Title : Secret ch 06
Main cast : Kim soo hyun, Cho kyuhyun, Leeteuk,
Yesung
And other.
Leght : chaptered
Warning : typo, ooc, gaje, dan mungkin membosankan
>///<
Rate : T (bisa berubah sesuai kemauan saya
^-^)
Don’t like don’t
read
flashback
“yeoboseo… nde”
Leeteuk menjawab dengan ragu, karena yang nomor yang menelponnya tak ia kenali
“Leeteuk-goon?” Tanya
orang di seberang telepon
“ye,…?”
“kau masih ingat aku?”
Tanya sang penelpon “ini aku Kangin Appa”
“ouh, Kangin Ahjushi,
nde waeyo ahjushi?”
“Soo Hyun….” Kangin
agak ragu saat akan memberitahu Leeteuk tentang keadaan soo Hyun, Kangin tak
ingin membuat namja yang sudah dianggap hyung oleh Soo hyun itu khawatir tapi
Kangin tetap harus memberitahu Leeteuk tentang apa yang terjadi dengan Soo
hyun.
“ye, ahjushi? Ada apa
dengan Soo Hyun, apa dia baik-baik
saja?” ada nada khawatir saat Leeteuk bertanya Karena Kangin tak juga bicara.
“Teuk-ah, bisakah kau
datang ke Seoul Hospital sekarang!?” akhirnya kata-kata itu keluar dari bibir
Kangin. “Soo Hyun … dia… mengalami kecelakaan..” dengan terbata Kangin akhirnya
memberitahu Leeteuk.
Tentu saja itu membuat
Leeteuk panic dan cemas bukan kepalang tanpa babibu dia berlari ke parkiran
tapi saat ia akan menyalakan mobil Yesung menahannya, karena rasa cemas ia
pasti tak bisa menyetir dengan benar.
Flashback end
Bertepatan dengan ke datangan Leeteuk dan
Yesung, pintu ruang operasi pun akhirnya terbuka. Bersamaan dengan Kangin,
Leeteuk pun langsung menghampiri Uisa yang baru saja keluar dari ruangan itu.
“bagaimana keadaan putra ku Uisa?”
“bagaimana dengan Dongsaeng ku Uisa?”
Leeteuk dan Kangin bertanya hampir bersamaan,
Uisa dengan tenang melepas masker yang tadi menutupi sebagian wajahnya sebelum
akhirnya menjawab pertanyaan yang ditujukan padanya.
“apa anda keluarganya?” Tanya Uisa kepada
Kangin dan Leeteuk
“saya ayahnya Uisa!” jawab Kangin
“sebaiknya kita bicara di ruangan saya saja”
Uisa mengajak Kangin ke ruangan nya untuk membicarakan keadaan Soo Hyun, ini
pasti sangat serius Leeteuk bisa menebak hal itu. Meski sebenarnya ia ingin
ikut tapi Leeteuk tahu Uisa pasti tidak akan mengijinkannya, tapi sepertinya ia
salah karena Kangin tiba-tiba mengajaknya serta saat pria itu melangkah di
depan nya. Meski agak terkejut tapi akhirnya Leeteuk mengikuti di belakang
Kangin.
Ruang Uisa
“luka luar yang
diderita pasien sudah bisa kami atasi, tapi kami menemukan adanya kelainan pada
jantung pasien,” kata Uisa to the point, “ kami masih belum yakin apa itu di
dapat saat kejadian ataukah ini memang sudah ada sebelumnya.”
“kelainan
jantung?” Kangin benar-benar tak mengerti dengan itu, padahal selama ini Soo
Hyun tak pernah mengeluhkan hal itu. “bagaimana itu bisa, Uisa?”
“ tapi itu lah
yang tadi saya temukan, tapi kami akan mengusahakan yang terbaik untuk putra anda”
“saya
benar-benar memohon pada anda Uisa, tolong selamatkan putra saya, saya mohon”
Leeteuk sama
sekali tak pernah mengira kalau Soo Hyun memiliki penyakit seperti itu, kenapa
harus dengan penyakit yang sama. Dulu dongsaengnya juga di fonis dengan penyakit
yang sama seperti Soo Hyun. Jantung.
Leeteuk benar-benar
tak pernah mengira dengan hal ini, padahal selama mereka tinggal di panti tak
pernah sekalipun dongsaeng nya itu mengeluhkan hal yang tadi di katakana Uisa.
Kalaupun dari kecelakaan tadi, bagaimana bisa sampai seperti itu.
“kami akan tetap
memantau pasien hingga 24 jam ke depan, semoga tidak ada hal yang membahayakan”
Uisa yang bername tag Sooman Lee itu mengakhiri penjelasan nya.
“kamsahamnida
Uisa-nim” Kangin yang sudah lebih dulu bisa mengendalikan dirinya
berterimakasih pada Uisa dengan sedikit membungkuk di tempat duduk nya.
Sementara itu
Leeteuk masih terpaku di tempatnya, namja itu masih belum bisa percaya dengan
apa yang baru saja ia dengar, haruskah ia kehilangan dongsaeng lagi kali ini.
soo Hyun memang bukan adik kandungnya tapi Leeteuk sudah menganggapnya bagian
dari dirinya sejak ia melihat pertama kali Soo Hyun di tinggal kan di depan
pintu gerbang panti tempatnya di besarkan.
Meskipun Soo
Hyun dulu nya tak pernah menganggapnya tapi dengan kesabarannya akhirnya Soo
Hyun mau menerima uluran tangan nya. Dan saat itu lah Leeteuk dan Soo Hyun
memutuskan untuk mengikat tali persaudaraan. Meskipun Soo Hyun kini di angkat
anak oleh keluarga Kangin tapi hubungan mereka masih tetap tak berubah dan
meskipun jarak memisahkan mereka tapi komunikasi diantara keduanya tak pernah
terputus malahan Kangin dan juga keluarganya kian akrab dengan Leeteuk maupun
penghuni panti yang lain.
Sekembalinya
mereka dari ruangan dokter, Kangin langsung diberondong pertanyaan oleh
istrinya . sementara itu Leeteuk hanya bisa terdiam dengan pandangan kosong,
melihat itu Yesung langsung menghampiri hyungnya yang sudah seperti orang
linglung itu. Separah itu kah kondisi soo Hyun? Yesung hanya membatin meski
tadi banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Leeteuk tapi melihat hyung
nya seperti itu membuatnya urung untuk bertanya.
Sedangkan Yeon
Ra, wanita itu hanya bisa menangis setelah mengetahui kondisi putra sulungnya.
Tak beda dengan ibunya Kyuhyun pun hanya bisa menangis dalam diam. Mendengar
apa yang tadi di jelaskan oleh sang ayah.
Sementara itu
Tuan Kim yang masih menunggu kabar dari Kangin hanya bisa menahan kecemasan
nya, dengan tetap berada di kantor agar sang istri tak curiga. Dalam hati Tuan
Kim berharap agar cucu sulungnya itu baik-baik saja, meskipun begitu rasa cemas
nya tak juga berkurang. Sampai akhirnya ponsel yang sedari tadi ia pandangi
bergetar dengan tergesa Tuan Kim meraihnya dan langsung menjawab panggilan yang
memang sudah ia nanti dari beberapa jam yang lalu.
“apa yang
terjadi dengan….” Tuan Kim langsung terdiam saat mendengar suara dari seberang
telpon nya, dan ketegangan yang tadi sepertinya bertambah berkali lipat saat
dia mengenali suara sang penelpon.
“Young Jun?”
Tuan Kim tak menyangka akan mendengarkan suara itu lagi, “bagaimana keadaan mu
sekarang?” Tuan Kim berusaha agar suaranya terdengar biasa tapi tetap saja
ketegangan itu tetap mendominasi,
“….”
“ouh, tidak ada
apa-apa” Tuan Kim mencoba berkilah tapi itu tak membuat sosok yang ternyata
adalah Young Jun itu percaya begitu saja.
Terlihat dari
wajah Tuan Kim yang kian tegang, tak tahu apa yang Young Jun tanyakan dan itu
membuat Tuan Kim tak nyaman. Sepertinya Young Jun bertanya tentang Soo Hyun.
Tuan Kim
benar-benar tak tahu harus memberi jawaban apa pada Young Jun tentang Soo Hyun
karena dia sendiripun kini juga tengah menunggu kabar dari Kangin yang hingga
saat ini tak juga menghubungi nya.
Tak ada yang
tahu dengan apa yang dilakukan oleh dua orang ini, ternyata diam-diam keduanya
menjalin hubungan baik. Sepertinya Nyonya Kim pun tak tahu tentang apa yang
direncanakan oleh suaminya itu.
Sosok Young Jun
sendiri ternyata masih memiliki hubungan dengan Tuan Kim. saat Kangin merencankan
pengadopsian anak dari salah satu panti di pinggiran Seoul, Entah kebetulan
atau tidak ternyata Tuan Kim sudah tahu lebih dulu identitas Soo Hyun sebelum
Kangin dan Yeon Ra mengadopsi anak itu.
Itulah sebab nya
mengapa Tuan Kim langsung menyetujui rencana putranya untuk mengadopsi anak,
benar-benar sebuah kebetulan yang sangat pas. mungkin kalau Kangin tak
menemukan Soo Hyun tuan Kim pun sepertinya juga sudah merencanakan untuk
mencari Soo Hyun karena permintaan Young Jun.
Tapi dengan keadaan
Soo Hyun saat ini Tuan Kim tidak mungkin berbicara jujur pada Young Jun ia
tidak sanggup kalau harus membuat keponakan nya sedih jika tahu putra nya kini
mungkin tengah dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Kalau saja Kangin
segera memberinya kabar tentang keadaan Soo Hyun mungkin Tuan Kim punya alasan
untuk memberitahu Young Jun.
Dan tanpa
sepengetahuan Tuan Kim ternyata ada seseorang yang kini tengah mendengarkan
pembicaraan nya di balik pintu ruang kerjanya. Sosok itu yang tak lain adalah
sang Nyonya besar Kim. Beliau tak pernah menyangka kalau ternyata selama ini
Sang suami menyembunyikan hal penting ini darinya, betapa terkejutnya dia saat
tadi Tuan Kim menyebut nama orang yang hampir ia celakai karena asset yang kini
menjadi miliknya, asset yang seharusnya menjadi milik bersama itu.
Tapi bukan itu
yang menjadi focus nya tadi, tapi nama seseorang yang selama ini ia benci. Ya
seseorang yang tak pernah ia anggap keberadaanya di dalam keluarga. Dan ternyata
sosok itu masih memiliki hubungan yang sangat dekat dengan nya. Sosok yang tak
ingin ia akui.
“ini tidak
mungkin… anak itu… anak pungut itu tidak mungkin….” Nyonya Kim mencoba
mengingkari hal yang tadi dia dengar dari mulut Tuan Kim. Nyonya Kim berusaha
mengelak tentang kebenaran status Soo Hyun yang ternyata masih ada hubungan
dengan suami nya. Dan itu artinya Soo Hyun adalah keponakan dari suaminya.
Seoul Hospital
Meskipun masa
kritisnya sudah lewat tapi nyatanya Soo Hyun hingga kini masih enggan intuk
membuaka mata nya. Dan itu membuat Kangin dan Yeon Ra tak bisa meninggalkan Soo
Hyun begitu saja, terutama Yeon Ra wanita itu seperti tak ingin meninggalkan
Soo Hyun meski untuk sekedar untuk istirahat.
Sementara itu si
bungsu juga tak ingin jauh dari hyungnya, meski pun begitu Kyuhyun tetap mematuhi
ayahnya untuk pergi ke sekolah meski enggan, tapi ia harus melakukan
kewajibannya yang satu itu. Leeteuk dan Yesung bergantian datang dan menemani Soo Hyun ketika Yeon Ra terpaksa
harus pergi untuk mengurus keperluan Soo Hyun.
Dan hari ini genap satu minggu Soo Hyun di rumah
sakit tapi namja itu sepertinya masih betah menutup mata, entah apa yangmembuat
nya enggan bangun dari tidurnya. Luka luarnya juga sudah mulai berangsur sembuh
meski memar masih belum hilang sepenuhnya.
“hyung… sampai
kapan kau akan tidur terus?” gumaman itu terdengar begitu menyakitkan di
telinga Leeteuk. “aku mohon, buka mata mu hyung?”
Kebetulan hari
ini saat dia ke rumah sakit bersamaan dengan Kyuhyun yang juga datang setelah
pulang dari sekolah. Dan saat dia masuk ke dalam kamar rawat Soo Hyun namja itu
mendapati Kyuhyun sudah ada di dalam.
“apa yang
membuatmu tak mau membuka mata, eoh?” Kyuhyun terus bergumam meski tak ada
jawaban apapun dari Soo Hyun karena memang namja itu masih belum sadar.
“apa kau ingin
balas dendam pada ku, hyung?” suara Kyuhyun mulai terdengar serak karena
menahan tangis yang sudah di ujung mata. “apa kau berniat menyiksaku
pelan-pelan, hyung?”
Dan isakan pelan
mulai terdengar sesaat Kyuhyun mengucapkan itu, dan seketikaitu juga tangis
yang sudah ia coba tahan akhirnya pecah.
“kyunie… tak
benar-benar marah pada hyunie hyung….” Lanjutnya seraya menelungkupkan wajahnya
ke tempat tidur Soo Hyun hingga sedikit meredam suara tangisnya. “ku mohon buka
mata mu, hyung”
Leeteuk hanya
bisa terpaku di tempatnya, melihat pemandangan di depan nya membuatnya seperti
terseret pada kenangan mimpi buruknya dulu saat ia harus kehilangan Donghae,
dongsaenya. Apa sekarang ia harus kehilangan donsaeng lagi? Tanpa sadar Leeteuk
ikut meneteskan air mata, rasa sedih seolah menyeretnya kembali. Padahal ia
sudah berusaha untuk tidak menangis lagi tapi melihat apa yang dilakukan
Kyuhyun mau tak mau membuatnya kembali merasakan kesedihan yang ia coba pendam
beberapa hari ini.
“Kyu…” lirihnya
seraya berjalan mendekat ke tempat tidur Soo Hyun dan Kyuhyun yang duduk di
kursi di samping tempat tidur Soo Hyun seraya menenggelamkan kepalanya ke
kasur.
“hyung mohon kau
jangan seperti ini.” katanya seraya menyentuh bahu Kyuhyun yang tampakgemretar
karena menahan tangis. “Soo Hyun pasti sedih kalau tahu kau seperti ini”
Hik… hik…hik…
“ini semua
gara-gara Kyunie…” Kyuhyun terus saja menyalahkan dirinya karena keadaan hyung
nya. “ kalau saja….. kalau saja….”
“stttt…” reflek
Leeteuk memeluk Kyuhyun dari belakang, Leeteuk tahu apa yang dirasakan Kyuhyun
melihat hyung nya yang hingga kini belum juga siuman padahal dokter sudah
menyatakan kalau masa kritis Soo Hyun sudah lewat tapi nyata nya Soo Hyun tak juga
membuka matanya.
“kalau begitu
mau kah kau menemani hyung berdoa, agar Soo Hyun segera membuka mata nya”
Leeteuk mencoba membujuk Kyuhyun agar bocah itu tak bersedih lagi.
Beberapa saat
tak ada respon dari Kyuhyun tapi setelah beberapa detik Kyuhyun mulai
mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Leeteuk. Saat pandangan keduanya
bertemu tanpa sadar Leeteuk tersenyum melihat itu membuat Kyuhyun spontan
memeluk Leeteuk dan kembali menumpahkan tangis nya.
Leeteuk dengan
sabar menenangkan Kyuhyun, Leeteuk seolah bisa merasakan apa yang sekarang
dirasakan oleh dongsaeng Soo Hyun ini. setelah di rasa Kyuhyun mulai tenang
Leeteuk sedikit merenggangkan pelukan namja itu.
“ayo kita berdoa
bersama, agar Soo Hyun segera bangun dan membuka mata untuk kita” Leeteuk
dengan telaten menghapus sisa air mata yang masih membasahi wajah pucat
Kyuhyun.
Kyuhyun tampak
mengatupkan kedua telapak tangan nya di depan dada dan sedikit menundukkan
kepalanya begitu pun dengan Leeteuk namja itu tampak Khusuk berdoa.
Beberapa detik
kemudia seperti mendapat keajaiban jemari Soo Hyun tampak mulai bergerak-gerak,
begitu juga dengan kedua kelopak mata Soo Hyun. Meski tampak berat Soo Hyun
seperti berusaha untuk membuka matanya. Beberapa kali kelopak matanya tamapak
bergerak tapi lagi-lagi susah untuk Soo Hyun membuka matanya.
Begitupun dengan
jari jemari Soo Hyun yang juga mulai bergerak perlahan tapi pasti, setelah
beberapa detik akhirnya Soo Hyun bisa sedikit membuka matanya.
“Ky…. Kyu…..
nie…. “ suara itu terdengar pelan dan serak
Kyuhyun yang
masih berdoa seperti mendengar suara samar-samar memanggilnya.
Begitu juga
dengan Leeteuk telinganya yang sensitive seperti mendengar suara meski
samar-samar.
Dan dalam waktu
yang bersamaan Kyuhyun dan Leeteuk membuka mata mereka, alangkah terkejutnya
mereka saat melihat Soo Hyun mulai bergerak dan bibirnya bergumam seperti
memanggil-manggil seseorang.Kyuhyun segera mendekatkan telingan nya ke bibir
hyung nya sementara Leeteuk langsung berinisiatif memencet tombol darurat untuk
memanggil dokter jaga.
Hingga tak
berapa lama Uisa dan ganhosa yang menangani Soo Hyun datang dan langsung
melakukan pengecekan pada Soo Hyun. Leeteuk dan Kyuhyun terus memperhatikan apa
yang dilakukan Uisa dengan harap-harap cemas begitu apa yang dilakukan Uisa
selelsai Leeteuk langsung mendekati Uisa untuk memastikan kalau kondisi
Dongsaengnya baik-baik saja.
“Uisa-nim?” Uisa
langsung tanggap sebelum Leeteuk menyelesaikan pertanyaanya.
“Soo Hyun-ssi
dia sudah mulai sadar” kata Uisa dengan wajah penuh kelegaan “tapi sepertinya
ia masih butuh proses untuk itu, jadi usahakan untuk selalu mengajaknya bicara
agar ia segera bisa mendapatkan kesadaranya sepenuhnya.”
“kamsahamnida,
Uisa-nim… kamsahamnida…” Leeteuk membungkuk berkali-kali mendengar kabar
gembira ini. sementara itu Kyuhyun sudah menangis karena lega seraya
menggenggam tangan hyungnya yang tak terpasang jarum infuse dengan erat.
Namja itu seolah
masih belum percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari Uisa. Hyunie hyung
nya sudah sadar dari tidur panjangnya, dalam hati ia terus berucap syukur pada
Tuhan karena sudah mengabulkan doanya.
Saat
Soo Hyun membuka kedua matanya yang ada di hadapan nya hanyalah hamparan warna
putih, Soo Hyun tak tahu ada dimana dirinya saat ini yang jelas kini ia
sendirian tanpa ada Kyuhyun ataupun orang tuanya. Perlahan namja itu mulai
melangkahkan kakinya.
“Kyuhyunie….!”
Panggilnya tapi yang terdengar bukan nya jawaban tapi gaung dari suaranya
sendiri
“Appa….
Oemma….” Lagi-lagi panggilan nya hanya dijawab dengan pantulan suaranya
sendiri.
“aku
ada dimana?” tanyanya pada dirinya sendiri,
Setelah
beberapa langkah kaki Soo Hyun beranjak, dia mendengar ada nya suara tangisan
dengan tergesa ia menghampiri suara itu berasal dan saat ia mulai dekat dengan
sumber suara itu, hamparan warna putih itu berganti dengan suasana malam dan
hujan deras yang tiba-tiba mengguyurnya.
Dan
manic tajamnya meliha ada seorang anak kecil tengah menangis di depan sebuah
gerbang dengan keadaan basah kuyup karena kehujanan. Dan anak kecil itu terus
menerus memanggil-manggil ibunya. Karena kasihan Soo Hyun mencoba menghampiri
sosok anak kecil itu.
“adik
kecil, kenapa kau sendirian di bawah hujan seperti ini?” Tanya Soo Hyun lembut
“Mana orang tua mu?”
“Oemma….
Oemma odiseoyo?” anak itu bukan nya menjawab tapi malah menangis dan terus
menerus menanyakan keberadaan sang Oemma.
“jangan
tinggalkan Soo sendirian, Soo takut sendirian” bocah itu terus meracau mencari
keberadaan sang ibu yang meninggalkan nya di tempat itu.
Soo
Hyun yang tadinya ingin bertanya hanya bisa diam saat bocah kecil di hadapanya
itu memanggil diri nya Soo, Soo Hyun dengan tegang mencoba melihat wajah anak
kecil di hadapanya yang sedari tadi terus tertunduk itu. Dan betapa terkejutnya
ia saat berhasil membuat anak kecil itu mengangkat wajahnya.
Anak
yang ada di hadapan nya saat ini adalah…. Diri nya sendiri, tapi sepertinya
hanya Soo Hyun yang tahu hal itu karena anak kecil itu tampak bingung saat Soo
Hyun memandangnya dengan rasa terkejut.
“hyung
siapa?” pertanyaan polos itu tak membuat Soo Hyun lepas dari rasa terkejutnya.
Namja itu hanya terus memperhatikan dengan lekat sosok nya saat masih berumur
lima tahunan itu.
“kenapa
hyung menangis?” Tanya nya lagi dengan kebingungan saat melihat Soo Hyun
menangis bukan nya menjawab.
Kilasan
kenangan masa lalunya yang kelam kembali terlintas di benak Soo Hyun seperti
film, saat ia harus melewati hari-harinya seorang diri tanpa adanya orang tua.
Saat yang sebenarnya sangat ia benci meskipun begitu Soo Hyun sedikit merasa
bersyukur karena masih adanya orang-orang seperti Suster Jang dan juga Leeteuk
yang menyayanginya.
Hingga
saat ia berada di titik rasa putus asa nya, tiba-tiba Soo Hyun seperti
mendengar lagi suara tangisan kali ini bukan dari anak kecil yang ada di
depannya nya melainkan…
“hyung…
sampai kapan kau akan tidur terus?” gumaman itu terdengar begitu menyakitkan .
“aku mohon, buka mata mu hyung?”
Suara
ini Soo Hyun yakin ini adalah suara Dongsaengnya.
“apa kau ingin balas dendam pada ku,
hyung?” suara Kyuhyun mulai terdengar serak karena menahan tangis yang sudah di
ujung mata. “apa kau berniat menyiksaku pelan-pelan, hyung?”
Demi
apapun Soo Hyun tak ingin membuat adiknya itu sedih, dengan susah payah ia
berusaha agar matanya terbuka, dan akhirnya setelah mengerahkan sisa tenaganya
Soo Hyun mulai menggerakkan tangannya meskipun sangat sulit dengan keadaan
badan yang terasa seperti tak bertenaga itu.
Tak
lantas ia menyerah Soo Hyun mencoba memanggil dongsaenya tapi suaranya seoalah
tak juga mau keluar. Dan di saat ia akan menyerah Soo Hyun bisa merasakan
kehadiran orang lain, mungkin saja itu dokter yang sekarang memeriksa nya.
Dalam hati Soo Hyun terus berdoa agar Tuhan memberinya satu kesempatan lagi
untuk bisa kembali melihat orang-orang yang dia sayangi. Dan jika Tuhan ingin mengabil kehidupannya setelah ini
Soo Hyun rela, meskipun kesempatan terakhir itu harus didapatnya dengan susah
payah.
TeBeCe
Nb:
akhirnya chapter ini aku putus kan buat publish sekarang aja, meski pun ragu semoga buat yang mau mampir n baca ini ff bisa memuaskan kalian semua (padahal yang baca paling cuma aku doang -_-) tapi aku tetep berterimakasih buat para silent rider yang mungkin aku tak bisa mengetahuinya yang jelas aku berharap kalian tidak bosan dengan karya absurd ku ini :P
Tidak ada komentar:
Posting Komentar