dan Soo Hyun memutuskan untuk mengikat tali persaudaraan. Meskipun Soo Hyun kini di angkat anak oleh keluarga Kangin tapi hubungan mereka masih tetap tak berubah dan meskipun jarak memisahkan mereka tapi komunikasi diantara keduanya tak pernah terputus malahan Kangin dan juga keluarganya kian akrab dengan Leeteuk maupun penghuni panti yang lain.
Sekembalinya mereka dari ruangan dokter, Kangin langsung diberondong pertanyaan oleh istrinya . sementara itu Leeteuk hanya bisa terdiam dengan pandangan kosong, melihat itu Yesung langsung menghampiri hyungnya yang sudah seperti orang linglung itu. Separah itu kah kondisi soo Hyun? Yesung hanya membatin meski tadi banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Leeteuk tapi melihat hyung nya seperti itu membuatnya urung untuk bertanya.
Sedangkan Yeon Ra, wanita itu hanya bisa menangis setelah mengetahui kondisi putra sulungnya. Tak beda dengan ibunya Kyuhyun pun hanya bisa menangis dalam diam. Mendengar apa yang tadi di jelaskan oleh sang ayah.


Sementara itu Tuan Kim yang masih menunggu kabar dari Kangin hanya bisa menahan kecemasan nya, dengan tetap berada di kantor agar sang istri tak curiga. Dalam hati Tuan Kim berharap agar cucu sulungnya itu baik-baik saja, meskipun begitu rasa cemas nya tak juga berkurang. Sampai akhirnya ponsel yang sedari tadi ia pandangi bergetar dengan tergesa Tuan Kim meraihnya dan langsung menjawab panggilan yang memang sudah ia nanti dari beberapa jam yang lalu.
“apa yang terjadi dengan….” Tuan Kim langsung terdiam saat mendengar suara dari seberang telpon nya, dan ketegangan yang tadi sepertinya bertambah berkali lipat saat dia mengenali suara sang penelpon.
“Young Jun?” Tuan Kim tak menyangka akan mendengarkan suara itu lagi, “bagaimana keadaan mu sekarang?” Tuan Kim berusaha agar suaranya terdengar biasa tapi tetap saja ketegangan itu tetap mendominasi,
“….”
“ouh, tidak ada apa-apa” Tuan Kim mencoba berkilah tapi itu tak membuat sosok yang ternyata adalah Young Jun itu percaya begitu saja.
Terlihat dari wajah Tuan Kim yang kian tegang, tak tahu apa yang Young Jun tanyakan dan itu membuat Tuan Kim tak nyaman. Sepertinya Young Jun bertanya tentang Soo Hyun.
Tuan Kim benar-benar tak tahu harus memberi jawaban apa pada Young Jun tentang Soo Hyun karena dia sendiripun kini juga tengah menunggu kabar dari Kangin yang hingga saat ini tak juga menghubungi nya.
Tak ada yang tahu dengan apa yang dilakukan oleh dua orang ini, ternyata diam-diam keduanya menjalin hubungan baik. Sepertinya Nyonya Kim pun tak tahu tentang apa yang direncanakan oleh suaminya itu.
Sosok Young Jun sendiri ternyata masih memiliki hubungan dengan Tuan Kim. saat Kangin merencankan pengadopsian anak dari salah satu panti di pinggiran Seoul, Entah kebetulan atau tidak ternyata Tuan Kim sudah tahu lebih dulu identitas Soo Hyun sebelum Kangin dan Yeon Ra mengadopsi anak itu.
Itulah sebab nya mengapa Tuan Kim langsung menyetujui rencana putranya untuk mengadopsi anak, benar-benar sebuah kebetulan yang sangat pas. mungkin kalau Kangin tak menemukan Soo Hyun tuan Kim pun sepertinya juga sudah merencanakan untuk mencari Soo Hyun karena permintaan Young Jun.
Tapi dengan keadaan Soo Hyun saat ini Tuan Kim tidak mungkin berbicara jujur pada Young Jun ia tidak sanggup kalau harus membuat keponakan nya sedih jika tahu putra nya kini mungkin tengah dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Kalau saja Kangin segera memberinya kabar tentang keadaan Soo Hyun mungkin Tuan Kim punya alasan untuk memberitahu Young Jun.



Dan tanpa sepengetahuan Tuan Kim ternyata ada seseorang yang kini tengah mendengarkan pembicaraan nya di balik pintu ruang kerjanya. Sosok itu yang tak lain adalah sang Nyonya besar Kim. Beliau tak pernah menyangka kalau ternyata selama ini Sang suami menyembunyikan hal penting ini darinya, betapa terkejutnya dia saat tadi Tuan Kim menyebut nama orang yang hampir ia celakai karena asset yang kini menjadi miliknya, asset yang seharusnya menjadi milik bersama itu.
Tapi bukan itu yang menjadi focus nya tadi, tapi nama seseorang yang selama ini ia benci. Ya seseorang yang tak pernah ia anggap keberadaanya di dalam keluarga. Dan ternyata sosok itu masih memiliki hubungan yang sangat dekat dengan nya. Sosok yang tak ingin ia akui.
“ini tidak mungkin… anak itu… anak pungut itu tidak mungkin….” Nyonya Kim mencoba mengingkari hal yang tadi dia dengar dari mulut Tuan Kim. Nyonya Kim berusaha mengelak tentang kebenaran status Soo Hyun yang ternyata masih ada hubungan dengan suami nya. Dan itu artinya Soo Hyun adalah keponakan dari suaminya.


Seoul Hospital
Meskipun masa kritisnya sudah lewat tapi nyatanya Soo Hyun hingga kini masih enggan intuk membuaka mata nya. Dan itu membuat Kangin dan Yeon Ra tak bisa meninggalkan Soo Hyun begitu saja, terutama Yeon Ra wanita itu seperti tak ingin meninggalkan Soo Hyun meski untuk sekedar untuk istirahat.
Sementara itu si bungsu juga tak ingin jauh dari hyungnya, meski pun begitu Kyuhyun tetap mematuhi ayahnya untuk pergi ke sekolah meski enggan, tapi ia harus melakukan kewajibannya yang satu itu. Leeteuk dan Yesung bergantian datang  dan menemani Soo Hyun ketika Yeon Ra terpaksa harus pergi untuk mengurus keperluan Soo Hyun.
Dan  hari ini genap satu minggu Soo Hyun di rumah sakit tapi namja itu sepertinya masih betah menutup mata, entah apa yangmembuat nya enggan bangun dari tidurnya. Luka luarnya juga sudah mulai berangsur sembuh meski memar masih belum hilang sepenuhnya.
“hyung… sampai kapan kau akan tidur terus?” gumaman itu terdengar begitu menyakitkan di telinga Leeteuk. “aku mohon, buka mata mu hyung?”
Kebetulan hari ini saat dia ke rumah sakit bersamaan dengan Kyuhyun yang juga datang setelah pulang dari sekolah. Dan saat dia masuk ke dalam kamar rawat Soo Hyun namja itu mendapati Kyuhyun sudah ada di dalam.
“apa yang membuatmu tak mau membuka mata, eoh?” Kyuhyun terus bergumam meski tak ada jawaban apapun dari Soo Hyun karena memang namja itu masih belum sadar.
“apa kau ingin balas dendam pada ku, hyung?” suara Kyuhyun mulai terdengar serak karena menahan tangis yang sudah di ujung mata. “apa kau berniat menyiksaku pelan-pelan, hyung?”
Dan isakan pelan mulai terdengar sesaat Kyuhyun mengucapkan itu, dan seketikaitu juga tangis yang sudah ia coba tahan akhirnya pecah.
“kyunie… tak benar-benar marah pada hyunie hyung….” Lanjutnya seraya menelungkupkan wajahnya ke tempat tidur Soo Hyun hingga sedikit meredam suara tangisnya. “ku mohon buka mata mu, hyung”
Leeteuk hanya bisa terpaku di tempatnya, melihat pemandangan di depan nya membuatnya seperti terseret pada kenangan mimpi buruknya dulu saat ia harus kehilangan Donghae, dongsaenya. Apa sekarang ia harus kehilangan donsaeng lagi? Tanpa sadar Leeteuk ikut meneteskan air mata, rasa sedih seolah menyeretnya kembali. Padahal ia sudah berusaha untuk tidak menangis lagi tapi melihat apa yang dilakukan Kyuhyun mau tak mau membuatnya kembali merasakan kesedihan yang ia coba pendam beberapa hari ini.
“Kyu…” lirihnya seraya berjalan mendekat ke tempat tidur Soo Hyun dan Kyuhyun yang duduk di kursi di samping tempat tidur Soo Hyun seraya menenggelamkan kepalanya ke kasur.
“hyung mohon kau jangan seperti ini.” katanya seraya menyentuh bahu Kyuhyun yang tampakgemretar karena menahan tangis. “Soo Hyun pasti sedih kalau tahu kau seperti ini”
Hik… hik…hik…
“ini semua gara-gara Kyunie…” Kyuhyun terus saja menyalahkan dirinya karena keadaan hyung nya. “ kalau saja….. kalau saja….”
“stttt…” reflek Leeteuk memeluk Kyuhyun dari belakang, Leeteuk tahu apa yang dirasakan Kyuhyun melihat hyung nya yang hingga kini belum juga siuman padahal dokter sudah menyatakan kalau masa kritis Soo Hyun sudah lewat tapi nyata nya Soo Hyun tak juga membuka matanya.
“kalau begitu mau kah kau menemani hyung berdoa, agar Soo Hyun segera membuka mata nya” Leeteuk mencoba membujuk Kyuhyun agar bocah itu tak bersedih lagi.
Beberapa saat tak ada respon dari Kyuhyun tapi setelah beberapa detik Kyuhyun mulai mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Leeteuk. Saat pandangan keduanya bertemu tanpa sadar Leeteuk tersenyum melihat itu membuat Kyuhyun spontan memeluk Leeteuk dan kembali menumpahkan tangis nya.
Leeteuk dengan sabar menenangkan Kyuhyun, Leeteuk seolah bisa merasakan apa yang sekarang dirasakan oleh dongsaeng Soo Hyun ini. setelah di rasa Kyuhyun mulai tenang Leeteuk sedikit merenggangkan pelukan namja itu.
“ayo kita berdoa bersama, agar Soo Hyun segera bangun dan membuka mata untuk kita” Leeteuk dengan telaten menghapus sisa air mata yang masih membasahi wajah pucat Kyuhyun.
Kyuhyun tampak mengatupkan kedua telapak tangan nya di depan dada dan sedikit menundukkan kepalanya begitu pun dengan Leeteuk namja itu tampak Khusuk berdoa.
Beberapa detik kemudia seperti mendapat keajaiban jemari Soo Hyun tampak mulai bergerak-gerak, begitu juga dengan kedua kelopak mata Soo Hyun. Meski tampak berat Soo Hyun seperti berusaha untuk membuka matanya. Beberapa kali kelopak matanya tamapak bergerak tapi lagi-lagi susah untuk Soo Hyun membuka matanya.
Begitupun dengan jari jemari Soo Hyun yang juga mulai bergerak perlahan tapi pasti, setelah beberapa detik akhirnya Soo Hyun bisa sedikit membuka matanya.
“Ky…. Kyu….. nie…. “ suara itu terdengar pelan dan serak
Kyuhyun yang masih berdoa seperti mendengar suara samar-samar memanggilnya.
Begitu juga dengan Leeteuk telinganya yang sensitive seperti mendengar suara meski samar-samar.
Dan dalam waktu yang bersamaan Kyuhyun dan Leeteuk membuka mata mereka, alangkah terkejutnya mereka saat melihat Soo Hyun mulai bergerak dan bibirnya bergumam seperti memanggil-manggil seseorang.Kyuhyun segera mendekatkan telingan nya ke bibir hyung nya sementara Leeteuk langsung berinisiatif memencet tombol darurat untuk memanggil dokter jaga.
Hingga tak berapa lama Uisa dan ganhosa yang menangani Soo Hyun datang dan langsung melakukan pengecekan pada Soo Hyun. Leeteuk dan Kyuhyun terus memperhatikan apa yang dilakukan Uisa dengan harap-harap cemas begitu apa yang dilakukan Uisa selelsai Leeteuk langsung mendekati Uisa untuk memastikan kalau kondisi Dongsaengnya baik-baik saja.
“Uisa-nim?” Uisa langsung tanggap sebelum Leeteuk menyelesaikan pertanyaanya.
“Soo Hyun-ssi dia sudah mulai sadar” kata Uisa dengan wajah penuh kelegaan “tapi sepertinya ia masih butuh proses untuk itu, jadi usahakan untuk selalu mengajaknya bicara agar ia segera bisa mendapatkan kesadaranya sepenuhnya.”
“kamsahamnida, Uisa-nim… kamsahamnida…” Leeteuk membungkuk berkali-kali mendengar kabar gembira ini. sementara itu Kyuhyun sudah menangis karena lega seraya menggenggam tangan hyungnya yang tak terpasang jarum infuse dengan erat.
Namja itu seolah masih belum percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari Uisa. Hyunie hyung nya sudah sadar dari tidur panjangnya, dalam hati ia terus berucap syukur pada Tuhan karena sudah mengabulkan doanya.


Saat Soo Hyun membuka kedua matanya yang ada di hadapan nya hanyalah hamparan warna putih, Soo Hyun tak tahu ada dimana dirinya saat ini yang jelas kini ia sendirian tanpa ada Kyuhyun ataupun orang tuanya. Perlahan namja itu mulai melangkahkan kakinya.
“Kyuhyunie….!” Panggilnya tapi yang terdengar bukan nya jawaban tapi gaung dari suaranya sendiri
“Appa…. Oemma….” Lagi-lagi panggilan nya hanya dijawab dengan pantulan suaranya sendiri.
“aku ada dimana?” tanyanya pada dirinya sendiri,
Setelah beberapa langkah kaki Soo Hyun beranjak, dia mendengar ada nya suara tangisan dengan tergesa ia menghampiri suara itu berasal dan saat ia mulai dekat dengan sumber suara itu, hamparan warna putih itu berganti dengan suasana malam dan hujan deras yang tiba-tiba mengguyurnya.
Dan manic tajamnya meliha ada seorang anak kecil tengah menangis di depan sebuah gerbang dengan keadaan basah kuyup karena kehujanan. Dan anak kecil itu terus menerus memanggil-manggil ibunya. Karena kasihan Soo Hyun mencoba menghampiri sosok anak kecil itu.
“adik kecil, kenapa kau sendirian di bawah hujan seperti ini?” Tanya Soo Hyun lembut “Mana orang tua mu?”
“Oemma…. Oemma odiseoyo?” anak itu bukan nya menjawab tapi malah menangis dan terus menerus menanyakan keberadaan sang Oemma.
“jangan tinggalkan Soo sendirian, Soo takut sendirian” bocah itu terus meracau mencari keberadaan sang ibu yang meninggalkan nya di tempat itu.
Soo Hyun yang tadinya ingin bertanya hanya bisa diam saat bocah kecil di hadapanya itu memanggil diri nya Soo, Soo Hyun dengan tegang mencoba melihat wajah anak kecil di hadapanya yang sedari tadi terus tertunduk itu. Dan betapa terkejutnya ia saat berhasil membuat anak kecil itu mengangkat wajahnya.
Anak yang ada di hadapan nya saat ini adalah…. Diri nya sendiri, tapi sepertinya hanya Soo Hyun yang tahu hal itu karena anak kecil itu tampak bingung saat Soo Hyun memandangnya dengan rasa terkejut.
“hyung siapa?” pertanyaan polos itu tak membuat Soo Hyun lepas dari rasa terkejutnya. Namja itu hanya terus memperhatikan dengan lekat sosok nya saat masih berumur lima tahunan itu.
“kenapa hyung menangis?” Tanya nya lagi dengan kebingungan saat melihat Soo Hyun menangis bukan nya menjawab.
Kilasan kenangan masa lalunya yang kelam kembali terlintas di benak Soo Hyun seperti film, saat ia harus melewati hari-harinya seorang diri tanpa adanya orang tua. Saat yang sebenarnya sangat ia benci meskipun begitu Soo Hyun sedikit merasa bersyukur karena masih adanya orang-orang seperti Suster Jang dan juga Leeteuk yang menyayanginya.
Hingga saat ia berada di titik rasa putus asa nya, tiba-tiba Soo Hyun seperti mendengar lagi suara tangisan kali ini bukan dari anak kecil yang ada di depannya nya melainkan…
“hyung… sampai kapan kau akan tidur terus?” gumaman itu terdengar begitu menyakitkan . “aku mohon, buka mata mu hyung?”
Suara ini Soo Hyun yakin ini adalah suara Dongsaengnya. “apa kau ingin balas dendam pada ku, hyung?” suara Kyuhyun mulai terdengar serak karena menahan tangis yang sudah di ujung mata. “apa kau berniat menyiksaku pelan-pelan, hyung?”
Demi apapun Soo Hyun tak ingin membuat adiknya itu sedih, dengan susah payah ia berusaha agar matanya terbuka, dan akhirnya setelah mengerahkan sisa tenaganya Soo Hyun mulai menggerakkan tangannya meskipun sangat sulit dengan keadaan badan yang terasa seperti tak bertenaga itu.
Tak lantas ia menyerah Soo Hyun mencoba memanggil dongsaenya tapi suaranya seoalah tak juga mau keluar. Dan di saat ia akan menyerah Soo Hyun bisa merasakan kehadiran orang lain, mungkin saja itu dokter yang sekarang memeriksa nya. Dalam hati Soo Hyun terus berdoa agar Tuhan memberinya satu kesempatan lagi untuk bisa kembali melihat orang-orang yang dia sayangi. Dan jika  Tuhan ingin mengabil kehidupannya setelah ini Soo Hyun rela, meskipun kesempatan terakhir itu harus didapatnya dengan susah payah.
TeBeCe




Nb:
akhirnya chapter ini aku putus kan buat publish sekarang aja, meski pun ragu semoga buat yang mau mampir n baca ini ff bisa memuaskan kalian semua (padahal yang baca paling cuma aku doang -_-) tapi aku tetep berterimakasih buat para silent rider yang mungkin aku tak bisa mengetahuinya yang jelas aku berharap kalian tidak bosan dengan karya absurd ku ini :P