My memory
Title : My Memory
Main cast : Leeteuk/ Park Jung Soo, Donghae,
Kyuhyun
Leght : chapter
Rate : M
Genre : brothership and family
Author : Kim Soo Kyu
Semua ini milik
saya baik ide n cerita yang aku bikin semua dari otak saya kecuali tokohnya aku
pinjam dari mereka, semoga ini bisa menghibur kalian semua nya ^^
Don’t like, don’
read and no copas
Happy reading ^^
Mekipun tak di
hukum atas keteledorannya, tapi rasa bersalah itu terus menghantuinya, ini
benar-benar seperti bukan dirinya. dengan melakukan kesalahan itu membuatnya
ragu dengan kemampuan dan profesionalisme nya sendiri. Bagaiman bisa dalam situasi yang begitu
genting tadi ia hampir salah menembak targetnya.
Dan karena
kesalahanya tadi terpaksa ia harus rela dipindah tugaskan untuk sementara ini.
meskipun banyak dari teman-temannya yang tidak setuju tapi dengan rela ia
menerima konsekuensi atas apa yang telah ia lakukan. Dan disinilah ia saat ini
menjaga dan mengawal putra tunggal atasannya.
“ aku sudah
bukan anak kecil lagi, Appa!” seru soerang namja pada seorang pria paruh baya
yang tadi dipanggilnya Appa.
“ Appa tahu itu,
tapi apa kau tahu kau itu putra semata wayang Appa.” Kata sang Appa dengan sabar.
“ lantas apa
hubungan nya dengan itu, aku tak mau kalau ada dia disekitarku.” Katanya seraya
menunjuk seorang namja yang tengah berdiri tak jauh dari keduanya.
“ itu juga demi
keselamatan mu, Appa tak mau sampai terjadi sesuatu pada putra Appa.” Pria
paruh baya itu terdengar sedih saat mengucapkan kalimat itu.
“ appa tak ingin
kehilangan lagi, Kyu.”
“ tapi…” belum
sempat Kyuhyun menyela Appa nya, pria itu melanjutkan kalimatnya yang membuat
Kyuhyun seketika bungkam.
“ apa kau ingin
meninggalkan Appa seperti Oemma mu?”
Dan benar saja
begitu kalimat itu keluar dari bibir sang Appa, Kyuhyun langsung diam tak
berani menyela lagi bahkan sekarang kepalanya langsung tertunduk lesu. Bukan
niat nya ingin membatah perintah ayahnya, hanya saja Kyuhyun merasa tak nyaman
jika ada seseorang yang mengawasinya di setiap apa yang ia lakukan. Dan itu
dirasa sangat mengganggu ruang geraknya.
Bukan sekali ini
saja sang Appa mempekerjakan seorang pengawal untuk menjaganya, dan ini adalah
untuk yang kesekian kalinya Kyuhyun harus di jaga oleh seorang pengawal. Dan
kemana para pengawalnya yang sebelumnya? Yah benar sekali mereka tak ada yang
bertahan lama dengan kelakuan Kyuhyun. Semua nya menyerah bahkan dalam hitungan
hari dan yang paling parah adalah pengawalnya yang bernama Kang Min. namja itu
bahkan belum genap sehari menjadi pengawalnya sudah langsung menyerah.
Dan kali ini
Kyuhyun berani bertaruh dia juga pasti tak akan lama menjadi pengawalnya,
dilihat dari wajahnya saja Kyuhyun sudah tahu kalau pengawalnya kali ini tak
jauh beda dengan yang sebelum-sebelumnya.
Semua orang
pasti berpikir kalau dia adalah namja yang lemah dan tak bisa apa-apa, memang
kalau di lihat dari wajahnya tapi di balik itu semua ada sesuatu yang pasti
membuat semua orang tercengang. Bagaimana hebatnya dia dalam setiap aksinya
saat menjalankan tugas yang di berikan oleh sang atasan.
Bahkan semua
orang tahu bagaimana sepak terjang seorang Park Jung Soo dalam menjalankan
tugas, meskipun begitu ia tak ingin memperlihatkan itu pada semua orang. Apa
lagi sekarang dia tak lagi berada di lapangan tapi ia harus rela di tarik ke
belakang dan harus menjaga anak tunggal Tuan Kim yang terkenal sangat arogan tapi manja.
Dan Jung Soo
tahu tugasnya kali ini tak mudah seperti yang terlihat, bisa ia pastikan bakal
ada banyak masalah dan kesulitan yang mungkin akan ia hadapi dengan putra sang
atasan.
“ dongsaeng-ah,
kau sedang apa sekarang?” Jung Soo bergumam seraya melihat selebar foto yang
ada di tangan nya.
“ mianhae, hyung belum bisa menjenguk mu
lagi.”
“ hyung mohon,
doa kan hyung agar tugas kali ini bisa berjalan lancar. Agar hyung bisa segera
pulang, Hae” Jung Soo terus bermonolog seraya memandangi foto yang ada di
tangan nya seolah sosok dalam foto itu bisa berbicara.
“hyung benar-benar
sudah merindukan kalian.”
Wajah yang
biasanya tampak kaku itu kini terlihat berbeda, karena senyum yang selalu
tersembunyi itu kini mulai terlihat kembali. Senyum yang selalu terlihat saat
ia menjadi dirinya sendiri bukan sebagai sang pengawal yang terkenal kaku.
Dan hanya ada
satu orang yang bisa membuatnya luluh dan selalu tersenyum. Dan para sahabatnya
juga tahu kalau hanya orang itu saja yang bisa melunakkan sikap Jung Soo. Ya,
orang itu adalah adik semata wayang Jung Soo, Donghae.
Meskipun kini
mereka terpisah karena Jung Soo yang harus menjalankan tugasnya di Seoul
sementara dongsaeng nya tinggal di kampung halaman mereka di Mokkpo bersama
sang Oemma.
Lagi-lagi helaan
napas keluar dari bibir namja manis itu, dan untuk yang kesekian kalinya juga
namja itu melihat ponsel yang ada di tangan nya. Tak ada getaran ataupun bunyi
yang keluar dari benda mungil itu. Dan ini sudah lewat dari waktu yang sudah di
janji kan seseorang pada nya. Tapi tak ada kabar apapun dan itu membuat nya
ragu jika orang itu akan menghubungi.
“ apa sekarang
kau jadi sesibuk itu? Hingga tak bisa menghubungi ku?” gumam namja manis itu
seraya memandang hamparan langit malam yang terlihat dari jendela kamar
bernuansa biru itu.
“ membalas pesan
ku saja tidak,” namja itu terus mengerutu seraya mempoutkan bibir nya dan itu
sungguh membuat siapa pun yang melihat tingkahnya ini pasti ragu tentang
umurnya.
Bahkan sang
Eomma pun terkadang heran dengan tingkah bungsunya itu, bagaimana tidak
meskipun sudah berumur 20 tahun tapi kemanjaan putra bungsunya itu bukan nya
berkurang malah kian menjadi.
Nyonya Park yang
kebetulan akan masuk ke dalam kamar sang putra hanya bisa tersenyum melihat apa
yang kini dilakukan bungsunya itu.
“ kau kenapa
lagi sayang?” Tanya Nyonya Park pada sang putra yang masih saja menggerutu pada
ponsel yang ada di depan nya.
Tak ada jawaban
apapun dari mulut sang putra tapi saat manic teduh Nyonya Park melihat benda di
atas meja belajar
bungsunya senyum itu pun tersemat
di wajah cantik wanita paruh baya itu.
“ apa kau
merindukan hyung mu?” Tanya nya seraya menghampiri sang putra.
“ mungkin dia
memang sedang sibuk sekarang ini, Hae chagi.” Dengan lembut Nyonya Park
mengelus surai sang putra.
“ tapi Jung Soo
Hyung sudah janji pada Hae, Oemma” dengan imut Donghae mempoutkan bibirnya.
Demi apapun
sebenarnya ingin sekali Nyonya Park tertawa melihat kelakuan putra nya yang kadang
kelewat manja itu, tapi lagi-lagi wanita itu hanya tersenyum penuh arti.
“ Oemma tahu
sayang, tapi kau tahu kan kalau hyung mu pasti akan menepati apa yang sudah dijanjikan
nya.” Dengan sabar Nyonya Park terus membujuk Donghae “ Oemma yakin kalau dia
ada waktu dia pasti akan menelpon mu sesuai dengan janjinya.”
Meski enggan namja
yang tadi di panggil Donghae itu hanya bisa menghela napas pasrah. Ya mau bagaimana
mungkin hyung nya saat ini memang lagi sibuk hingga tak sempat menghubungi diri
nya seperti yang sudah di janjikan.
“ apa kau lupa
kalau hari ini adalah hari ulang tahun ku, Hyung?” batin Donghae seraya memandang bingkai foto
yang ada di meja belajarnya.
“ Hae?!” panggil Nyonya Park saat melihat putra nya
tampak melamun.
“ ayo, kita makan. Umma sudah memasak makanan kesukaan
mu”
“ Hae, tidak lapar Umma. Hae mau tidur saja.”
Tampak Nyonya Park menghela napas melihat kelakuan putra
bungsunya yang tampak tak bersemangat itu. Meskipun sudah coba ia bujuk tapi
sepertinya putra kesayangan nya itu memang benar-benar mengharapkan telpon dari
Hyung nya.
“ baik lah, kalau begitu kamu istirahat saja. Lagi pila
ini juga sudah terlalu malam” nyonya Park akhirnya mengalah tak mungkin ia
memaksa Donghae untuk menemaninya apa lagi dengan keadaan putra bungsunya saat
ini.
“ jaljayo changi” setelah mengucapkan kalimat itu, Nyonya
Park berjalan keluar dari kamar bungsunya. Meskipun enggan tapi akhirnya Nyonya
Park mencoba memberi waktu pada putra nya sampai bungsunya itu kembali tenang
dan ceria.
To Be Contineu...
#taraaaaaa akhirnya setelah lama fakum karena kesibukan dunia nyata ku yang sangat menyita waktu, ini sebagai pemanasan ya chingu maaf kalau ceritanya makin absurd semoga ini bisa mengobati kangen kalian dengan tulisan gaje ku >.<
dan jangan lupa tinggal kan jejak kalian meskipun cuma sedikit karena itu sangat berarti untuk ku yang masih hijau di dunia per ff an (*bow)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar