Senin, 13 Januari 2014

NAE DONGSAENG NAE SARANG part 1

title  :nae dongsaeng nae sarang
author: wahyuni
fb: sri wahyuningsih

main cast :kyuteuk
genre :brothership
rate :aman ^^



sumarry:-

Sepi, kini hanya ada dirinya dirumah besar itu, tak ada lagi tawa yg dulu selalu terdengar. Dia hanya menatap sendu ruangan keluarga yang dulu begitu ramai dengan gelak tawa dan teriakan seseorang yg selalu di usili nya, tp sekarang berubah sepi dan suram, pandangan nya kini beralih pada bingkai foto yang terpasang rapi di dinding ruangan besar itu foto keluarga nya, kedua orangtua serta hyung yang begitu ia sayang, lama ia tatap bingkai itu hingga setetes cairan bening menetes dari sudut mata indahnya, kenangan akan kebersamaan yg begitu indah seakan berputar kembali dalam benaknya, andai saja...... andai saja saat itu ia datang tepat waktu mungkin ia masih bs bertemu dengan nya, dengan sosok yang begitu ia sayang dan banggakan tapi itu tak akan pernah bisa terjadi karena seseorang itu kin telah pergi, pergi jauh dan tak kan pernah terlihat lagi oleh nya.tapi ia tak kan menyerah begitu saja, ia yakin kalo ia pasti bs bertemu lagi dengan hyung yang paling ia sayang dan begitu berarti dalam hidupnya.
"Tunggu aku hyung, q akan datang ke tempat mu, aku janji " tekatnya dalam hati
Setelah meyakinkan dirinya, sosok itu mulai melangkah meninggalkan rumah nya untuk menuju ke tempat sang hyung berada.
"Hyung..." gumaman itu seakan menjadi pengangan nya akan sosok yg kini tampak berdiri tegap dihadapan nya, " bogoshipoyo....." bisiknya dengan air mata yang sudah menganak sungai membasahi pipi chuby nya.
Ia tak peduli lagi jika sang hyung akan mengejeknya cengeng, karena baginya bisa bertemu dan melihat sang hyung itu tak akan membuat nya malu karena menangis, karena namja itu bisa melihat hyung nya sekarang dia sudah begitu merindukan sosok di depan nya kini, dengan agak ragu ia mulai melangkahkan kaki jenjangnya mengikis jarak diantara mereka saat jarak mereka mulai dekat namja itu mencoba meraih sosok di depannya, senyum mulai terkembang di bibir kisamble.nya dan senyum itu bertambah lebar ketika sosok di depan nya juga tersenyum
"hyung..... hyungie......" lirihnya seraya mengulurkan tangan kurusnya namun sorot mata nya berubah membola dan panik saat ia tak bs menyentuh sosok itu.
"Hyung..... hyungie...... Teukie hyung......."
ia berteriak kalap dengan tangan terus menggapai2 pada sosok yang tadi di panggilnya Teukie
"Hyung...... jangan tinggalkan Kyunie..." seru namja yang adalah kyunie itu seraya terus mencoba meraih sosok bayangan Teukie yang perlahan mulai berjalan menjauh
Meski Teukie a.k.a Leeteuk tak melepaskan senyum di wajahnya tp itu tak serta merta membuat Kyunie atau Kyuhyun meredakan panik nya malah rasa panik kyuhyun semakin menjadi kala bayangan leeteuk mulai memudar dari jarak pandang nya sebelum bayangan leeteuk benar2 menghilang dia sempat memanggil nama adik kecil nya itu " kita pasti akan bertemu lagi kyu, yakinlah bahwa hyung tak akan pernah pergi dari mu " setelah itu bayangan itu tak lagi bs dilihat oleh kyuhyun.
Bersamaan dengan itu salju pertama musim dingin pun mulai turun. Kyuhyun tak pernah percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya dia sama sekali tak akan pernah bs percaya itu, hyung yang begitu di sayangi nya yang menjadi kebanggan nya selama ini menghilang di depan mata nya.
Kyuhyun reflek menggelengkan kepalanya berulang kali dengan wajah yang telah basah dengan air mata, "andwe...... andwe........ " jeritan itu begitu memilukan untuk siapa pun yang mendengarnya kyuhyun terus seperti itu hingga dia tak menyadari ketika ada seseorang yang kini berdiri disamping nya hingga beberapa saat ia larut dalam sesalnya,
Hingga sosok itu menepuk pundak nya, perlahan tapi pasti kyuhyun mulai menegakkan kepalanya yang sedari tadi tertunduk dan betapa terkejutnya kyuhyun ketika pandangan nya bertemu dengan sosok yang ada di sebelah nya "Hyung......"



Seoul 3 February 1988
"Appa, bisa kah q melihat adik bayi?" Rengekan itu mulai terdengar lagi dari bibir mungil Leeteuk seraya tangan nya menarik celana sang ayah.
"Aigoo, jagoan Appa sudah tidak sabar eoh!" Goda tuan Park membuat Leeteuk memberengut lucu, melihat reaksi putra sulung nya membuat tuan Park semakin melebarkan senyuman yang sejak tadi terpatri di wajah tampan nya,
"Appa...." sekali lagi rengekan itu terdengar membuat tuan Park meraih tubuh putra nya ke dalam gendongan dan membawanya ke sebuah ruangan yg tak jauh dari tempatnya tadi berdiri, sesaat Leeteuk memandang wajah tuan Park sebelum akhirnya ia melihat ke sisi berlawanan di depan sebuah ruangan yg di batasi oleh dinding kaca cukup tebal tapi bening, hingga bisa terlihat di dalam ruangan itu terdapat beberapa box bayi, Leeteuk hanya terdiam saat manik teduh nya menangkap box bayiyg ada tepat di depan nya, disana ada sesosok bayi mungil yang tangah tertidur dengan damainya, lagi2 Leeteuk mengalihkan pandangan nya pada tuan Park untuk memastikan sesuatu, melihat tatapan polos yang tengah kebingungan itu akhir nya tian Park agak memajukan tubuhnya hingga Leeteuk kecil bisa menempelkan wajah nya pada dinding kaca di depan nya.
"Appa, apakah itu adik bayi Umma?" Tanya nya seraya menunjuk sosok yg terbungkus selimut yg tengah terlelap dalam box bayi yg ada di depan nya,
"Iya, chagiya, itu dongsaeng mu, " kata tuan Park seraya membelai surai hitam di kepala Leeteuk dengan sayang
"Nae namdongsaeng, ini Leeteuk hyung" lirihnya " Kyunie kecil nanti main sama hyung ya? Hyung janji akan selalu menjaga Kyunie kecil karena Kyunie adalah adik Teukie " tuan Park sedikit terkejut mendengar kalimat polos yaang terlontar dari bibir si sulung
" Kyunie?" Tanya tian Park bingung
"Nde Appa itu nama untuk dongsaeng kecil Teukie, namanya Kyunie.... KyuHyun! " seru nya penuh kebanggaan "Park Kyuhyun !" Demi melihat senyum di wajah putranya tuan Park akhir nya memakai nama itu untuk putra bungsu nya.

Waktu pun terus berjalan dan Kyuhyun kecil pun tumbuh menjadi bocah yang pintar dan cerdas, begitu pun dengan Leeteuk.
Meski begitu Kyuhyun sangat manja pada hyung nya, sedangkan Leeteuk dia sama sekali tak pernah keberatan dengan hal itu, malah merasa senang dengan kemanjaan si bungsu pada nya, walaupun dia harus rela dimarahi oleh nyonya Park karena terlalu memanjakan adiknya, tapi itulah Leeteuk dia tidak pernah bisa marah pada si bungsu meski kadang sering kali Kyuhyun mengusili nya.



"Hyung!" Seruan itu seketika menghentikan langkah Leeteuk "Hyungie.... tunggu, jangan tinggalin Kyunie!" Bocah 8 tahun itu tampak kesulitan mengatur napasnya karena harus mengejar hyung nya yang berjalan terlalu cepat, jangan salahkan kaki kecil nya yang begitu lambat, setelah namja kecil itu puas dengan acara mari mengatur napas karena lelah mengejar Teukie hyung, dengan pipi mengembung serta bibir yang dipout lucu membuat Leeteuk seketika tergelak melihat ekspresi sebal yang menjadi favorit dongsaeng nya itu, betapa menggemaskan nya sampai2 Leeteuk di buat tak berkutik kalo Kyuhyun sudah menunjukkan pose marah favoritnya itu, melihat reaksi sang hyung Kyuhyun makin menekuk wajahnya hingga Leeteuk spontan menatir pipi Kyuhyun hingga bocah itu merengek minta dilepas kan,
"Shakhit hiyung, lhephaskhan!" Serunya seraya menggapai2 tangan Leeteuk tapi tak cukup berhasil meski Leeteuk tak terlalu keras menariknya,
"Aigoo.. kau itu bikin hyung gemas Kyu," Leeteuk mengelus pipi bulat Kyuhyun dengan sayang,
"Kenapa harus pipi Kyu sih, kan sakit hyung!"
"Aish, kau ini maka nya jangan lagi kau pasang wajah seperti tadi kalo tak ingin hyung gemas " Leeteuk pun mensejajarkan tingginya dengan Kyuhyun, wajah tersenyum yang Leeteuk tunjukkan membuat Kyuhyun tak jadi marah karena tadi ia sempat ditinggal oleh sang hyung.
Kyuhyun selalu luluh dengan senyum yang senantiasa terukir di wajah hyung tampan nya, bahkan Kyuhyun sampai memiliki julukan yang ia berikan untuk sang hyung karena senyum ramah yang tak pernah pudar dari wajah sang hyung.
"Hyung hari ini, Kyu tidur sama Teukie hyung ya?!"permintaan itu lagi, Leeteuk menghembuskan napas lelahnya, "Tapi hari ini, hyung banyak tugas yang harus dikerjakan, Kyu" ada sedikit rasa bersalah saat Leeteuk melontarkan penolakan itu, "tappi Kyunie ingin tidur dikamar hyungie?" Kyuhyun makin menunduk kan kepalanya berharap hyung nya mau mengabulkan permintaan nya kali ini,
"Tapi Kyu,...." Leeteuk memberi jeda pada kalimatnya membuat Kyuhyun sedikit mendongakkan kepala nya "bisakan malam ini saja Kyu tidur di kamar Kyunie, hyung janji setelah malam ini Kyu boleh tidur bareng hyung sesuka Kyu?" Leeteuk memperhatikan wajah memelas dongsaengnya yang masih terdiam, "Kyunie sayang Teukie hyung kan?" Bocah itu menjawab sang hyung dengan anggukan "jadi....." Leeteuk memberi jeda lagi, " Kyunie harus jadi dongsaeng yang baik dan tidur di kamar sendiri" jawab Kyuhyun meski agak tak suka, karena permintaan nya kali ini tak terpenuhi,
"Tapi hyungie janji y, mulai besok Kyu tidur di kamar Teukie hyung?" Demi melihat senyum kekanakan di wajah pucat itu Leeteuk dengan mantap menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, and see wajah Kyuhyun pun langsung tersenyum lebar. Dan bocah 8 tahun langsung memeluk leher sang hyung untuk meluapkan kebahagian nya, hampir2 Leeteuk terjengkang ke belangkang karena tindakan Kyuhyun yang tiba2.
Sosok itu masih, terus mengelus bingkai yang ada di pelukkan nya, dengan mata bengkak karena tak berhenti menangis, dan bibir itu juga tak lelah menggumam kan kata yang beberapa jam terakhir ini ia lontarkan seolah dengan itu sosok yang ada dalam bingkai foto itu datang padanya, "Hyung....." hanya itu yang sedari tadi keluar dari bibir pucat nya, bahkan posisinya saat ini pun tak beranjak tubuh tinggi itu terus meringkuk di atas kasur putih yang menjadi favoritnya selama hampir 18 tahun ini, kamar seseorang yang sangat ingin ia temui dan ia lihat meski itu mustahil untuk sekarang ini, "jangan tinggal aku, hyungie...." air mata itu kembali mengalir membentuk jalan nya dipipi pucat nya saat kalimat itu terlontar bersamaan dengan sekelebat bayangan akan sosok yang sangat dirindukan nya, "Teukie hyung..... bogoshipoyo........"
Senyuman di wajah pucat itu seolah tak bisa luntur barang sedetik pun, mata indah itu tampak berbinar ketika menatap pemandangan di depan nya, "salju pertama di musim dingin" gumamnya seraya merentangkan tangan nya ke samping memainkan butiran salju yang mulai turun.


tbc



Tidak ada komentar: